Sosok dalam Cermin
Aku menggenggam sebuah cermin; di dalamnya terdapat sosok yang katanya kuat.
Bagaimana tidak, karna saat terluka sosoknya tetap berkata tidak apa-apa. Bagaimana tidak dianggap kuat, jika sedih pun tetap bisa memberi senyum.
Sosok yang tegar; katanya.
Meski tangannya gemetar tetap saja ia kerjakan. Meski langkahnya tanpa arah tetap saja ia melangkah.
Meski air mata mulai memerah ia masih bisa bertanya,
“hai apakah kamu baik-baik saja?”
Teruntuk sosok dalam cermin,
Hai ... terima kasih untuk semua kuat yang kamu usahakan itu. Terima kasih untuk tetap bertahan meski tidak mudah. Semoga langkah mungilmu bisa membawamu pada apa yang kamu inginkan.
Pojok Kamar, 1 Desember 2025
Analisis Puisi:
Puisi "Sosok dalam Cermin" karya Pena Senja menghadirkan perenungan batin yang intim tentang ketegaran diri. Dengan simbol sederhana berupa cermin, penyair mengajak pembaca menengok ke dalam diri sendiri, melihat sosok yang sering kali dianggap kuat oleh dunia, tetapi menyimpan banyak luka yang tidak selalu terucap.
Tema
Tema utama puisi ini adalah ketegaran dan perjuangan batin seseorang dalam menghadapi luka hidup. Puisi ini juga menyentuh tema self-acceptance, penghargaan terhadap diri sendiri, serta kekuatan yang tumbuh dari keikhlasan untuk tetap bertahan.
Puisi ini bercerita tentang dialog batin seseorang dengan bayangannya sendiri di dalam cermin. Sosok dalam cermin digambarkan sebagai pribadi yang tetap tersenyum meski terluka, tetap melangkah meski gemetar dan tanpa arah, serta masih mampu peduli pada orang lain di tengah kesedihannya sendiri.
Makna tersirat
Makna tersirat puisi ini adalah bahwa kekuatan sejati sering kali tidak terlihat dalam bentuk keberanian besar, melainkan dalam kesediaan untuk bertahan dan terus berjalan meski rapuh. Cermin menjadi simbol kesadaran diri: bahwa sosok yang selama ini dianggap “kuat” adalah diri sendiri yang telah berjuang melewati banyak hal tanpa banyak keluhan.
Suasana dalam puisi
Suasana dalam puisi ini cenderung haru, reflektif, dan menenangkan. Ada nuansa sendu yang lembut, tetapi juga kehangatan dan penguatan, terutama pada bagian akhir yang berisi ungkapan terima kasih kepada diri sendiri.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Amanat yang disampaikan puisi ini adalah pentingnya menghargai diri sendiri atas segala perjuangan yang telah dilalui. Puisi ini mengajak pembaca untuk tidak meremehkan luka yang disembunyikan di balik senyum, serta belajar memberi apresiasi pada diri sendiri, sekecil apa pun langkah yang telah diusahakan.
Puisi "Sosok dalam Cermin" adalah puisi yang sederhana namun kuat secara emosional. Pena Senja berhasil menyuarakan pengalaman universal banyak orang: terlihat kuat di luar, tetapi menyimpan pergulatan di dalam. Puisi ini menjadi pengingat lembut bahwa bertahan saja sudah merupakan bentuk keberanian yang layak dihargai.
Karya: Pena Senja
Biodata Pena Senja:
Pena Senja lahir pada tanggal 20 Februari 2004 di Tangerang. Sejak duduk di kelas 4 SD, tepatnya di SDN Sukamanah 1, ia sudah gemar mengumpulkan komik dengan berbagai genre, di antaranya ada cerita rakyat, horor, dan jenaka. Ia memiliki hobi membaca, menulis, dan menonton film. Gadis dengan zodiak pisces ini sangat suka dengan warna biru, katanya biru itu bisa menenangkan bisa juga menenggelamkan.