Puisi: Tembang Pesisir (Karya Husnul Khuluqi) Tembang Pesisir istriku, mendekatlah. mari bernyanyi merayakan kemiskinan ini. sebentar lagi mungkin kita akan mati. musim-musim tak pernah bersahaba…
Puisi: Sajak Selepas Hujan (Karya Husnul Khuluqi) Sajak Selepas Hujan karena memegang janji aku datang di halaman rumah kosong aku belajar menyusun kata-kata agar aku tak gagap saat engkau tiba di ma…
Puisi: Elegi Sebuah Kota (Karya Husnul Khuluqi) Elegi Sebuah Kota -nyanyian sepanjang BSD aku ingin melupakanmu maka sepanjang malam kususuri kota ini di bawah silau lampu-lampu wajahmu kusemayamka…
Puisi: Syair Kematian (Karya Husnul Khuluqi) Syair Kematian Engkaulah itu, yang diam-diam datang dalam kelengangan? sedang gerbong-gerbong penantian belum juga tuntas kutuang dalam kanvas atauka…
Puisi: Sepasang Pohon Kecapi (Karya Husnul Khuluqi) Sepasang Pohon Kecapi bagi Ray Sahetapy sepasang pohon kecapi tumbuh di samping rumahmu tegak menghijau dan rimbun bersahabat dengan angin kampung se…
Puisi: Bakauheni, Ketika Kapal Merapat (Karya Husnul Khuluqi) Bakauheni, Ketika Kapal Merapat aku mulai mencintai ruap garam tanah cadas, burung-burung camar juga kecipak ombak yang membentur batu-batu di ujung …
Puisi: Menggambar Musi (Karya Husnul Khuluqi) Menggambar Musi "bila kaurindu kotaku gambarlah Musi dengan sepuluh jari," katamu di senja yang beku maka dengan pucuk-pucuk jari kugambar …
Puisi: Lewat Sebuah Jendela Kamar (Karya Husnul Khuluqi) Lewat Sebuah Jendela Kamar lewat sebuah jendela kamar kusaksikan dunia luar terbakar pohonan mati, hutan jadi lautan api tak ada embun, tak ada rerum…
Puisi: Langgam Banten (Karya Husnul Khuluqi) Langgam Banten di manakah mesti kuukir namamu di siang segerah ini, aku sasar di bawah hitam bayang matahari aku telah kehilangan sepasang jejak kaki…
Puisi: Perempuan dalam Kertas Suara (Karya Husnul Khuluqi) Perempuan dalam Kertas Suara engkau mulai gemar bernyanyi. engkau juga rajin berkhutbah. suaramu tumpang tindih dengan kosa kata yang tidak pada temp…
Puisi: Sesobek Surat untuk Indonesiaku (Karya Husnul Khuluqi) Sesobek Surat untuk Indonesiaku selamat pagi Indonesiaku, apa kabarmu? apa yang sedang kau lakukan di hari-hari terakhir ini ketika kekeringan ada di…
Puisi: Fragmen Pagi (Karya Husnul Khuluqi) Fragmen Pagi -kisah di pabrik "jangan bermimpi. tak ada surga di sini," seseorang dengan wajah garang menghardikku, di antara kantuk mata d…
Puisi: Izinkan Aku Menghirup Wangi Tubuhmu (Karya Husnul Khuluqi) Izinkan Aku Menghirup Wangi Tubuhmu bila masih mungkin aku duduk di sisimu izinkan aku menghirup wangi tubuhmu bila masih mungkin aku menatap lembut …