Puisi: Rasa yang Tak Kunjung Memudar (Karya Pena Senja)

Puisi “Rasa yang Tak Kunjung Memudar” karya Pena Senja bercerita tentang seseorang yang menyapa seseorang dari masa lalu melalui tulisan.

Rasa yang Tak Kunjung Memudar

Hai, kamu.

Mungkin tulisan ini tidak akan sampai padamu. Mungkin juga sampai; tapi kamu tidak akan mengira ini aku.

Bolehkah aku rindu? Sungguh rindu ini hadir tanpa aku undang. Sudah aku abaikan, tapi ia malah makin berlebihan. Kepergianmu kali ini seharusnya sudah menjelaskan banyak hal.

Tentangmu yang tidak lagi menginginkanku;

Tentangmu yang sudah memiliki keterikatan dengan gadis yang kala itu engkau jadikan foto profilmu. Aneh, bukan? Sudah sejelas itu goresan yang engkau tinggalkan—tapi tetap tidak bisa menghapus segala perasaanku untukmu.

Sampai saat ini aku hanya percaya bahwa kamu tidaklah jahat—kita tidak bisa bersua karena jarak yang ada. Sering kali juga aku berandai-andai,

“andai jarak kita tidak sejauh ini, apakah kamu akan tetap di sini?”

Pojok Kamar, 19 Oktober 2025

Analisis Puisi:

Puisi “Rasa yang Tak Kunjung Memudar” karya Pena Senja merupakan puisi liris bernuansa personal yang menyoroti pengalaman kehilangan, kerinduan, dan ketidakmampuan hati untuk benar-benar melepaskan. Disajikan dalam bentuk seperti surat atau pesan yang tak pernah terkirim, puisi ini menempatkan pembaca sebagai saksi atas pergulatan batin seseorang yang masih terikat oleh perasaan masa lalu.

Bahasa yang digunakan lugas dan emosional, sehingga puisi terasa jujur dan dekat dengan pengalaman banyak orang.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kerinduan yang bertahan meskipun cinta tidak lagi berbalas. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema kehilangan, jarak, dan ketidakberdayaan perasaan di hadapan kenyataan. Puisi ini menunjukkan bahwa rasa tidak selalu tunduk pada logika dan keputusan sadar.

Puisi ini bercerita tentang seseorang yang menyapa seseorang dari masa lalu melalui tulisan. Ia menyadari bahwa orang yang dirindukan sudah pergi, tidak lagi menginginkannya, dan bahkan telah memiliki keterikatan dengan orang lain. Meski fakta-fakta itu jelas, perasaan rindu tetap hadir tanpa bisa dicegah.

Penyair juga menyinggung jarak sebagai alasan utama ketidakmungkinan pertemuan, sembari terus berandai-andai tentang kemungkinan yang tidak pernah terjadi.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini mengungkapkan bahwa melepaskan bukan perkara keputusan, melainkan proses panjang yang sering kali tidak sejalan dengan akal sehat. Ketika penyair mengatakan percaya bahwa “kamu tidaklah jahat”, tersirat upaya untuk berdamai dengan luka tanpa menumbuhkan kebencian.

Pertanyaan “andai jarak kita tidak sejauh ini” menyiratkan penyesalan, harapan tersisa, sekaligus kesadaran bahwa kenyataan tidak bisa diulang.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi terasa sendu, lirih, dan reflektif. Nada pengakuan batin yang tenang justru memperkuat kesedihan yang tertahan. Tidak ada ledakan emosi, tetapi ada kesunyian yang panjang dan melelahkan.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat atau pesan yang disampaikan puisi ini adalah bahwa perasaan tidak selalu bisa dikendalikan, namun manusia tetap memiliki pilihan untuk bersikap dewasa terhadap luka. Puisi ini mengajarkan tentang penerimaan—bahwa mencintai tidak selalu berarti memiliki, dan merindukan tidak selalu harus berujung pada pertemuan. Puisi ini juga mengingatkan bahwa jarak, baik fisik maupun emosional, dapat mengubah segalanya tanpa bisa ditawar.

Puisi “Rasa yang Tak Kunjung Memudar” karya Pena Senja adalah potret jujur tentang cinta yang tertinggal di satu sisi. Dengan gaya bertutur yang tenang dan reflektif, puisi ini menunjukkan bahwa tidak semua rasa bisa selesai dengan perpisahan. Kadang, yang tersisa hanyalah tulisan, pengandaian, dan rindu yang perlahan dipelajari untuk diterima—meskipun tak pernah benar-benar hilang.

Pena Senja
Puisi: Rasa yang Tak Kunjung Memudar
Karya: Pena Senja

Biodata Pena Senja:

Pena Senja lahir pada tanggal 20 Februari 2004 di Tangerang. Sejak duduk di kelas 4 SD, tepatnya di SDN Sukamanah 1, ia sudah gemar mengumpulkan komik dengan berbagai genre, di antaranya ada cerita rakyat, horor, dan jenaka. Ia memiliki hobi membaca, menulis, dan menonton film. Gadis dengan zodiak pisces ini sangat suka dengan warna biru, katanya biru itu bisa menenangkan bisa juga menenggelamkan.
© Sepenuhnya. All rights reserved.