Sebuah Pilihan
Jika kupu-kupu memilih terbang menjauh apakah kita harus mengejarnya?
Atau membiarkan kupu-kupu lain singgah lalu menetap di taman kita?
Pojok Kamar, 17 Oktober 2025
Analisis Puisi:
Puisi "Sebuah Pilihan" karya Pena Senja merupakan puisi pendek yang mengandalkan pertanyaan retoris dan simbol alam untuk menyampaikan kegelisahan batin. Dengan hanya dua baris, puisi ini mampu membuka ruang perenungan tentang perasaan, keputusan, dan sikap manusia ketika berhadapan dengan kehilangan dan kesempatan baru.
Tema
Tema utama puisi ini adalah pilihan dalam menghadapi kepergian dan kemungkinan baru. Penyair menyoroti dilema antara mempertahankan sesuatu yang pergi atau membuka diri terhadap kehadiran yang lain.
Puisi ini bercerita tentang situasi ketika seseorang yang dicintai atau diharapkan memilih pergi. Penyair dihadapkan pada dua kemungkinan: mengejar yang menjauh atau menerima kehadiran baru yang datang dengan sendirinya.
Makna tersirat
Makna tersirat puisi ini menunjukkan bahwa tidak semua yang pergi harus dikejar, dan tidak semua yang datang harus ditolak. Kupu-kupu menjadi simbol perasaan atau seseorang yang bebas menentukan arah. Puisi ini mengajak pembaca untuk memahami bahwa melepaskan kadang lebih bijak daripada memaksa, dan menerima yang baru tidak selalu berarti mengkhianati yang lama.
Suasana dalam puisi
Suasana puisi cenderung tenang dan kontemplatif, dipenuhi keraguan yang lembut, bukan kepanikan atau kemarahan.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Puisi ini menyampaikan pesan bahwa setiap hubungan dan perasaan menuntut kedewasaan dalam memilih. Ketika sesuatu pergi, manusia memiliki hak untuk menentukan sikap: bertahan dalam penantian atau melangkah maju dengan membuka ruang baru dalam hidupnya.
Puisi "Sebuah Pilihan" adalah puisi singkat yang kuat secara makna. Pena Senja berhasil menyederhanakan persoalan emosional yang kompleks ke dalam simbol alam yang lembut, sehingga pembaca diajak merenungi pilihan hidup dengan kepala dingin dan hati yang lapang.
Karya: Pena Senja
Biodata Pena Senja:
Pena Senja lahir pada tanggal 20 Februari 2004 di Tangerang. Sejak duduk di kelas 4 SD, tepatnya di SDN Sukamanah 1, ia sudah gemar mengumpulkan komik dengan berbagai genre, di antaranya ada cerita rakyat, horor, dan jenaka. Ia memiliki hobi membaca, menulis, dan menonton film. Gadis dengan zodiak pisces ini sangat suka dengan warna biru, katanya biru itu bisa menenangkan bisa juga menenggelamkan.