Tentang Janji
Jangan menjanjikan apa pun, Tuan.
Sebab meski aku diam sebenarnya hatiku sangat menantikan. Tapi semoga apa yang engkau rencanakan bisa dilancarkan dan diberi kemudahan.
Pojok Kamar, 14 November 2025
Analisis Puisi:
Puisi "Tentang Janji" karya Pena Senja merupakan puisi pendek dengan nada lirih dan personal. Puisi ini menyimpan ketegangan batin yang kuat antara keinginan untuk berharap dan kesadaran akan risiko kekecewaan. Bahasa yang digunakan sederhana, tetapi sarat makna emosional, sehingga pembaca diajak menyelami perasaan yang sering muncul dalam relasi antarmanusia.
Tema
Tema utama puisi ini adalah harapan dan kehati-hatian terhadap janji. Puisi ini menyoroti dilema batin seseorang yang sebenarnya berharap, namun memilih untuk tidak menggantungkan diri pada janji orang lain.
Puisi ini bercerita tentang sikap seseorang yang meminta agar tidak diberikan janji, meskipun di dalam hatinya terdapat penantian yang kuat. Tokoh lirik digambarkan sebagai sosok yang sadar bahwa janji bisa melahirkan harapan, dan harapan yang tak terpenuhi berpotensi menghadirkan luka. Oleh karena itu, ia memilih bersikap tenang di luar, meski batinnya bergejolak.
Makna tersirat
Makna tersirat dalam puisi ini adalah perlindungan diri dari kekecewaan. Larik “meski aku diam sebenarnya hatiku sangat menantikan” menunjukkan konflik batin antara keinginan dan kewaspadaan. Sementara itu, doa agar rencana “Tuan” dilancarkan menyiratkan keikhlasan dan kedewasaan emosional: tokoh lirik tidak menuntut, hanya berharap secara sunyi.
Suasana dalam puisi
Suasana dalam puisi ini terasa tenang, lirih, dan melankolis. Ada kelembutan sekaligus kehati-hatian dalam setiap lariknya, menciptakan nuansa batin yang hening namun sarat perasaan.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Puisi ini menyampaikan pesan tentang pentingnya bijak dalam memberi dan menerima janji. Janji bukan sekadar kata, tetapi dapat menumbuhkan harapan yang dalam. Oleh karena itu, kejujuran dan kesadaran akan konsekuensi emosional menjadi hal yang sangat penting dalam hubungan antarmanusia.
Puisi "Tentang Janji" karya Pena Senja menunjukkan bahwa kekuatan puisi tidak selalu terletak pada panjangnya larik, melainkan pada kejujuran emosi yang disampaikan. Puisi ini merekam perasaan yang sederhana namun universal: harapan yang disimpan diam-diam, serta kebijaksanaan untuk tidak menggantungkan hati pada janji yang belum tentu terwujud.
Karya: Pena Senja
Biodata Pena Senja:
Pena Senja lahir pada tanggal 20 Februari 2004 di Tangerang. Sejak duduk di kelas 4 SD, tepatnya di SDN Sukamanah 1, ia sudah gemar mengumpulkan komik dengan berbagai genre, di antaranya ada cerita rakyat, horor, dan jenaka. Ia memiliki hobi membaca, menulis, dan menonton film. Gadis dengan zodiak pisces ini sangat suka dengan warna biru, katanya biru itu bisa menenangkan bisa juga menenggelamkan.