Puisi: Percintaan Anjing Bulan (Karya Badruddin Emce)

Puisi "Percintaan Anjing Bulan" karya Badruddin Emce membuka ruang tafsir tentang relasi, kerinduan, dan naluri manusia yang sering mengaum pada ...
Percintaan Anjing Bulan

Ia poles bibirku
dengan warna pesisir nan jauh.
Paham jika ia ingin selalu dirindu
akupun merestui itu.
Entah puisi ke berapa ini.
Aku mengaum saat awan menghalangi pandang.

Hujan tak termuat tanah.

2003

Sumber: Binatang Suci Teluk Penyu (2007)

Analisis Puisi:

Puisi "Percintaan Anjing Bulan" karya Badruddin Emce hadir sebagai puisi pendek yang padat simbol dan sugesti. Dengan larik-larik singkat dan metaforis, penyair menghadirkan relasi cinta yang ganjil, liar, dan tidak sepenuhnya terucap. Judulnya sendiri sudah memancing tafsir: “anjing” dan “bulan” sebagai dua citra yang sering diasosiasikan dengan naluri, kesetiaan, kerinduan, dan jarak.

Tema

Tema puisi ini adalah kerinduan dan hasrat cinta yang tak sepenuhnya terpenuhi. Cinta digambarkan sebagai dorongan naluriah yang kuat, namun selalu berjarak dan terhalang.

Puisi ini bercerita tentang relasi intim antara “aku” dan “ia” yang diwarnai sentuhan, restu, dan kerinduan. “Ia” memoles bibir “aku” dengan “warna pesisir nan jauh”, lalu memilih untuk tetap dirindukan. Tokoh aku menerima keadaan itu, meski perasaan yang muncul kemudian meledak menjadi geram dan liar ketika pandangan terhalang, sebagaimana anjing yang mengaum pada bulan yang tertutup awan.

Makna tersirat

Makna tersirat puisi ini menunjukkan bahwa cinta tidak selalu hadir sebagai kehadiran nyata, melainkan sebagai jarak yang disengaja. Kerinduan justru menjadi cara cinta itu bertahan. Ungkapan “aku mengaum saat awan menghalangi pandang” menyiratkan frustrasi batin ketika harapan atau objek cinta tertutup keadaan yang tak dapat dikendalikan.

Suasana dalam puisi

Puisi ini menghadirkan suasana intim sekaligus gelisah. Ada kelembutan pada awal puisi, tetapi berubah menjadi kegundahan dan luapan naluri pada bagian akhir, terutama dengan hadirnya citra mengaum dan hujan yang tak tertampung tanah.

Amanat / pesan yang disampaikan puisi

Amanat yang dapat ditangkap dari puisi ini adalah bahwa cinta sering kali berkelindan dengan kerinduan dan ketidakpastian. Merestui jarak berarti juga menerima kemungkinan luka, namun di situlah cinta menemukan intensitasnya.

Puisi "Percintaan Anjing Bulan" karya Badruddin Emce menunjukkan bahwa cinta dapat hadir dalam bentuk yang liar, singkat, dan penuh simbol. Dengan bahasa yang hemat namun sugestif, puisi ini membuka ruang tafsir tentang relasi, kerinduan, dan naluri manusia yang sering mengaum pada sesuatu yang jauh dan tak sepenuhnya bisa diraih.

Badruddin Emce
Puisi: Percintaan Anjing Bulan
Karya: Badruddin Emce

Biodata Badruddin Emce:
  • Badruddin Emce lahir di Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada tanggal 5 Juli 1962.
© Sepenuhnya. All rights reserved.