Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi: Tembang Kali Code (Karya Diah Hadaning)

Puisi "Tembang Kali Code" karya Diah Hadaning bercerita tentang seseorang yang menyapa “sang kalasuba” di tepi Kali Code, menyaksikan bagaimana ...
Tembang Kali Code

Menyapa sang kalasuba
di akhir musim ngusung mimpi
anak negeri kehilangan matahari
episode emas hanyut dalam arus
darah, hitam merah hitam merah.

Menyapa sang kalasuba
pernah janjikan mutiara naga
lewat pesan tabib perempuan Indian tua
kubasuhlah segala luka darah
dengan tetesan embun iman.

Subuh lewat
zuhur lewat
asar lewat
magrib lewat
isya' lewat
hening malam pun tiba.

Musim merentang waktu
padang rumput telah berbatu
lereng berkabut telah berlumut
ruang dan waktu selembar langit
aku terdiam lama di bantaran Code.

Yogya, Februari 2000

Analisis Puisi:

Puisi "Tembang Kali Code" karya Diah Hadaning menghadirkan perenungan yang kuat tentang sejarah, luka kolektif, dan perjalanan waktu yang menyisakan keheningan. Kali Code—yang dikenal sebagai sungai yang membelah ruang sosial dan kultural—dijadikan latar simbolik untuk merekam ingatan, kehilangan, serta harapan yang tak sepenuhnya pulih. Puisi ini bergerak dari sapaan mitologis, peristiwa traumatis, hingga kesunyian reflektif di penghujung bait.

Tema

Tema utama puisi ini adalah luka sejarah dan penderitaan kolektif yang mengalir bersama waktu. Puisi ini juga memuat tema kehilangan harapan, kejatuhan masa keemasan, serta pencarian makna spiritual di tengah reruntuhan sosial dan batin. Kali Code bukan sekadar sungai, melainkan simbol arus sejarah yang membawa darah, kenangan, dan keheningan.

Puisi ini bercerita tentang seseorang yang menyapa “sang kalasuba” di tepi Kali Code, menyaksikan bagaimana mimpi anak negeri hanyut bersama arus. Kisah dalam puisi bergerak melalui fragmen-fragmen simbolik: hilangnya “matahari”, episode emas yang lenyap, darah yang mengalir, serta janji penyembuhan yang pernah disampaikan melalui pesan mistis dan spiritual.

Bagian tengah puisi memperlihatkan perlintasan waktu yang ditandai oleh lewatnya waktu-waktu salat, seolah menegaskan lamanya penantian dan kesunyian. Pada akhirnya, penyair terdiam di bantaran Code, menjadi saksi bisu perjalanan musim, perubahan alam, dan akumulasi luka yang belum sepenuhnya sembuh.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini mengarah pada kritik dan refleksi terhadap sejarah kekerasan, pengkhianatan janji, serta trauma sosial yang diwariskan. Ungkapan “episode emas hanyut dalam arus” menyiratkan runtuhnya masa ideal atau harapan besar yang gagal diwujudkan. Sementara pengulangan warna “hitam merah” menegaskan siklus kekerasan dan penderitaan yang terus berulang.

Puisi ini juga menyiratkan kegelisahan spiritual: doa-doa telah dilalui, waktu telah bergerak, tetapi jawaban atau pemulihan tak kunjung hadir. Keheningan di akhir puisi menjadi simbol ketidakpastian, sekaligus sikap pasrah setelah perjalanan panjang menunggu perubahan.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini terasa muram, reflektif, dan penuh keheningan. Nuansa duka dan kelelahan batin terasa kuat, terutama setelah deretan waktu salat yang “lewat” satu per satu, hingga malam tiba. Suasana ini tidak meledak-ledak, melainkan menekan dan kontemplatif, sejalan dengan sikap diam penyair di bantaran sungai.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat yang dapat ditangkap dari puisi ini adalah pentingnya kesadaran dan ingatan terhadap luka sejarah serta penderitaan yang pernah terjadi. Puisi ini mengingatkan bahwa waktu memang terus berjalan, tetapi luka yang tidak disadari dan disembuhkan hanya akan menjadi keheningan yang menumpuk.

Selain itu, puisi ini menyiratkan pesan tentang keteguhan iman dan refleksi batin, meskipun harapan tidak selalu menjelma seperti yang dijanjikan. Diam di bantaran Code menjadi simbol perenungan, bukan sekadar keputusasaan.

Puisi "Tembang Kali Code" karya Diah Hadaning adalah puisi yang padat simbol, kaya tafsir, dan sarat refleksi sejarah serta spiritual. Dengan bahasa yang lirih namun tegas, puisi ini mengajak pembaca merenungkan kembali hubungan antara waktu, luka, iman, dan keheningan yang kerap menyertai perjalanan sebuah bangsa maupun batin manusia.

"Puisi: Tembang Kali Code (Karya Diah Hadaning)"
Puisi: Tembang Kali Code
Karya: Diah Hadaning
© Sepenuhnya. All rights reserved.