Analisis Puisi:
Puisi tipografi merupakan salah satu bentuk puisi modern yang berupaya mendobrak tradisi perpuisian konvensional, baik dari segi bentuk maupun bahasa. Salah satu contoh puisi tipografi yang menarik untuk dikaji adalah karya Remy Sylado berjudul “Jangan Bergunjing Ada Ini di Dinding.” Puisi ini tidak hanya mengandalkan makna kata, tetapi juga kekuatan visual sebagai bagian dari penyampaian pesan.
Bentuk dan Ciri Puisi Tipografi
Isi puisi dalam karya ini sangat sederhana, yakni pengulangan kata “kuping” sebanyak tujuh belas kali. Kata tersebut disusun sedemikian rupa hingga membentuk gambar menyerupai sebuah kuping. Bentuk visual ini tidak bisa dipisahkan dari makna puisi secara keseluruhan. Puisi ini menegaskan bahwa tipografi bukan sekadar hiasan, melainkan bagian penting dari proses bercerita tentang gagasan yang ingin disampaikan penyair.
Tema
Tema utama puisi ini berkaitan dengan pengawasan, pembatasan kebebasan berbicara, dan peringatan terhadap kebiasaan bergunjing. Puisi ini bercerita tentang situasi di mana setiap ucapan dapat terdengar, bahkan ketika seseorang merasa sedang berbicara secara diam-diam. Judul “Jangan Bergunjing Ada Ini di Dinding” memperkuat kesan bahwa ada “kuping” yang selalu mengawasi, meskipun tidak terlihat secara nyata.
Makna Tersirat dalam Puisi
Makna tersirat dalam puisi ini dapat ditafsirkan secara sosial dan politis. Pengulangan kata “kuping” menunjukkan adanya pengawasan yang terus-menerus. Selain itu, jumlah kata “kuping” yang mencapai tujuh belas kali membuka ruang interpretasi lebih dalam. Dalam konteks Indonesia, angka tujuh belas sering dikaitkan dengan tanggal kemerdekaan, 17 Agustus. Namun, alih-alih menggambarkan kebebasan, puisi ini justru menyinggung kondisi sebaliknya, yakni pembungkaman suara rakyat.
Puisi ini dapat dimaknai sebagai kritik terhadap situasi ketika masyarakat tidak bebas menyampaikan pendapat atau kritik, karena selalu ada pihak yang “menguping.” Jika kritik disuarakan, konsekuensinya bisa berupa hukuman, penjara tanpa pengadilan, atau bahkan menghilang tanpa kejelasan.
Amanat atau Pesan Puisi
Amanat / pesan yang disampaikan puisi ini adalah peringatan agar masyarakat berhati-hati dalam berbicara, sekaligus sindiran terhadap sistem yang membatasi kebebasan berekspresi. Remy Sylado seolah mengajak pembaca untuk menyadari bahwa kebebasan yang tampak belum tentu benar-benar bebas, karena selalu ada “kuping” yang mengawasi.
Puisi tipografi “Jangan Bergunjing Ada Ini di Dinding” menunjukkan bahwa puisi tidak harus panjang atau penuh kata-kata indah untuk menyampaikan makna yang dalam. Dengan kesederhanaan kata dan kekuatan visual, puisi ini berhasil menyampaikan kritik sosial yang tajam dan relevan, sekaligus memperkaya khazanah perpuisian modern Indonesia.
Karya: Remy Sylado
