Analisis Puisi:
Puisi "Tentang Impian" karya Doel CP Allisah menghadirkan perenungan yang lembut namun tegas tentang arti impian, keberhasilan, dan makna hidup. Melalui bahasa yang komunikatif dan bernada reflektif, penyair seakan berdialog langsung dengan sosok “kau”, mengajak pembaca meninjau ulang cara memandang kebahagiaan, kesuksesan, dan tujuan hidup.
Tema
Tema utama puisi ini adalah hakikat impian dan pencarian makna hidup. Puisi ini juga mengangkat tema kesederhanaan, kerelaan, dan spiritualitas sebagai penyeimbang ambisi duniawi.
Puisi ini bercerita tentang seseorang yang menasihati “kau” agar tidak terjebak pada bayangan kemewahan dan kesenangan yang serba mudah. Penyair mempertanyakan makna kebahagiaan jika hidup dilalui tanpa perjuangan, tanpa luka, tanpa rindu, dan tanpa perih. Di bagian akhir, puisi berubah menjadi refleksi spiritual, menegaskan bahwa yang benar-benar layak dicari dalam hidup adalah kerelaan dan rasa syukur kepada Tuhan.
Makna tersirat
Makna tersirat puisi ini adalah kritik terhadap cara pandang hidup yang mengukur impian semata-mata dari hasil dan kenikmatan instan. Penyair menyiratkan bahwa impian yang dicapai tanpa proses justru akan melahirkan kehampaan dan kesendirian. Rasa sakit, rindu, dingin, dan terik digambarkan sebagai bagian penting dari pengalaman manusia yang memberi makna pada hidup.
Kesempurnaan, menurut puisi ini, bukanlah milik manusia, melainkan milik Tuhan semata.
Suasana dalam puisi
Suasana dalam puisi cenderung reflektif dan kontemplatif. Nada tutur yang tenang, penuh pertanyaan, dan berujung pada kepasrahan spiritual menciptakan suasana perenungan yang mendalam.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Amanat atau pesan yang disampaikan puisi ini adalah ajakan untuk menata ulang impian dengan kesadaran batin. Puisi ini mengingatkan bahwa hidup bukan hanya tentang meraih kemewahan, melainkan tentang belajar menerima, bersyukur, dan berbagi kasih sayang. Tanpa itu semua, keberhasilan justru berubah menjadi kesepian.
Puisi "Tentang Impian" adalah puisi nasihat yang hangat dan meneduhkan. Doel CP Allisah mengajak pembaca memahami bahwa impian sejati bukanlah soal apa yang dimiliki, melainkan bagaimana manusia menjalani hidup dengan kerelaan, rasa syukur, dan kesadaran bahwa kesempurnaan hanya milik-Nya.
Karya: Doel CP Allisah