Puisi: Sebuah Harapan (Karya Pena Senja)

Puisi "Sebuah Harapan" karya Pena Senja bercerita tentang harapan seorang ibu (atau orang tua) kepada anaknya agar kelak dapat merasakan arti rumah ..

Sebuah Harapan

Nak, semoga nanti kamu bisa merasakan rumah yang hangat—penuh cinta dan kasih di dalamnya.

Rumah yang bukan cuma tempat berteduh, tapi juga bisa menjadi tempat untuk benar-benar merasa pulang.

Semoga nanti kamu bisa melihat ayahmu yang terus mencintai ibumu dengan hebat, tanpa pernah ada jeda baginya untuk mencintai ibumu tanpa syarat.

Semoga aku bisa memilihkan sosok ayah hebat untukmu, Nak. Ayah yang akan memenuhi tangki cinta untuk anak perempuannya, bukan ayah yang akan memberi luka untuk anak perempuannya.

Pojok Kamar, 3 November 2025

Analisis Puisi:

Puisi "Sebuah Harapan" karya Pena Senja merupakan ungkapan doa dan cinta yang sangat personal, dituturkan dengan bahasa sederhana namun sarat makna emosional. Puisi ini berbentuk tuturan langsung kepada seorang anak, sehingga menghadirkan nuansa keintiman dan ketulusan yang kuat. Setiap lariknya berisi harapan, perlindungan, dan keinginan agar sang anak kelak tumbuh dalam lingkungan yang aman secara emosional.

Tema

Tema utama puisi ini adalah harapan orang tua terhadap kebahagiaan dan kesehatan emosional anak. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema keluarga, cinta tanpa syarat, dan peran orang tua dalam membentuk rasa aman seorang anak.

Puisi ini bercerita tentang harapan seorang ibu (atau orang tua) kepada anaknya agar kelak dapat merasakan arti rumah yang sesungguhnya. Rumah tidak hanya dimaknai sebagai bangunan fisik, melainkan sebagai ruang penuh cinta, kehangatan, dan rasa pulang. Puisi ini juga bercerita tentang keinginan memilih sosok ayah yang tepat—ayah yang mampu mencintai ibu dan anaknya dengan utuh, tanpa melukai.

Makna tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah kesadaran akan pentingnya lingkungan keluarga yang sehat bagi tumbuh kembang anak, khususnya anak perempuan. Tersirat pula adanya pengalaman atau bayangan tentang luka masa lalu, yang membuat penyair begitu berhati-hati dalam berharap. Puisi ini menyiratkan bahwa tidak semua rumah adalah tempat yang aman, dan tidak semua ayah hadir sebagai sumber cinta. Oleh karena itu, harapan menjadi bentuk perlindungan sekaligus doa.

Suasana dalam puisi

Suasana dalam puisi ini terasa hangat, lembut, dan penuh kasih, namun di baliknya terselip kehati-hatian dan kecemasan yang halus. Nada doanya tenang, reflektif, dan emosional, seolah lahir dari pengalaman batin yang mendalam.

Amanat / pesan yang disampaikan puisi

Amanat yang dapat ditangkap adalah pentingnya menghadirkan cinta tanpa syarat dalam keluarga. Puisi ini mengingatkan bahwa peran orang tua—terutama ayah—sangat besar dalam membentuk rasa aman dan kepercayaan diri anak. Cinta yang utuh, konsisten, dan tidak melukai menjadi fondasi utama sebuah rumah yang layak disebut “pulang”.

Puisi "Sebuah Harapan" karya Pena Senja adalah puisi reflektif yang sederhana secara bahasa, tetapi kuat secara emosional. Puisi ini tidak hanya menyuarakan cinta orang tua kepada anak, melainkan juga menjadi pengingat bahwa keluarga yang sehat dimulai dari kesadaran, tanggung jawab, dan keberanian untuk tidak mewariskan luka kepada generasi berikutnya.

Pena Senja
Puisi: Sebuah Harapan
Karya: Pena Senja

Biodata Pena Senja:

Pena Senja lahir pada tanggal 20 Februari 2004 di Tangerang. Sejak duduk di kelas 4 SD, tepatnya di SDN Sukamanah 1, ia sudah gemar mengumpulkan komik dengan berbagai genre, di antaranya ada cerita rakyat, horor, dan jenaka. Ia memiliki hobi membaca, menulis, dan menonton film. Gadis dengan zodiak pisces ini sangat suka dengan warna biru, katanya biru itu bisa menenangkan bisa juga menenggelamkan.
© Sepenuhnya. All rights reserved.