Katanya
Dalam kerapuhan tersimpan kekuatan, katanya.
Dalam keheningan ada keikhlasan, katanya.
Dalam sebuah akhir ada awal yang baru, katanya.
Di setiap detak yang berakhir, ada detak yang akan dimulai.
Pojok Kamar, 23 November 2025
Analisis Puisi:
Puisi "Katanya" karya Pena Senja menghadirkan renungan singkat tentang kehidupan melalui rangkaian pernyataan yang terdengar seperti nasihat atau petuah. Dengan bahasa sederhana dan repetitif, puisi ini mengajak pembaca merenungkan makna kehilangan, keheningan, dan siklus hidup yang terus berputar.
Tema
Tema utama puisi ini adalah harapan dan kebijaksanaan hidup dalam menghadapi kerapuhan serta akhir. Penyair menekankan bahwa di balik kondisi yang tampak lemah atau berakhir, selalu tersimpan potensi baru.
Puisi ini bercerita tentang pandangan hidup yang melihat segala sesuatu secara utuh—bahwa kerapuhan, keheningan, dan akhir bukanlah sesuatu yang sepenuhnya negatif, melainkan bagian dari proses menuju kekuatan, keikhlasan, dan awal yang baru.
Makna tersirat
Makna tersirat puisi ini menunjukkan bahwa hidup berjalan dalam siklus yang saling terhubung. Setiap kehilangan menyimpan pelajaran, setiap akhir menyimpan kemungkinan. Kata “katanya” mengisyaratkan suara pengalaman, petuah orang lain, atau kebijaksanaan yang diwariskan dan perlu direnungkan secara personal.
Suasana dalam puisi
Suasana puisi terasa tenang dan reflektif, seolah mengajak pembaca berhenti sejenak untuk memahami makna di balik peristiwa hidup yang dialami.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Puisi ini menyampaikan pesan agar manusia tidak terjebak pada keputusasaan ketika menghadapi kerapuhan atau akhir. Setiap fase hidup memiliki kelanjutannya sendiri, dan sikap menerima menjadi kunci untuk melangkah ke depan.
Puisi "Katanya" adalah puisi pendek yang sarat makna filosofis. Pena Senja berhasil menyampaikan pesan tentang harapan dan keberlanjutan hidup dengan bahasa yang sederhana, sehingga pembaca diajak untuk memaknai ulang kerapuhan dan akhir sebagai bagian alami dari perjalanan manusia.
Karya: Pena Senja
Biodata Pena Senja:
Pena Senja lahir pada tanggal 20 Februari 2004 di Tangerang. Sejak duduk di kelas 4 SD, tepatnya di SDN Sukamanah 1, ia sudah gemar mengumpulkan komik dengan berbagai genre, di antaranya ada cerita rakyat, horor, dan jenaka. Ia memiliki hobi membaca, menulis, dan menonton film. Gadis dengan zodiak pisces ini sangat suka dengan warna biru, katanya biru itu bisa menenangkan bisa juga menenggelamkan.