Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi Mustiar AR

Puisi: Tangis Donggala (Karya Mustiar AR)

Tangis Donggala Ketika senja menggenapkan hari, tanah berpijak berderak Semua tersentak tangis pecah di ubun …

Puisi: Meulaboh (Karya Mustiar AR)

Meulaboh Kusemat cinta di dadanya ombak Tiada lelah menyepuh tepian pantai Aku Kau kita Adalah sedarah ibu Akankah kita biarkan mereka …

Puisi: Selimut Malam (Karya Mustiar AR)

Selimut Malam Selimut malam-malamku Bergelayut di bahunya Manja Aku pun tersengal Di perempatan jalan itu Mani roe basahi jalan sunyi…

Puisi: Gamang (Karya Mustiar AR)

Gamang Malam semakin rapuh Mendekap hayal Aku. Jln. Pocut Baren,  2018 Analisis Puisi: Puisi "Gamang" karya Mustiar AR merupakan …

Puisi: Aku (Karya Mustiar AR)

Aku Garis memerah di ujung buritan itu entah isyarat apa, ketika camar laut bergegas mengepak lukanya, ah! Hidup seperti sinetron kejar…

Puisi: Email dari Tuhanku (Karya Mustiar AR)

Email dari Tuhanku Kepada hambaku Mustiar AR hari ini tinggalkan negeri ini sungguh mereka telah alpa sungguh mereka saling tikam sungguh…

Puisi: Secangkir Kopi (Karya Mustiar AR)

Secangkir Kopi Secangkir kopi Tersaji kaku di meja berkabut Hitam pekat Sepagi ini Aku Masih saja menyeka peluh Di dahimu kekasih. …

Puisi: Meulaboh Dikepung Lendir (Karya Mustiar AR)

Meulaboh Dikepung Lendir Meulaboh tersengal di emperan dunia orang-orang mengerling sebilah mata tertawa M…

Puisi: Aceh (Karya Mustiar AR)

Aceh Acehku kini bagaikan gadis pingitan di rumah kumuh - tubuhmu ranum berbalut intan berkilau Acehku kaki mulutmu di gari kini. …

Puisi: Orang-Orang Bersangsi (Karya Mustiar AR)

Orang-Orang Bersangsi Orang-orang itu hilir mudik di beranda rumahku mengacung belati di dada matahari Ini Aceh tuan kami tak lagi terb…

Puisi: Malam (Karya Mustiar AR)

Malam Diam-diam mengendap Lalu Mati Gelap gulita Aku. Meulaboh, 2018 Analisis Puisi: Puisi "Malam" karya Mustiar AR mengusu…

Puisi: Laut (Karya Mustiar AR)

Laut Kulihat laut tak lagi berombak Kulihat langit tak lagi biru Kupijak bumi tak lagi basah gersang Ah. Analisis Puisi: Puisi “Laut” …

Puisi: Lenguh Napas (Karya Mustiar AR)

Lenguh Napas ( kepada Hasbi Burman ) Kau mengulum senja di bibirnya Suak Ujong Kalak birahi dan Blang Pulo ad…

Puisi: Ingin (Karya Mustiar AR)

Ingin Aku letih Ijinkan aku wahai Merebah di pangkuanmu Kekasih Rabbi cintaku. 2015 Analisis Puisi: Puisi berjudul "Ingin" ka…

Puisi: Jelata (Karya Mustiar AR)

Jelata Aku hanya jelata hina Aku bukan siapa-siapa Aku tidak memiliki kuasa Yang titahnya tak bisa dibantah Aku hanya jelata kumal me…

Puisi: Senja Nan Luka (Karya Mustiar AR)

Senja Nan Luka Dia lelaki separuh baya itu Masih saja duduk di sini Mematuk-matuk hari sepi Menyulam asa dikepung asap Senja kian temar…
© Sepenuhnya. All rights reserved.