Seberkas Rindu
Seberkas rindu yang tak mampu aku utarakan dengan kata-kata
Karena tak mampu aku menjelaskannya
Rasa rindu ini sangat mencekam hatiku
Aku hanya merasakannya
Ia bagaikan luka lama yang tergores lagi
Yang meneteskan darah kerinduan yang tak kunjung sembuh
Padanya aku berkaca tentang rindu yang tak kunjung henti ini
Aku tak tahu kapan hatiku berhenti merindu akan Dikau
Karena hatiku merindukan Dia yang tak terpahami
Namun aku Ia ada dalam hatiku
2023
Analisis Puisi:
Puisi "Seberkas Rindu" karya Okto Son merupakan ungkapan batin yang sangat personal tentang perasaan rindu yang mendalam dan sulit diungkapkan. Melalui larik-larik sederhana namun emosional, penyair mengekspresikan kegelisahan hati yang terus dirundung kerinduan, hingga kata-kata pun terasa tidak lagi memadai untuk menjelaskannya.
Tema
Tema utama puisi ini adalah kerinduan yang mendalam dan berkepanjangan. Puisi ini juga menyentuh tema keterbatasan bahasa dalam mengungkapkan perasaan batin serta kerinduan eksistensial terhadap sosok yang tidak sepenuhnya terpahami.
Puisi ini bercerita tentang seseorang yang merasakan rindu begitu kuat hingga tak sanggup diutarakan dengan kata-kata. Rindu itu hanya dapat dirasakan, bukan dijelaskan. Ia hadir seperti luka lama yang kembali tergores, menimbulkan rasa perih yang terus mengalir. Penyair menyadari bahwa kerinduan tersebut tidak kunjung berhenti, karena yang dirindukan adalah “Dia” yang misterius, tetapi nyata bersemayam di dalam hati.
Makna tersirat
Makna tersirat puisi ini mengarah pada kerinduan yang bukan sekadar emosional, tetapi juga spiritual. Sosok “Dikau” dan “Dia” dapat ditafsirkan sebagai seseorang yang dicintai, namun juga dapat dimaknai sebagai Tuhan atau sesuatu yang transenden. Kerinduan yang tak terpahami itu menunjukkan keterbatasan manusia dalam memahami dan mengungkapkan perasaan terdalamnya, sekaligus kerinduan akan kehadiran yang memberi makna hidup.
Suasana dalam puisi
Suasana dalam puisi terasa lirih, melankolis, dan penuh kegelisahan. Rasa mencekam di hati, luka lama yang terbuka kembali, dan ketidakpastian kapan rindu akan berakhir membentuk suasana batin yang sendu dan intens.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Amanat atau pesan yang disampaikan puisi ini dapat ditafsirkan sebagai ajakan untuk menerima perasaan rindu sebagai bagian dari kemanusiaan. Puisi ini menyiratkan bahwa tidak semua hal harus atau bisa dijelaskan; ada pengalaman batin yang cukup dirasakan dan dihayati dengan keikhlasan.
Puisi "Seberkas Rindu" adalah puisi ungkapan batin yang jujur dan emosional. Okto Son berhasil menghadirkan rindu sebagai pengalaman yang sunyi, menyakitkan, tetapi sekaligus menghidupi hati—sebuah rasa yang tak selalu bisa dijelaskan, namun terus ada dan berdenyut dalam diri manusia.
