Puisi: Hujan (Karya Pena Senja)

Puisi “Hujan” karya Pena Senja bercerita tentang hujan yang dipandang sebagai karunia Tuhan bagi jiwa-jiwa yang kering dan gersang.

Hujan

salah satu rahmat dari Tuhan
sebagai bentuk penghiburan;
untuk semua jiwa yang dilanda gersang

anak-anak riang bermain hujan
tanpa merisaukan apakah akan demam kemudian
mereka hanya tahu,
bermain hujan itu sangat mengasyikan

sedang para orang dewasa
memilih berteduh; menghindar dari hujan
karena takut akan kebasahan

Pojok Kamar, 27 Januari 2026

Analisis Puisi:

Puisi “Hujan” karya Pena Senja menghadirkan perenungan sederhana tentang hujan sebagai peristiwa alam sekaligus pengalaman batin manusia. Dengan bahasa yang lugas dan dekat dengan keseharian, penyair membandingkan cara pandang anak-anak dan orang dewasa dalam menyikapi hujan. Perbandingan ini menjadi pintu masuk untuk membaca makna yang lebih dalam tentang kehidupan, ketulusan, dan rasa takut yang tumbuh seiring bertambahnya usia.

Tema

Tema utama puisi ini adalah hujan sebagai rahmat dan simbol penghiburan bagi jiwa manusia. Selain itu, puisi ini juga memuat tema tentang perbedaan cara pandang antara anak-anak dan orang dewasa terhadap kehidupan.

Puisi ini bercerita tentang hujan yang dipandang sebagai karunia Tuhan bagi jiwa-jiwa yang kering dan gersang. Penyair kemudian menampilkan dua respons yang kontras: anak-anak yang menyambut hujan dengan keriangan dan orang dewasa yang justru memilih menghindar karena kekhawatiran akan basah dan akibatnya.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini mengarah pada kritik lembut terhadap sikap orang dewasa yang cenderung kehilangan spontanitas dan keberanian menikmati hidup. Anak-anak digambarkan sebagai sosok yang mampu menikmati hujan tanpa beban pikiran, sementara orang dewasa terikat oleh rasa takut, kehati-hatian, dan perhitungan.

Hujan di sini menjadi metafora kehidupan: sesuatu yang bisa membahagiakan, tetapi juga sering dihindari karena kekhawatiran berlebih.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi terasa hangat dan reflektif. Ada keceriaan pada bagian yang menggambarkan anak-anak, namun juga terselip nada lirih dan kontemplatif saat membicarakan sikap orang dewasa yang menjauh dari hujan.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat atau pesan yang disampaikan puisi ini adalah ajakan untuk kembali belajar dari kesederhanaan dan ketulusan anak-anak. Puisi ini mengingatkan bahwa tidak semua hal perlu ditakuti, dan terkadang manusia perlu berani “basah” untuk merasakan kebahagiaan yang ditawarkan hidup.

Selain itu, puisi ini menegaskan bahwa rahmat Tuhan sering hadir dalam bentuk sederhana yang kerap diabaikan.

Puisi “Hujan” karya Pena Senja menyampaikan refleksi sederhana namun bermakna tentang cara manusia memandang hidup. Melalui hujan dan perbedaan sikap antara anak-anak dan orang dewasa, puisi ini mengajak pembaca untuk meninjau ulang ketakutan-ketakutan yang sering membatasi kebahagiaan. Dalam kesederhanaannya, puisi ini menjadi pengingat bahwa rahmat Tuhan kerap hadir dalam bentuk yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pena Senja
Puisi: Hujan
Karya: Pena Senja

Biodata Pena Senja:

Pena Senja lahir pada tanggal 20 Februari 2004 di Tangerang. Sejak duduk di kelas 4 SD, tepatnya di SDN Sukamanah 1, ia sudah gemar mengumpulkan komik dengan berbagai genre, di antaranya ada cerita rakyat, horor, dan jenaka. Ia memiliki hobi membaca, menulis, dan menonton film. Gadis dengan zodiak pisces ini sangat suka dengan warna biru, katanya biru itu bisa menenangkan bisa juga menenggelamkan.
© Sepenuhnya. All rights reserved.