Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi: Lembaran Doa (Karya Kliwon Mansi)

Puisi "Lembaran Doa" karya Kliwon Mansi mengajak pembaca untuk merenungkan hubungan antara alam dan kekuatan doa.
Lembaran Doa

letusan-letusan magma berdongeng diri
dari alam. Berguncang bencana, berdatangan doa-doa;
doa terhindar dari bencana
doa keselamatan. Waktu hidup
melagukan Tuhan setiap tik tok jam bernyanyi

yang ada adalah doa
dari ledakan-ledakan alam
yang tinggal di waktu
untuk selanjutnya. Dan berkibarlah doa-doa

Kebumen, 7 Desember 2023

Analisis Puisi:

Puisi "Lembaran Doa" karya Kliwon Mansi mengajak pembaca untuk merenungkan hubungan antara alam dan kekuatan doa.

Metafora Alam sebagai Dongeng Diri: Metafora "letusan-letusan magma berdongeng diri" menciptakan gambaran tentang kekuatan alam yang seperti sebuah kisah atau dongeng yang menciptakan realitasnya sendiri. Ini bisa diartikan sebagai keberagaman kehidupan yang terwujud melalui letusan alam.

Bencana dan Doa: Hubungan antara bencana dan doa menjadi pusat perhatian. Puisi menggambarkan letusan alam sebagai kejadian tragis yang memicu gelombang doa sebagai bentuk tanggapan manusia terhadap ketidakpastian dan ancaman.

Doa sebagai Peminta Keselamatan: Penekanan pada "doa keselamatan" menunjukkan kebutuhan manusia untuk mencari perlindungan dan keselamatan di tengah-tengah bencana alam. Doa dianggap sebagai sarana untuk menghindari bahaya dan mendapatkan perlindungan Tuhan.

Waktu Hidup sebagai Nyanyian Tuhan: Pernyataan bahwa "waktu hidup melagukan Tuhan setiap tik tok jam bernyanyi" menciptakan citra bahwa setiap momen kehidupan adalah bentuk penyembahan kepada Tuhan. Waktu dianggap sebagai medium di mana doa-doa dinyanyikan dan dihargai.

Letusan Alam dan Keabadian Doa: Ungkapan "letusan-ledakan alam yang tinggal di waktu untuk selanjutnya" menciptakan kontras antara kehancuran alam dan keabadian doa. Meskipun alam dapat berubah dan hancur, doa dianggap sebagai elemen yang abadi dan selalu hadir dalam setiap fase kehidupan.

Keterhubungan Antara Alam dan Manusia: Puisi menunjukkan keterhubungan erat antara alam dan manusia. Bencana alam memicu keberagaman doa sebagai respons manusia terhadap kekuatan luar biasa alam.

Eksplorasi Spiritualitas dan Keyakinan: Puisi mencerminkan eksplorasi spiritualitas dan keyakinan dalam menghadapi kekuatan alam. Doa dianggap sebagai sarana untuk menyatukan diri dengan keagungan Tuhan dan mencari petunjuk di tengah-tengah perubahan alam.

Kibaran Doa: Ungkapan "dan berkibarlah doa-doa" memberikan gambaran tentang kekuatan doa yang terhampar dan membentang seperti bendera. Ini menciptakan citra bahwa doa adalah kekuatan yang berkibar dan memberikan harapan dalam kehidupan.

Puisi Sebagai Meditasi: Puisi ini dapat dianggap sebagai meditasi atas kebesaran alam dan kekuatan spiritualitas. Pembaca diajak untuk merenungkan hubungan mereka dengan alam dan peran doa dalam menjawab tantangan kehidupan.

Puisi "Lembaran Doa" memadukan elemen alam dan spiritualitas dengan indah, menawarkan pemikiran mendalam tentang keterkaitan manusia dengan alam dan kekuatan doa sebagai bentuk pencarian makna dan keselamatan.

Kliwon Mansi
Puisi: Lembaran Doa
Karya: Kliwon Mansi

Biodata Kliwon Mansi:
  • Kliwon Mansi lahir pada tanggal 12 September 1995 di Bekasi. Sejak SDN-MAN tinggal Kebumen. Ia memiliki hobi membaca, menulis dan bermain catur.
  • Kliwon Mansi termasuk ke dalam 20 Besar Anugerah COMPETER 2024, yang pemenangnya akan diumumkan per 1 Januari 2024.
© Sepenuhnya. All rights reserved.