Analisis Puisi:
Puisi "Usaikah Hari" karya Muhammad Rois Rinaldi menampilkan pergulatan batin yang intens, diliputi rasa kehilangan, kelelahan, dan keputusasaan. Bahasa yang puitis dan simbolik menjadikan puisi ini sebagai ruang pengakuan, tempat seseorang mempertanyakan kepercayaan, harapan, dan tujuan pencarian hidupnya.
Tema
Tema utama puisi ini adalah kelelahan eksistensial dan pencarian makna di tengah penderitaan batin. Puisi ini merekam rasa kehilangan kepercayaan serta keinginan untuk mengakhiri pencarian yang tak kunjung memberi jawaban.
Puisi ini bercerita tentang seseorang yang merasa terperangkap dalam kesakitan batin. Ia mempertanyakan kepada siapa lagi suara dan perihnya dapat dipercayakan, sementara angin seolah menjadi saksi yang membocorkan rahasianya ke seluruh bumi. Ia memacu hari, mencari sesuatu yang hilang—“sepotong jantung yang tercuri”—namun terus berhadapan dengan malam dan kegelapan.
Makna tersirat
Makna tersirat puisi ini mengungkapkan kegelisahan mendalam manusia ketika harapan tidak berbalas. Matahari yang tidak setia melambangkan harapan yang selalu datang dan pergi, sementara malam gelap menandakan kesunyian dan keterasingan. Pertanyaan di akhir puisi menyiratkan keinginan menyerah, namun sekaligus menjadi jeritan batin yang meminta pengertian.
Suasana dalam puisi
Suasana puisi terasa muram, gelap, dan menekan. Ada kesedihan, keputusasaan, dan kelelahan batin yang kuat, seolah penyair berada di ambang menyerah setelah perjalanan panjang yang melelahkan.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Puisi ini menyiratkan amanat bahwa kelelahan dan rasa perih adalah bagian dari pencarian hidup manusia. Mengakui luka dan keletihan batin merupakan bentuk kejujuran terhadap diri sendiri, meskipun jawabannya tidak selalu segera ditemukan.
Puisi "Usaikah Hari" merupakan puisi pengakuan yang lirih dan getir. Muhammad Rois Rinaldi berhasil menghadirkan suara manusia yang lelah oleh pencarian panjang, terombang-ambing antara harapan dan keputusasaan, serta bertanya apakah hari—dan pencarian itu sendiri—telah usai.
Puisi: Usaikah Hari
Karya: Muhammad Rois Rinaldi
Biodata Muhammad Rois Rinaldi:
- Muhammad Rois Rinaldi lahir pada tanggal 8 Mei 1988 di Banten, Indonesia.
