Puisi: Setelah Kutinggalkan Loksado (Karya Handrawan Nadesul)

Puisi "Setelah Kutinggalkan Loksado" karya Handrawan Nadesul bercerita tentang seseorang yang mengenang Loksado setelah meninggalkannya.

Selembar Kartupos Tak Terkirim

Setelah Kutinggalkan Loksado


Sisakan untukku sehelai kayu manis kehidupan
Menemaniku mencari rasa wangi ujung petetirahanku
Hanya syair kini menemaniku di reranting dusunmu
Kucoba menyusun kembali masa lalu yang pernah karam
Kini tinggal lautan silam

Di riam Hulu Banyu aku membaca warisan musim
Lewat kata-kata yang tidak pernah aku mengerti
Dendang malam dengan bunyi yang lain
Begitu banyak yang perlu diceriterakan bagi anak cucu
Juga tentang bukit-bukit yang selalu tersedu

Di Muara Hatip aku pernah termangu sendiri
Menuliskan apa saja tentangmu
Tentang kabut yang bersembunyi di lubukmu
Tentang awan yang hilang dari tatatapanmu
Tentang senja yang tak pernah menjadi jingga

Hanya karena pelukanmu tak lagi basah kelopak mataku
Pada angin dan semua tangkai daun kusimpan syairku
Mudah-mudahan esok masih ada yang disisakan
Burung-burung tidak lagi kehilangan dahan
Sebab Loksado aku ingin mengenangmu.

2017

Sumber: Untukmu Aku Bernyanyi (2018)

Analisis Puisi:

Puisi "Setelah Kutinggalkan Loksado" merupakan puisi perenungan yang kuat tentang ingatan, kehilangan, dan hubungan batin manusia dengan ruang asalnya. Loksado tidak hanya hadir sebagai nama tempat geografis, melainkan sebagai lanskap emosional yang menyimpan sejarah, kenangan, dan warisan kehidupan yang terus hidup dalam kesadaran penyair.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kerinduan dan ingatan terhadap tanah asal yang ditinggalkan, sekaligus kegelisahan atas perubahan dan kemungkinan lenyapnya nilai-nilai alam serta tradisi yang pernah hidup di dalamnya.

Puisi ini bercerita tentang seseorang yang mengenang Loksado setelah meninggalkannya. Ia menelusuri kembali memori tentang sungai, bukit, kabut, senja, dan kehidupan yang pernah ia saksikan. Melalui ingatan tersebut, penyair berusaha merangkai kembali masa lalu yang telah “karam”, namun masih meninggalkan jejak batin yang kuat.

Makna tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini menunjukkan kekhawatiran akan hilangnya warisan alam dan budaya jika tidak dijaga dan dikenang. Ingatan terhadap Loksado menjadi bentuk perlawanan terhadap lupa, sekaligus doa agar alam tetap lestari dan kehidupan tetap berkelanjutan bagi generasi berikutnya.

Suasana dalam puisi

Suasana dalam puisi ini terasa melankolis, reflektif, dan lirih. Ada rasa kehilangan yang tenang, kerinduan yang mendalam, serta kesedihan halus yang mengalir bersama kenangan tentang alam dan kehidupan yang perlahan menjauh.

Amanat / pesan yang disampaikan puisi

Puisi ini menyampaikan pesan agar manusia menjaga hubungan dengan alam dan menghormati jejak sejarah tempat-tempat yang pernah memberi kehidupan. Kenangan bukan sekadar nostalgia, tetapi juga pengingat akan tanggung jawab untuk merawat warisan alam dan budaya agar tidak punah.

Puisi "Setelah Kutinggalkan Loksado" karya Handrawan Nadesul adalah puisi kenangan yang lembut namun sarat makna. Ia menempatkan alam sebagai saksi sejarah dan ruang batin manusia, sekaligus mengingatkan bahwa meninggalkan sebuah tempat tidak pernah benar-benar memutus ikatan emosional yang telah tumbuh di dalamnya.

Handrawan Nadesul
Puisi: Setelah Kutinggalkan Loksado
Karya: Handrawan Nadesul

Biodata Handrawan Nadesul:
  • Dr. Handrawan Nadesul (Gouw Han Goan) lahir pada tanggal 31 Desember 1948 di Karawang, Jawa Barat.
© Sepenuhnya. All rights reserved.