Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi: Usaikah Hari (Karya Muhammad Rois Rinaldi)

Puisi "Usaikah Hari" karya Muhammad Rois Rinaldi bercerita tentang seseorang yang merasa terperangkap dalam kesakitan batin. Ia mempertanyakan ...
Usaikah Hari

Kepada siapa lagi kupercayakan suara
jika angin tak henti menguping
mengabarkan pada seisi bumi
aku terperangkap dalam butiran embun
menggigil menguap lantas turuni hujan
airmata dan darah bercampur dalam hati.

Kupacu hari meninggalkan jejak letih
mencari sepotong jantung yang tercuri
aku telah meminta matahari lebih setia
tapi ia selalu saja membenamkan diri
menghadapkanku pada malam gelap
sebelum aku mampu menemukannya

Kepada siapa kubisikkan tetesan perih ini
usaikan pencarian dan mengubur diri!

Cilegon, Banten, 28 November 2011

Analisis Puisi:

Puisi "Usaikah Hari" karya Muhammad Rois Rinaldi menampilkan pergulatan batin yang intens, diliputi rasa kehilangan, kelelahan, dan keputusasaan. Bahasa yang puitis dan simbolik menjadikan puisi ini sebagai ruang pengakuan, tempat seseorang mempertanyakan kepercayaan, harapan, dan tujuan pencarian hidupnya.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kelelahan eksistensial dan pencarian makna di tengah penderitaan batin. Puisi ini merekam rasa kehilangan kepercayaan serta keinginan untuk mengakhiri pencarian yang tak kunjung memberi jawaban.

Puisi ini bercerita tentang seseorang yang merasa terperangkap dalam kesakitan batin. Ia mempertanyakan kepada siapa lagi suara dan perihnya dapat dipercayakan, sementara angin seolah menjadi saksi yang membocorkan rahasianya ke seluruh bumi. Ia memacu hari, mencari sesuatu yang hilang—“sepotong jantung yang tercuri”—namun terus berhadapan dengan malam dan kegelapan.

Makna tersirat

Makna tersirat puisi ini mengungkapkan kegelisahan mendalam manusia ketika harapan tidak berbalas. Matahari yang tidak setia melambangkan harapan yang selalu datang dan pergi, sementara malam gelap menandakan kesunyian dan keterasingan. Pertanyaan di akhir puisi menyiratkan keinginan menyerah, namun sekaligus menjadi jeritan batin yang meminta pengertian.

Suasana dalam puisi

Suasana puisi terasa muram, gelap, dan menekan. Ada kesedihan, keputusasaan, dan kelelahan batin yang kuat, seolah penyair berada di ambang menyerah setelah perjalanan panjang yang melelahkan.

Amanat / pesan yang disampaikan puisi

Puisi ini menyiratkan amanat bahwa kelelahan dan rasa perih adalah bagian dari pencarian hidup manusia. Mengakui luka dan keletihan batin merupakan bentuk kejujuran terhadap diri sendiri, meskipun jawabannya tidak selalu segera ditemukan.

Puisi "Usaikah Hari" merupakan puisi pengakuan yang lirih dan getir. Muhammad Rois Rinaldi berhasil menghadirkan suara manusia yang lelah oleh pencarian panjang, terombang-ambing antara harapan dan keputusasaan, serta bertanya apakah hari—dan pencarian itu sendiri—telah usai.

Muhammad Rois Rinaldi
Puisi: Usaikah Hari
Karya: Muhammad Rois Rinaldi

Biodata Muhammad Rois Rinaldi:
  • Muhammad Rois Rinaldi lahir pada tanggal 8 Mei 1988 di Banten, Indonesia.
© Sepenuhnya. All rights reserved.