Analisis Puisi:
Puisi “Penggali Sumur” menghadirkan sosok lelaki sebagai figur simbolik yang bergerak di antara kerja fisik, perjalanan batin, dan pencarian makna hidup. Dorothea Rosa Herliany merangkai bahasa yang padat citraan dan metaforis untuk menggambarkan manusia yang setia menggali, bukan hanya tanah, tetapi juga makna keberadaan.
Tema
Tema utama puisi ini adalah pencarian makna hidup melalui kerja, ketekunan, dan pengabdian. Di balik gambaran aktivitas menggali sumur, puisi ini juga memuat tema tentang ketabahan manusia menghadapi waktu, alam, dan keterbatasan diri.
Puisi ini bercerita tentang seorang lelaki—penggali sumur—yang menempuh perjalanan panjang, baik secara fisik maupun simbolik. Ia digambarkan menantang musim, mengukur batas, dan terus menggali hingga ke “jantung tanah”. Aktivitas menggali sumur tidak sekadar pekerjaan, melainkan perjalanan hidup yang dijalani dengan kesetiaan dan keberanian.
Makna tersirat
Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa kehidupan manusia adalah proses menggali: menggali harapan, menggali makna, dan menggali sumber kehidupan bagi diri sendiri maupun orang lain. Lelaki penggali sumur melambangkan manusia yang bekerja dalam diam, tidak selalu terlihat, tetapi jasanya menentukan keberlangsungan hidup—seperti air bagi embun.
Suasana dalam puisi
Puisi ini menghadirkan suasana kontemplatif dan heroik yang sunyi. Tidak ada gegap gempita, melainkan keteguhan yang tenang. Kesunyian gurun, langit suwung, dan kedalaman tanah membentuk atmosfer reflektif yang mendalam.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Puisi ini menyampaikan amanat bahwa ketekunan dan kesetiaan pada proses adalah sumber kehidupan itu sendiri. Kerja yang dilakukan dengan kesadaran dan cinta—meski berat dan tak selalu dipuji—akan memberi manfaat bagi banyak pihak.
Puisi “Penggali Sumur” karya Dorothea Rosa Herliany menempatkan kerja sebagai laku spiritual dan eksistensial. Melalui bahasa yang puitis dan simbolik, puisi ini mengajak pembaca merenungkan bahwa kehidupan bertahan bukan karena kemewahan, melainkan karena kesetiaan manusia yang terus menggali—hingga embun pun tahu mengapa ia dibutuhkan.

Puisi: Penggali Sumur
Karya: Dorothea Rosa Herliany