Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi: Starting Over Again (Karya Juniarso Ridwan)

Puisi "Starting Over Again" karya Juniarso Ridwan bercerita tentang seseorang yang perlahan terjaga dari tidur panjang—baik secara fisik maupun batin.
Starting Over Again

dibatasi kelopak mata, melintas bayangan
burung dalam genggaman rembulan. mulai
terjaga dari tidur panjang, kemudian
langit merunduk bersama ribuan pohon;
mengeja asma-Mu.

dalam figura hatiku, ikan-ikan berenang
ke hulu dan para musafir mencari tahu
hakikat ketiadaan. Persis ibrahim
kagum atas kepatuhan alam semesta:
masih adakah rindu itu menjelma?

1990-1992

Sumber: Semua Telah Berubah, Tuan (Ultimus, 2006)

Analisis Puisi:

Puisi "Starting Over Again" karya Juniarso Ridwan menghadirkan pengalaman kebangkitan batin yang bersifat spiritual dan reflektif. Dengan bahasa yang lirih serta simbol-simbol alam dan religius, puisi ini mengajak pembaca memasuki ruang kesadaran baru—sebuah permulaan ulang yang tidak bersifat riuh, melainkan sunyi dan penuh perenungan.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kebangkitan spiritual dan pencarian makna hidup. Kebangkitan tersebut digambarkan sebagai proses sadar setelah “tidur panjang”, yang mengantar subjek lirik pada perenungan tentang Tuhan, ketiadaan, dan rindu metafisis.

Puisi ini bercerita tentang seseorang yang perlahan terjaga dari tidur panjang—baik secara fisik maupun batin. Dalam kesadaran yang baru itu, ia menyaksikan alam yang tunduk dan bertasbih, mengenang pencarian para musafir, serta menimbang ulang pertanyaan mendasar tentang hakikat hidup, ketiadaan, dan hubungan manusia dengan Sang Pencipta.

Makna tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa memulai kembali bukanlah soal mengulang hidup dari titik nol secara lahiriah, melainkan menyadari kembali posisi manusia di hadapan Tuhan dan semesta. Kesadaran spiritual muncul ketika manusia mampu melihat alam sebagai tanda-tanda ketundukan, sebagaimana kekaguman Nabi Ibrahim terhadap kepatuhan alam semesta. Pertanyaan “masih adakah rindu itu menjelma?” menyiratkan kerinduan manusia untuk kembali merasakan kehadiran ilahi dalam hidupnya.

Suasana dalam puisi

Suasana dalam puisi terasa hening, kontemplatif, dan khusyuk. Keheningan itu lahir dari citra mata yang terpejam, bayangan yang melintas, hingga alam yang merunduk bersama ribuan pohon. Suasana ini mendukung proses permenungan dan kebangkitan batin yang tenang, bukan dramatis.

Amanat / pesan yang disampaikan puisi

Amanat puisi ini adalah ajakan untuk menyadari kembali nilai-nilai spiritual dalam hidup. Manusia diingatkan agar tidak terjebak dalam “tidur panjang” kesadaran, melainkan berani terjaga, bertanya, dan kagum pada keteraturan serta kepatuhan alam sebagai jalan mengenal Tuhan dan diri sendiri.

Imaji

Puisi ini kuat dalam imaji visual dan imaji gerak. Imaji visual tampak pada “burung dalam genggaman rembulan”, “langit merunduk bersama ribuan pohon”, serta “ikan-ikan berenang ke hulu”. Imaji gerak hadir melalui aktivitas berenang, melintas, dan mencari, yang menandakan perjalanan batin dan pencarian makna yang terus berlangsung.

Majas

Puisi ini menggunakan majas metafora dan personifikasi. Metafora terlihat pada “burung dalam genggaman rembulan” sebagai simbol jiwa yang terjaga dalam cahaya kesadaran. Personifikasi muncul pada “langit merunduk” dan alam yang “mengeja asma-Mu”, menggambarkan semesta sebagai makhluk yang tunduk dan berzikir kepada Tuhan.

Puisi "Starting Over Again" merupakan puisi yang sederhana namun padat makna. Juniarso Ridwan berhasil menghadirkan refleksi spiritual tentang kesadaran, pencarian, dan kerinduan manusia terhadap Yang Maha Ada, sekaligus menegaskan bahwa memulai kembali sering kali dimulai dari keheningan batin.

Puisi: Starting Over Again
Puisi: Starting Over Again
Karya: Juniarso Ridwan

Biodata Juniarso Ridwan:
  • Juniarso Ridwan lahir di Bandung, Jawa Barat, pada tanggal 10 Juni 1955.
© Sepenuhnya. All rights reserved.