Puisi: Sajak Buat Bapak (Karya Doel CP Allisah) Sajak Buat Bapak Bapak, aku merasakan semua luka tapi tak bisa berkata-kata ah, mari kita diam saja sebab…
Puisi: Pulang (Karya Doel CP Allisah) Pulang (1) Ketika aku tinggalkan tanjungpriok lembayung senja dan angin dingin segera menyergap mimpiku …
Puisi: Blok M (Karya Doel CP Allisah) Blok M Dari jendela bus bertingkat seluruh pandang kubingkiskan buatmu untuk ribuan iklan yang berkejaran …
Puisi: Dongeng Bulan Mei - Februari (Karya Doel CP Allisah) Dongeng Bulan Mei - Februari (2) Setelah aku pergi, kau masih punya catatan-catatan Yang meriwayatkan gebalau ka…
Puisi: Tentang Impian (Karya Doel CP Allisah) Tentang Impian Bila kemewahan dan kesenangan dapat segera kau reguk dengan sekelebat senyum pesona kau akan menangisinya sepanjang waktu se…
Puisi: Engkau (Karya Doel CP Allisah) Engkau Apakah yang bisa membatasi cintaku padamu langit malam bertabur gemintang atau ruang maha luas tak bertepi dari sisi manapun aku, en…
Puisi: Di Bawah Panorama Lhok Geulumpang (Karya Doel CP Allisah) Di Bawah Panorama Lhok Geulumpang (: Bagi penyair Meulaboh) Kalau bukit itu luruh dalam hujan dan mengubur se…
Puisi: Lagu Sedih Wanitaku (Karya Doel CP Allisah) Lagu Sedih Wanitaku Seekor burung melintasi waktu menertawakan musim yang berlalu segera mimpi mengisi tanggal dan hari dalam tidurnya, see…
Puisi: Sajak Perempuanku (Karya Doel CP Allisah) Sajak Perempuanku Perempuanku lembut bagaikan sutera rambut panjangnya melambangkan pikiran yang matang dada yang hangat getaran pesona…
Puisi: Pantai Itu, Pasca Tsunami (Karya Doel CP Allisah) Pantai Itu (Pasca Tsunami) Dengan sekali hempasan dia hancurkan pantai-pantai itu lalu ujong batee-indrapatra-aluenaga-kuala aceh-ulee lheue-…
Puisi: Ulee Lheue, Rotasi Waktu (Karya Doel CP Allisah) Ulee Lheue (Rotasi Waktu) Kalau ada waktu, kita akan berkencan sepanjang malam hingga angin mabuk oleh harum rambutmu yang menyesatkan jalan pulan…
Puisi: Rumah (Karya Doel CP Allisah) Rumah Rumah adalah surga, yang setia mendekapmu ketika kau tidur atau mengucap: tinggal dulu ya? kepadanya, entah siapa tentram mengangguk …
Puisi: Flight to Juli (Karya Doel CP Allisah) Flight to Juli (1) Sudah kita halau angin dengan kasih cinta ke dalam tempias hujan di koridor pagi tempat kesengsaraan dan kenikmatan bers…
Puisi: Tentang Kerelaan (Karya Doel CP Allisah) Tentang Kerelaan Relakan segala apa yang pernah kita rasakan, kepahitan dan segala nikmat adalah udara dalam nafas yang mengantar debu dan sakit ke…