Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi: Malam Ini, Aku Kembali Mengingatmu (Karya Agit Yogi Subandi)

Puisi “Malam Ini, Aku Kembali Mengingatmu” bercerita tentang seseorang yang pada suatu malam kembali mengingat sosok “kau” di antara kantuk dan ...
Malam Ini, Aku Kembali Mengingatmu

(1)
Malam ini aku mengingatmu di antara kantuk dan terjaga.
dari menit ke menit, jam ke jam engkau datang dengan
adegan-adegan yang tak kauselesaikan. dan aku pun tak
ingin kaumenyelesaikannya. karena aku tak ingin lagi
mengetuk dadamu yang penuh dengan bayangan masa
depan yang kaudatangi setiap hari, kemudian kautinggalkan
menjadi masa lalu.

(2)
Siang tadi, matamu bercahaya, dan kau memberiku waktu
untuk singgah beberapa detik di matamu. kutemukan
bangku di atas hamparan rumput hijau dan kudengar
kicauan burung pagi hari, serta angin yang datang dan
berlalu. ibarat lagu yang diputar sayup-sayup dan mengusik
dadaku tentang sesuatu yang berlalu pula.

sayang, tak kutemukan kepastian di dalam matamu: tentang
perjalanan tamasya atau menebus rindu di pinggir sungai,
di bawah lebat waru. maka aku keluar dari matamu, dengan
mengedipkan mataku.

(3)
Kini wajamu seperti bunga pagi hari yang rekah. di mana
sisa-sisa embun merayap turun dari kelopak bunga menuju
ke tanah dan merelakan kaudijarah matahari seharian. dan
apabila kautersenyum, kedua pipimu mengembang seperti
rentangan sayap kupu-kupu.

sesaat semesta menjadi hening. bunga-bunga padma
berjatuhan: entah dari mana. seolah-olah ada yang
menyiapkan pembaringan bagi tubuhmu yang pualam. dan
kau, telah siap menerima ciuman pertama dariku.

(4)
Malam ini aku mengingatmu. tapi aku tak berniat
merentangkan busur dan melepasnya ke dadamu. aku hanya
ingin mengenangmu dari pertemuan ke pertemuan dan dari
perpisahan ke perpisahan.

jejak kita lesak dan tertimbun dalam oleh jejak-jejak lain.
maka mengembaralah dan jangan pernah bertanya padaku:
“apakah kaumerindukanku?” betapa ia telah menyerpih dan
menyatu dengan tanah.

(5)
Ah, malam ini aku mengingatmu, di antara suara jangrik
yang jemu dan desis kipas yang jenuh.

Kedaton, 2008

Analisis Puisi:

Puisi “Malam Ini, Aku Kembali Mengingatmu” merupakan rangkaian lirih tentang ingatan, kerinduan, dan kesadaran akan kefanaan sebuah hubungan. Disusun dalam beberapa bagian, puisi ini bergerak perlahan dari kenangan personal, pertemuan singkat, hingga penerimaan atas jarak dan perpisahan. Bahasa yang digunakan lembut, puitis, dan penuh citraan alam, sehingga menghadirkan suasana batin yang intim dan reflektif.

Tema

Tema utama puisi ini adalah ingatan dan kerinduan yang disertai penerimaan atas ketidakpastian dan perpisahan. Puisi ini juga menyentuh tema kefanaan cinta dan kesediaan untuk mengenang tanpa memiliki.

Puisi ini bercerita tentang seseorang yang pada suatu malam kembali mengingat sosok “kau” di antara kantuk dan terjaga. Ingatan itu hadir melalui adegan-adegan yang tak pernah tuntas, pertemuan singkat di siang hari, kilasan keindahan wajah, hingga kesadaran bahwa jejak hubungan telah tertimbun oleh jejak-jejak lain. Penyair memilih untuk mengenang, bukan menuntut, dan membiarkan “kau” mengembara tanpa pertanyaan tentang rindu.

Makna tersirat

Makna tersirat puisi ini menunjukkan bahwa tidak semua kenangan perlu diselesaikan atau dimiliki kembali. Ketidakpastian yang ditemukan dalam mata “kau” menandakan jarak batin yang tak bisa dipaksa. Dengan memilih untuk tidak “merentangkan busur”, penyair menegaskan sikap pasrah dan kedewasaan emosional: cinta yang pernah ada dibiarkan menjadi bagian dari tanah, menyatu dengan waktu.

Suasana dalam puisi

Suasana dalam puisi terasa hening, melankolis, dan kontemplatif. Malam, suara jangkrik, dan desis kipas memperkuat kesan sunyi yang akrab dengan ingatan dan kelelahan rindu.

Amanat / pesan yang disampaikan puisi

Amanat yang dapat ditangkap adalah ajakan untuk menerima bahwa tidak semua hubungan berakhir dengan kepastian. Mengingat tidak selalu berarti ingin kembali; terkadang, mengingat adalah bentuk paling jujur dari melepaskan.

Puisi “Malam Ini, Aku Kembali Mengingatmu” adalah puisi yang tenang dan matang secara emosional. Agit Yogi Subandi menghadirkan cinta sebagai pengalaman yang tidak selalu harus dimenangkan, melainkan dikenang dengan lapang, di antara suara malam dan waktu yang terus berjalan.

Agit Yogi Subandi
Puisi: Malam Ini, Aku Kembali Mengingatmu
Karya: Agit Yogi Subandi
© Sepenuhnya. All rights reserved.