Izinkan Aku Menghirup Wangi Tubuhmu
bila masih mungkin
aku duduk di sisimu
izinkan aku menghirup
wangi tubuhmu
bila masih mungkin
aku menatap lembut wajahmu
izinkanlah aku mengabadikannya
di kanvas batinku
bila masih mungkin
aku melayari lautan kalbumu
izinkanlah aku berteduh
dalam sejuk kasihmu
Sumber: Romansa Pemintal Benang (2006)
Analisis Puisi:
Puisi “Izinkan Aku Menghirup Wangi Tubuhmu” karya Husnul Khuluqi menghadirkan ungkapan cinta yang sederhana, lirih, dan penuh kerendahan hati. Melalui pengulangan frasa “bila masih mungkin”, puisi ini menegaskan posisi penyair yang berada dalam jarak—baik jarak waktu, perasaan, maupun keadaan—dengan sosok yang dicintainya. Cinta dihadirkan bukan sebagai tuntutan, melainkan sebagai permohonan yang lembut.
Tema
Tema utama puisi ini adalah kerinduan dan cinta yang diungkapkan dengan sikap pasrah dan penuh hormat. Puisi menampilkan cinta sebagai keinginan untuk dekat secara batin dan indrawi, tanpa paksaan.
Puisi ini bercerita tentang seseorang yang memohon izin untuk mengalami kembali kedekatan dengan orang yang dicintainya. Kedekatan itu diekspresikan melalui tindakan-tindakan sederhana: duduk di sisi, menghirup wangi tubuh, menatap wajah, dan bernaung dalam kasih. Semua keinginan tersebut disampaikan dengan syarat: “bila masih mungkin”.
Makna Tersirat
Makna tersirat puisi ini menunjukkan adanya keterbatasan atau ancaman kehilangan dalam hubungan cinta. Permohonan izin menandakan bahwa kebersamaan tidak lagi menjadi sesuatu yang pasti. Cinta dalam puisi ini bukanlah hasrat yang menguasai, melainkan sikap menerima, menghargai, dan menjaga jarak emosional dengan penuh kesadaran.
Suasana dalam Puisi
Suasana dalam puisi terasa lirih, intim, dan melankolis. Tidak ada gejolak emosi yang keras; yang hadir justru kelembutan dan keheningan, seolah puisi ini dibisikkan dalam ruang batin yang sunyi.
Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi
Puisi ini menyampaikan amanat bahwa cinta sejati menghormati kemungkinan dan keterbatasan. Mengasihi tidak selalu berarti memiliki sepenuhnya, melainkan bersedia menunggu, memohon, dan menerima keputusan orang yang dicintai dengan lapang dada.
Puisi “Izinkan Aku Menghirup Wangi Tubuhmu” adalah puisi cinta yang lembut dan kontemplatif. Husnul Khuluqi menampilkan cinta sebagai pengalaman batin yang penuh kesopanan dan kesadaran akan keterbatasan. Puisi ini mengajak pembaca memahami bahwa dalam cinta, kelembutan dan penghormatan sering kali lebih bermakna daripada kepemilikan.
Karya: Husnul Khuluqi
Biodata Husnul Khuluqi:
- Husnul Khuluqi lahir pada tanggal 12 Januari 1969 di Kampung Krapyak, Kecamatan Lumbir, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.