Analisis Puisi:
Puisi "Laut" karya Iswadi Pratama menampilkan renungan lirih tentang hubungan antarelemen alam: pantai, ombak, laut, dan angin. Dengan bahasa yang sederhana namun reflektif, puisi ini menghadirkan pertanyaan-pertanyaan eksistensial yang mengajak pembaca menelusuri makna ingatan, penyimpanan, dan rahasia dalam kehidupan.
Tema
Tema puisi ini adalah ingatan, relasi, dan keabadian makna dalam siklus kehidupan. Alam digunakan sebagai medium untuk merefleksikan bagaimana sesuatu saling memengaruhi namun tidak selalu saling memiliki secara utuh.
Puisi ini bercerita tentang dialog sunyi antarunsur alam: pantai, ombak, laut, dan angin. Masing-masing digambarkan memiliki ingatan dan simpanan sendiri, namun yang tersisa hanyalah unsur-unsur kecil seperti garam, angin, anyir, dan angan.
Makna tersirat
Makna tersirat puisi ini menunjukkan bahwa dalam hubungan—baik antarmanusia maupun antara manusia dengan kehidupan—yang tertinggal sering kali bukan peristiwa besar, melainkan kesan-kesan halus. Ingatan tidak menyimpan keseluruhan, melainkan serpihan rasa. Sajak yang “disembunyikan angin” dapat dimaknai sebagai pengalaman batin atau makna hidup yang hanya bisa dirasakan, bukan dijelaskan sepenuhnya.
Suasana dalam puisi
Suasana dalam puisi terasa hening, kontemplatif, dan melankolis. Pertanyaan-pertanyaan berulang menciptakan kesan lirih dan reflektif, seolah pembaca diajak berhenti sejenak untuk merenungi makna yang tersembunyi di balik hal-hal sederhana.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Amanat atau pesan yang disampaikan puisi ini adalah ajakan untuk memahami bahwa makna hidup sering tersembunyi dalam hal-hal kecil dan tak kasatmata. Manusia perlu peka terhadap getar perasaan, kenangan, dan kata-kata yang lahir dari perenungan, sebagaimana sajak yang akhirnya hanya bisa “dipandang dengan gemetar”.
Puisi "Laut" karya Iswadi Pratama merupakan puisi reflektif yang tenang dan mendalam. Melalui dialog imajiner antarelemen alam, penyair mengajak pembaca menyelami ingatan, makna, dan rahasia hidup yang sering kali hanya hadir sebagai getar rasa, bukan jawaban yang pasti.
Karya: Iswadi Pratama
Biodata Iswadi Pratama:
- Iswadi Pratama lahir pada tanggal 8 April 1971 di Tanjungkarang, Bandar Lampung, Lampung, Indonesia.
