Puisi: Aku Ada Bersama (Karya Adri Darmadji Woko)

Puisi “Aku Ada Bersama” karya Adri Darmadji Woko bercerita tentang kehadiran seseorang yang memilih “ada bersama” mereka yang terasing: orang-orang ..

Aku Ada Bersama


Angin menggigilkan pepohonan, angin menggigilkan lelampuan jalan, angin menerbangkan kemarau, mengepak-kepakkan sayap rindu.

Aku ada bersama orang-orang jalanan yang terasing dari perbincangan di tengah padang tandus ibu kota yang harap pun menyergap bintang rebah di dada.

Aku ada bersama saudara-saudaraku yang setia memutar turbin kehidupan tiada berhenti selama terompah masih melekat di kaki sendiri.

Aku bercakap dengan aku, aku bersama dengan aku, seorang lelaki dengan duli berterbangan dalam hati merasa sendiri dan ingin bertemu dengan kau di situ.

1972

Sumber: Horison (Maret, 1975)

Analisis Puisi:

Puisi “Aku Ada Bersama” karya Adri Darmadji Woko menghadirkan suara liris yang tenang namun sarat empati. Puisi ini bergerak dari gambaran alam menuju potret manusia-manusia pinggiran, lalu berakhir pada dialog batin yang sunyi. Kata “bersama” menjadi poros utama puisi, bukan sebagai pernyataan kebersamaan yang riuh, melainkan sebagai sikap keberpihakan, kesadaran diri, dan pengakuan akan kesendirian yang tetap manusiawi.

Tema

Tema utama puisi ini adalah solidaritas, keterasingan, dan pencarian makna kebersamaan di tengah kesepian kota. Puisi ini juga memuat tema empati sosial dan kesadaran eksistensial, ketika penyair menempatkan dirinya sejajar dengan orang-orang yang terpinggirkan sekaligus berhadapan dengan dirinya sendiri.

Puisi ini bercerita tentang kehadiran seseorang yang memilih “ada bersama” mereka yang terasing: orang-orang jalanan, saudara-saudara yang terus bekerja memutar “turbin kehidupan”, serta dirinya sendiri yang bergulat dengan rasa sepi. Latar ibu kota yang tandus mempertegas situasi keras dan tidak ramah, sementara kebersamaan dihadirkan sebagai sikap batin, bukan kerumunan fisik.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini menunjukkan bahwa kebersamaan sejati tidak selalu berarti bebas dari kesepian. Seseorang bisa berpihak, peduli, dan merasa dekat dengan sesama, namun tetap menyimpan ruang sunyi dalam dirinya. Penyair tidak mengklaim sebagai penyelamat, melainkan sebagai sesama yang hadir, merasakan, dan mengakui keterbatasannya sendiri.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini terasa melankolis, reflektif, dan lirih. Angin yang menggigilkan, padang tandus, serta hati yang merasa sendiri membangun nuansa sunyi yang lembut, bukan putus asa, tetapi penuh perenungan.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Puisi ini menyampaikan pesan bahwa kehadiran dan empati adalah bentuk kebersamaan yang paling jujur, terutama bagi mereka yang hidup di pinggiran. Selain itu, puisi ini juga mengingatkan bahwa berdamai dengan diri sendiri adalah bagian penting dari perjalanan menjadi manusia yang utuh.

Puisi “Aku Ada Bersama” karya Adri Darmadji Woko adalah sajak tentang kehadiran yang sederhana namun bermakna. Di tengah ibu kota yang tandus dan manusia-manusia yang terasing, puisi ini tidak berteriak menawarkan solusi, melainkan memilih berdiri bersama—dalam empati, kesadaran, dan pengakuan akan kesepian diri. Sebuah puisi yang hening, hangat, dan manusiawi.

Adri Darmadji Woko
Puisi: Aku Ada Bersama
Karya: Adri Darmadji Woko

Biodata Adri Darmadji Woko:
  • Adri Darmadji Woko lahir pada tanggal 28 Juni 1951 di Yogyakarta.
© Sepenuhnya. All rights reserved.