Petuah Gadis Pemalas
Ne,
Mak engkau sering mengingat
Jangan serakkan baju sembarang tempat
Cucilah cepat-cepat jangan sampai jadi sarang lalat
Lipatlah rapat-rapat setrika dengan cermat masuk
lemari kunci rapat-rapat
Engkau tak dengar ne,
Mak engkau cakap engkau jarang mandi
Jarang pula gosok gigi
Paling banyak sekali dalam sehari
Itupun lagi kau sudi
Leher dan badan penuh daki
Bau ketiak setengah mati
Apalah kau ni
Macam mana nak berlaki
Jangankan urus suami
Jaga diri pun kau tak ahli
Ne,
Dengarlah cakap Mak
Engkau gadis cantik berkulit putih pulak
Jangan taruk barang berlepak-lepak
Kalau tak di bawah kasur kau buang ke semak
Apalagi kalau sudah muak kau pegang pun tidak
Malulah sama kemanak malu sama bapak sampai
kapan kau nak berserak
Di rumah mertua engkau kena sepak
Kata Mak lagi ne,
Gadis yang cantik menjaga diri
Bersihkan badan bersihkan hati
Bersolek berbedak bertabur minyak wangi
Harum sepanjang hari
Gadis mana takkan iri hati
Saat memandang bunga kasturi
Lelaki tampan pun datang memuji
Sudahlah ne,
Jangan lagi jadi pemalas
Cepat bergegas cepat berkemas
Sebelum engkau kena kebas
Wajah cantikmu jadi tak berparas
Pekanbaru, 4 Desember 2009
Analisis Puisi:
Puisi "Petuah Gadis Pemalas" menampilkan potret relasi ibu dan anak perempuan dalam ruang domestik yang akrab, keras, sekaligus penuh kepedulian. Melalui bahasa tutur yang menyerupai percakapan sehari-hari, penyair menghadirkan nasihat yang panjang, berulang, dan nyaris seperti omelan, namun di balik itu tersimpan nilai moral dan budaya yang kuat.
Tema
Tema utama puisi ini adalah nasihat tentang kedisiplinan, kebersihan diri, dan tanggung jawab perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Tema ini berkelindan dengan nilai sosial tentang citra perempuan, etika rumah tangga, serta persiapan menuju kehidupan dewasa.
Puisi ini bercerita tentang seorang ibu (“Mak”) yang terus-menerus menasihati anak gadisnya (“Ne”) yang dianggap pemalas, jorok, dan kurang menjaga diri. Sang ibu menegur kebiasaan anaknya yang malas mandi, tidak merapikan pakaian, serta sembarangan meletakkan barang. Nasihat tersebut juga mengarah pada kekhawatiran masa depan: bagaimana anak gadis itu kelak menjalani kehidupan berumah tangga dan diterima di lingkungan mertua.
Makna tersirat
Makna tersirat puisi ini adalah gambaran tekanan sosial yang dilekatkan pada perempuan. Kebersihan, kerapian, dan kecantikan bukan hanya urusan pribadi, tetapi juga menjadi tolok ukur nilai diri dan kehormatan keluarga. Puisi ini tidak sekadar menegur kemalasan, melainkan merefleksikan bagaimana perempuan sering dibentuk sejak dini agar sesuai dengan standar sosial tertentu.
Suasana dalam puisi
Puisi ini menghadirkan suasana cerewet, menggurui, namun akrab. Nada teguran yang keras bercampur dengan rasa sayang, sehingga suasananya terasa hidup, realistis, dan dekat dengan pengalaman sehari-hari dalam keluarga.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Amanat puisi ini adalah pentingnya kedisiplinan, kebersihan, dan tanggung jawab terhadap diri sendiri. Selain itu, puisi ini juga mengingatkan bahwa nasihat orang tua—meski terdengar keras—sering berangkat dari kepedulian dan kekhawatiran akan masa depan anaknya.
Puisi "Petuah Gadis Pemalas" karya Kunni Masrohanti berhasil menangkap realitas sosial dengan bahasa yang lugas dan bernuansa lisan. Di balik kesan lucu dan cerewet, puisi ini menyimpan refleksi tentang pendidikan karakter, peran orang tua, serta tekanan budaya yang melekat pada perempuan sejak usia muda.
Karya: Kunni Masrohanti
Biodata Kunni Masrohanti:
- Kunni Masrohanti lahir pada tanggal 11 April 1974 di Siak Sri Indrapura, Riau, Indonesia Indonesia.