Puisi: Terang Itu Masih Ada (Karya Sam Haidy)

Puisi “Terang Itu Masih Ada” karya Sam Haidy bercerita tentang seseorang yang mengalami penghinaan, kekerasan fisik, dan penghakiman massa.
Terang Itu Masih Ada

Ia ditelanjangi
Lalu dihakimi beramai-ramai
Namun tak ia gunakan tangannya
Untuk memukul balik
Melainkan menutupi kemaluannya...

Hantaman datang bertubi-tubi
Serapah tumpah tak henti-henti
Namun ia tetap bergeming
Dengan senyum tenang tersungging.

Sungguhpun dalam dadanya
Ia marah
Ia lelah
Namun ia berusaha pasrah...

Ia percaya
Terang itu masih ada
Dan pada saatnya nanti
Akan menjemputnya kembali.

Ciamis, 23 Maret 2011

Analisis Puisi:

Puisi “Terang Itu Masih Ada” karya Sam Haidy menghadirkan potret keteguhan batin manusia di tengah kekerasan sosial dan penghinaan. Dengan bahasa yang lugas dan narasi yang jelas, puisi ini mengangkat persoalan martabat, kesabaran, serta keyakinan akan harapan yang tidak pernah sepenuhnya padam.

Tema

Tema utama puisi ini adalah ketabahan dan harapan di tengah penindasan. Puisi menyoroti kekuatan moral seseorang yang memilih tidak membalas kekerasan dengan kekerasan.

Puisi ini bercerita tentang seseorang yang mengalami penghinaan, kekerasan fisik, dan penghakiman massa. Alih-alih melawan, tokoh tersebut memilih menutup kemaluannya sebagai simbol menjaga martabat, lalu bertahan dengan sikap tenang dan keyakinan akan datangnya terang.

Makna tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah kritik terhadap kekerasan kolektif dan mentalitas menghakimi. Penyair menegaskan bahwa kekuatan sejati bukan terletak pada balas dendam, melainkan pada kemampuan menjaga kemanusiaan dan harapan, bahkan saat diperlakukan tidak adil.

Suasana dalam puisi

Suasana puisi terasa tegang dan getir di bagian awal, lalu berangsur menjadi tenang dan penuh harap di bagian akhir. Pergeseran suasana ini menegaskan transformasi batin tokoh utama.

Amanat / pesan yang disampaikan puisi

Amanat puisi ini adalah ajakan untuk tetap percaya pada kebaikan dan keadilan, meski berada dalam situasi yang menyakitkan. Kesabaran dan keyakinan akan terang menjadi jalan untuk bertahan tanpa kehilangan martabat.

Puisi “Terang Itu Masih Ada” karya Sam Haidy merupakan pernyataan puitik tentang daya tahan manusia. Di tengah penghinaan dan kekerasan, puisi ini menegaskan bahwa harapan tidak mudah dipadamkan, dan selama keyakinan pada terang masih ada, martabat manusia tetap terjaga.

"Puisi Sam Haidy"
Puisi: Terang Itu Masih Ada
Karya: Sam Haidy
© Sepenuhnya. All rights reserved.