Y
Kita tidak akan bisa tidur kalau tinggal di hotel itu
Namun kita akan menuju ke kota itu dan menginap
Di hotel yang demikian
Pelayannya suka mengomel dan mabok
Pelancong suka singgah
Hanya untuk berdansa sepanjang malam
dengan perempuan-perempuan malas yang kekenyangan
Oleh janji-janji dan parfum
Kita tidak akan bisa tidur
Namun kita akan menginap di hotel yang demikian
Si dia menghempaskan destarnya yang basah
Lainnya berkata: "Amsterdam, Coca cola, Epictetus"
lainnya lagi minta perempuan dari Beyrut
Dan kau memesan kamar di tingkat atas
Agar dapat melihat gedung-gedung, parit-parit
Dan akasia-akasia biru
Bunga-bunga salam berjatuhan karena angin Desember
Dan pulas di atas tanah
Lainnya akan mengamati dari lobang jendela:
Asap apakah kiranya yang terbang di situ
Seperti burung-burung nazar?
Dan di sebuah restoran
Pemabok itu tersedu mendengarkan gamelan
Yang menggaung bagai lebah
kemudian terbang ke taman-taman bunga
Dan kau akan mencium bau kasturi
Kijang-kijang yang disembelih
Pedang apakah kiranya yang terhunus itu?
Dan di sebuah rumah sakit, pasien itu tak tahu
Bahwa seorang perawat
Sedang mengunci kamarnya
Dan pergi ke zat lainnya
1972
Sumber: Horison (Maret, 1974)
Analisis Puisi:
Puisi “Y” karya Abdul Hadi WM menampilkan lanskap kota, perjalanan, dan pengalaman manusia modern yang sarat kegelisahan. Melalui gambaran hotel, pelancong, pesta malam, aroma, musik, hingga rumah sakit, puisi ini membangun dunia yang riuh sekaligus asing, seolah menempatkan pembaca dalam arus kehidupan yang bergerak tanpa henti dan tanpa kepastian.
Tema
Tema utama puisi ini adalah keterasingan manusia modern dalam hiruk-pikuk peradaban kota, disertai pencarian makna di tengah kenikmatan, kegaduhan, dan kelelahan eksistensial. Puisi ini juga menyentuh tema perjalanan, ilusi kebahagiaan, dan kegamangan batin.
Puisi ini bercerita tentang sekelompok “kita” yang menginap di sebuah hotel di kota asing—tempat yang tak memungkinkan tidur nyenyak, tetapi tetap dipilih sebagai persinggahan. Di hotel dan kota itu hadir pelayan mabuk, pelancong yang berdansa semalaman, perempuan-perempuan yang hidup dari janji dan parfum, percakapan acak tentang kota-kota dan filsafat, hingga pengamatan atas gedung, parit, bunga, asap, musik gamelan, bau kasturi, dan adegan sunyi di rumah sakit.
Makna tersirat
Makna tersirat puisi ini menunjukkan kritik halus terhadap kehidupan modern yang penuh sensasi, namun miskin ketenteraman. Hotel menjadi simbol dunia persinggahan—hidup yang dijalani tanpa akar, tanpa tidur yang benar-benar pulas. Kenikmatan malam, tarian, parfum, dan minuman keras hanya menjadi pengalih dari kehampaan yang lebih dalam.
Suasana dalam puisi
Suasana puisi terasa riuh, gelisah, dan surreal, berpadu dengan nuansa muram dan ganjil. Ada kegembiraan semu dari pesta dan perjalanan, tetapi sekaligus terselip rasa cemas, keterasingan, dan ketidaknyamanan yang terus mengikuti.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Puisi ini menyiratkan amanat agar manusia menyadari kekosongan di balik gaya hidup yang tampak bebas dan gemerlap. Tanpa kesadaran batin, perjalanan dan kenikmatan justru menjauhkan manusia dari ketenangan dan makna hidup yang sejati.
Puisi “Y” karya Abdul Hadi WM menghadirkan potret tajam tentang manusia modern yang bergerak dari satu tempat ke tempat lain, dari satu kenikmatan ke kenikmatan lain, namun tetap dibayangi kegelisahan. Dengan bahasa simbolik dan imaji kosmopolitan, puisi ini mengajak pembaca merenungi makna keberadaan di tengah dunia yang bising dan serba sementara.
Karya: Abdul Hadi WM
Biodata Abdul Hadi WM:
- Abdul Hadi WM (Abdul Hadi Widji Muthari) lahir di kota Sumenep, Madura, pada tanggal 24 Juni 1946.
- Abdul Hadi WM adalah salah satu tokoh Sastrawan Angkatan '66.
