Puisi: Tabir Waktu (Karya Pena Senja)

Puisi "Tabir Waktu" karya Pena Senja bercerita tentang seseorang yang memilih pergi bukan semata karena kesadaran atau luka hati, tetapi karena ...

Tabir Waktu

Ada yang bilang,
“seseorang memilih pergi karna dua hal.
Pertama karena matanya telah terbuka.
Kedua karena hatinya terluka.”

Lalu bagaimana dengan seseorang yang memiliki trauma dan hanya memiliki harapan kecil lantas harapan itu dipadamkan dengan atau tanpa sengaja?
Lunglai, ia bahkan tidak bisa berdiri dengan seimbang.

Pojok Kamar, 2 Desember 2025

Analisis Puisi:

Puisi "Tabir Waktu" karya Pena Senja menghadirkan perenungan mendalam tentang luka batin, trauma, dan rapuhnya harapan manusia. Dengan bahasa sederhana namun sarat makna, puisi ini mengajak pembaca menyelami sisi psikologis seseorang yang berada di persimpangan antara bertahan dan pergi.

Tema

Tema utama puisi ini adalah trauma, kerapuhan batin, dan runtuhnya harapan. Puisi menyoroti kondisi emosional seseorang yang terluka dan kehilangan pegangan dalam hidup.

Puisi ini bercerita tentang seseorang yang memilih pergi bukan semata karena kesadaran atau luka hati, tetapi karena trauma yang mendalam serta harapan kecil yang akhirnya padam. Sosok ini digambarkan tidak lagi memiliki kekuatan untuk berdiri tegak, baik secara fisik maupun mental.

Makna tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini menunjukkan bahwa keputusan seseorang untuk menjauh atau menyerah sering kali dipicu oleh luka yang tidak terlihat. Trauma yang terus dipendam, ditambah hilangnya harapan—baik disengaja maupun tidak—dapat melumpuhkan seseorang hingga kehilangan keseimbangan hidupnya.

Suasana dalam puisi

Suasana puisi terasa sendu, muram, dan penuh kelelahan emosional. Nada tanya yang muncul mencerminkan kebingungan dan keputusasaan, seolah penyair sedang mencari pemahaman atas penderitaan yang dialami.

Amanat / pesan yang disampaikan puisi

Puisi ini menyampaikan pesan agar manusia lebih peka terhadap luka batin orang lain, karena tidak semua kepergian atau sikap menjauh lahir dari pilihan bebas. Terkadang, itu adalah bentuk kelelahan jiwa akibat trauma dan harapan yang dikhianati.

Puisi "Tabir Waktu" adalah puisi reflektif yang menyingkap sisi gelap perjalanan batin manusia. Pena Senja menghadirkan pesan bahwa di balik setiap kepergian dan keterpurukan, ada luka yang sering tak terucap, serta harapan kecil yang seharusnya dijaga, bukan dipadamkan.

Pena Senja
Puisi: Tabir Waktu
Karya: Pena Senja

Biodata Pena Senja:

Pena Senja lahir pada tanggal 20 Februari 2004 di Tangerang. Sejak duduk di kelas 4 SD, tepatnya di SDN Sukamanah 1, ia sudah gemar mengumpulkan komik dengan berbagai genre, di antaranya ada cerita rakyat, horor, dan jenaka. Ia memiliki hobi membaca, menulis, dan menonton film. Gadis dengan zodiak pisces ini sangat suka dengan warna biru, katanya biru itu bisa menenangkan bisa juga menenggelamkan.
© Sepenuhnya. All rights reserved.