Ada Senyap Kala Kulupa
pada Ina Hermina Herman di Cirebon
malam pun terpanggang sangsi
sebelum menghitung hari
sedang mengapa sejuta manusia
berlari, menghadang sepikah?
pun datang siang
dalam hati sungsang
sebelum sempat menagih janji
sudah diresapinya dalam dekat hati
di sanalah konon kuremas sendu
mencari-cari matamu, dalam potretmu
Pariaman, 1976
Sumber: Obsesi (1985)
Analisis Puisi:
Puisi “Ada Senyap Kala Kulupa” menghadirkan pengalaman batin yang retak oleh ingatan, penantian, dan kegelisahan eksistensial. Larik-lariknya bergerak dalam suasana sunyi yang padat makna, seolah memperlihatkan benturan antara waktu, janji, dan pencarian akan sosok yang tak lagi hadir secara utuh.
Tema
Tema utama puisi ini adalah kerinduan yang bercampur kegelisahan dan keterasingan batin. Di dalamnya juga tersirat tema waktu, ingatan, dan kesunyian yang lahir dari kehilangan atau jarak emosional.
Puisi ini bercerita tentang seseorang yang terjebak dalam senyap dan sangsi, menghadapi malam, siang, dan waktu yang terasa terbalik. Ia mencoba menagih janji, namun janji itu justru telah meresap ke dalam hati, menjadi sendu yang diremas dan dihadapi melalui kenangan—khususnya lewat potret dan tatapan mata seseorang yang dirindukan.
Makna Tersirat
Makna tersirat puisi ini adalah ketidakberdayaan manusia dalam menghadapi ingatan dan waktu. Janji yang tak sempat ditagih, pertemuan yang tak terjadi, serta pencarian pada “mata dalam potret” menandakan bahwa yang dikejar bukan lagi kehadiran nyata, melainkan bayangan masa lalu. Senyap menjadi ruang di mana kehilangan justru paling terasa.
Suasana dalam Puisi
Suasana dalam puisi ini cenderung muram, sunyi, dan gelisah. Ada perasaan sangsi, keterbalikan batin, serta kesedihan yang tertahan, terutama ketika malam dan siang hadir bukan sebagai penanda waktu, melainkan sebagai kondisi jiwa.
Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi
Amanat yang dapat ditangkap dari puisi ini adalah kesadaran bahwa tidak semua janji dan harapan dapat dipenuhi oleh waktu. Manusia sering kali hanya mampu berdamai dengan ingatan, meski itu menyisakan luka dan senyap yang panjang.
Puisi “Ada Senyap Kala Kulupa” karya Sutan Iwan Soekri Munaf adalah sajak reflektif tentang ingatan, kerinduan, dan keterasingan batin. Puisi ini menempatkan senyap bukan sebagai kekosongan, melainkan sebagai ruang paling jujur tempat manusia berhadapan dengan kehilangan dan dirinya sendiri.
Puisi: Ada Senyap Kala Kulupa
Karya: Sutan Iwan Soekri Munaf
Biodata Sutan Iwan Soekri Munaf:
- Nama Sebenarnya adalah Drs. Sutan Roedy Irawan Syafrullah.
- Sutan Iwan Soekri Munaf adalah nama pena.
- Sutan Iwan Soekri Munaf lahir di Medan pada tanggal 4 Desember 1957.
- Sutan Iwan Soekri Munaf meninggal dunia di Rumah Sakit Galaxy, Bekasi, Jawa Barat pada hari Selasa tanggal 24 April 2018.
