Puisi: Tentang Impian (Karya Doel CP Allisah)

Puisi "Tentang Impian" karya Doel CP Allisah bercerita tentang seseorang yang menasihati “kau” agar tidak terjebak pada bayangan kemewahan dan ...
Tentang Impian

Bila kemewahan dan kesenangan
dapat segera kau reguk dengan sekelebat senyum pesona
kau akan menangisinya sepanjang waktu
seperti juga kau selalu memandang dari diri sendiri
mengira semua adalah jalan landai menuju hari datang
kapan kau akan merasa perihnya debu atau terik menyengat
atau gigil dingin serta rindu biru yang mencekat dadamu?

Kau tak akan menemukan apa-apa
kau tak akan merasakan kangen melesat bila bersua
kau tak punya pelabuhan untuk merapat
kau tak punya aku yang mendekap
kau tak akan punya kasih sayang
tak punya harapan dan semangat
kau tak bisa berbagi suka-duka
dan itu adalah kesendirian

Pada akhirnya apakah yang kau cari dalam hidupmu sayang?
Selain kerelaan dan rasa syukur
karena yang sempurna itu hanya miliknya
hanya milik-Nya!

2014

Analisis Puisi:

Puisi "Tentang Impian" karya Doel CP Allisah menghadirkan perenungan yang lembut namun tegas tentang arti impian, keberhasilan, dan makna hidup. Melalui bahasa yang komunikatif dan bernada reflektif, penyair seakan berdialog langsung dengan sosok “kau”, mengajak pembaca meninjau ulang cara memandang kebahagiaan, kesuksesan, dan tujuan hidup.

Tema

Tema utama puisi ini adalah hakikat impian dan pencarian makna hidup. Puisi ini juga mengangkat tema kesederhanaan, kerelaan, dan spiritualitas sebagai penyeimbang ambisi duniawi.

Puisi ini bercerita tentang seseorang yang menasihati “kau” agar tidak terjebak pada bayangan kemewahan dan kesenangan yang serba mudah. Penyair mempertanyakan makna kebahagiaan jika hidup dilalui tanpa perjuangan, tanpa luka, tanpa rindu, dan tanpa perih. Di bagian akhir, puisi berubah menjadi refleksi spiritual, menegaskan bahwa yang benar-benar layak dicari dalam hidup adalah kerelaan dan rasa syukur kepada Tuhan.

Makna tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah kritik terhadap cara pandang hidup yang mengukur impian semata-mata dari hasil dan kenikmatan instan. Penyair menyiratkan bahwa impian yang dicapai tanpa proses justru akan melahirkan kehampaan dan kesendirian. Rasa sakit, rindu, dingin, dan terik digambarkan sebagai bagian penting dari pengalaman manusia yang memberi makna pada hidup.

Kesempurnaan, menurut puisi ini, bukanlah milik manusia, melainkan milik Tuhan semata.

Suasana dalam puisi

Suasana dalam puisi cenderung reflektif dan kontemplatif. Nada tutur yang tenang, penuh pertanyaan, dan berujung pada kepasrahan spiritual menciptakan suasana perenungan yang mendalam.

Amanat / pesan yang disampaikan puisi

Amanat atau pesan yang disampaikan puisi ini adalah ajakan untuk menata ulang impian dengan kesadaran batin. Puisi ini mengingatkan bahwa hidup bukan hanya tentang meraih kemewahan, melainkan tentang belajar menerima, bersyukur, dan berbagi kasih sayang. Tanpa itu semua, keberhasilan justru berubah menjadi kesepian.

Puisi "Tentang Impian" adalah puisi nasihat yang hangat dan meneduhkan. Doel CP Allisah mengajak pembaca memahami bahwa impian sejati bukanlah soal apa yang dimiliki, melainkan bagaimana manusia menjalani hidup dengan kerelaan, rasa syukur, dan kesadaran bahwa kesempurnaan hanya milik-Nya.

Doel CP Allisah
Puisi: Tentang Impian
Karya: Doel CP Allisah
© Sepenuhnya. All rights reserved.