Analisis Puisi:
Puisi "Tentang Jarak" karya A. Munandar adalah karya singkat yang padat makna. Meskipun terdiri dari hanya empat baris, puisi ini mampu menyampaikan kedalaman rasa yang kompleks, terutama tentang rindu, keterpisahan, dan upaya menjaga cinta di tengah jarak.
Tema
Tema puisi ini adalah kerinduan dan perjuangan menjaga hubungan di tengah jarak. Sang penyair mengungkapkan bahwa rindu bukanlah hal yang sederhana untuk dipahami, apalagi ketika jarak menjadi penghalang yang nyata.
Puisi ini bercerita tentang dua insan yang saling mencintai, namun terpisahkan oleh jarak. Dalam kondisi tersebut, satu-satunya pegangan mereka adalah cinta, yang diungkapkan melalui upaya merayu, merajut harapan, dan mengusir kesepian, meskipun pertemuan terasa sulit terwujud.
Makna tersirat
Makna tersirat dari puisi ini adalah bahwa cinta membutuhkan kesabaran, keteguhan, dan upaya terus-menerus, terutama ketika jarak menjadi tantangan. Rindu tidak hanya sekadar rasa ingin bertemu, tetapi juga ujian kesetiaan dan kekuatan hubungan. "Jarak meludahi perjuangan temu" adalah metafora pahit yang menunjukkan bahwa hambatan fisik dapat melemahkan semangat, namun cinta tetap menjadi pengikat.
Suasana dalam puisi
Suasana dalam puisi ini terasa sendu, lirih, dan penuh kerinduan. Ada nada melankolis yang kuat, tetapi di baliknya terselip kekuatan untuk tetap bertahan meski keadaan tidak mendukung.
Amanat / pesan yang disampaikan
Pesan yang dapat diambil dari puisi ini adalah bahwa jarak bukan alasan untuk menyerah pada cinta. Meskipun rindu sulit dipahami dan hambatan terasa menyakitkan, kesetiaan dan kesungguhan hati akan menjaga hubungan tetap hidup.
Imaji
Imaji yang muncul di antaranya adalah imaji perasaan dan visual:
- "jarak meludahi perjuangan temu" memunculkan gambaran jarak sebagai entitas yang menghalangi dan bahkan mengejek usaha pertemuan.
- "merajut-rajut sepi" menghadirkan imaji taktil (sentuhan) dan visual tentang seseorang yang mencoba mengisi kekosongan dengan harapan.
Majas
Puisi ini menggunakan beberapa majas, antara lain:
- Personifikasi – "jarak meludahi perjuangan temu", memberikan sifat manusia pada jarak.
- Metafora – "merajut-rajut sepi" menggambarkan usaha mengisi kesepian dengan cinta, seperti merajut kain.
Karya: A. Munandar
