Perjalanan Jauh
Telah kulakukan perjalanan, amat jauh
mengorbit lewat kasyaf. Panorama
dahsyat di mana-mana. Begitu semesta
noktah-noktah memancar dari arasy
1986
Sumber: Malam Hujan (2012)
Analisis Puisi:
Puisi "Perjalanan Jauh" karya Hijaz Yamani merupakan puisi pendek yang padat makna dan sarat nuansa spiritual. Meski hanya terdiri dari beberapa larik, puisi ini menghadirkan pengalaman perjalanan yang melampaui batas fisik, memasuki wilayah kesadaran batin dan kosmik. Diksi yang digunakan cenderung metafisis dan religius, mengajak pembaca menyelami pengalaman mistik.
Tema
Tema utama puisi ini adalah perjalanan spiritual dan pencarian makrifat. Perjalanan yang dimaksud bukan sekadar perpindahan ruang, melainkan perjalanan batin yang menghubungkan manusia dengan semesta dan sumber keberadaan.
Puisi ini bercerita tentang pengalaman seseorang yang telah menempuh perjalanan sangat jauh melalui “kasyaf”, sebuah istilah dalam tradisi sufistik yang merujuk pada tersingkapnya tabir batin. Dalam perjalanan tersebut, penyair menyaksikan panorama dahsyat semesta, titik-titik cahaya yang memancar dari “arasy”, simbol pusat kekuasaan dan keagungan Ilahi.
Makna tersirat
Makna tersirat puisi ini adalah bahwa pengetahuan terdalam tentang kehidupan dan semesta tidak selalu dicapai melalui logika atau perjalanan fisik, melainkan melalui pengalaman batin dan pencerahan spiritual. Orbit, semesta, dan arasy menyiratkan kesadaran manusia yang bergerak mengelilingi pusat makna yang transenden.
Suasana dalam puisi
Suasana dalam puisi terasa agung, kontemplatif, dan penuh kekaguman. Kata-kata seperti “amat jauh”, “panorama dahsyat”, dan “memancar” menciptakan atmosfer keheningan yang sekaligus menggetarkan batin.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Amanat puisi ini adalah dorongan untuk membuka diri terhadap pengalaman batin dan kesadaran spiritual. Puisi ini mengingatkan bahwa perjalanan sejati manusia adalah perjalanan menuju pengenalan diri dan Tuhannya, yang menuntut keheningan, keterbukaan, dan kerendahan hati.
Puisi "Perjalanan Jauh" karya Hijaz Yamani menunjukkan bahwa kedalaman makna tidak selalu ditentukan oleh panjang teks. Dengan bahasa yang padat dan simbolik, puisi ini mengajak pembaca merenungi perjalanan batin manusia yang melintasi semesta, menuju pusat kesadaran dan cahaya transenden.
