Puisi: Alam Hati (Karya Abdul Wachid B. S.)

Puisi “Alam Hati” karya Abdul Wachid B. S. bercerita tentang pengalaman seseorang dalam menyelami alam hati dan jiwa manusia, yang digambarkan ...
Alam Hati

Dalam jejak harum malam tubuhmu yang bulan
Pohon-pohon musim bertumbuhan
Sebagai bayi yang lahir dari rahim bumi dan langit
Atas daun dan buahnya yang abadi
Matahari malam menabuh genta-genta cinta
Lalu menyulut api rohani

Dalam harum malam tubuhmu yang bulan, o jiwa!
Membuka kening dan dadamu sebagai gerbang langit
Membuka jantung dan hatimu sebagai pintu taman
Di situ terbentang alam baru yang
Megah dan menghanyutkan
Dibentengi tembok-tembok tinggi hingga ke malam
Petamanan itu dikucuri cahaya rembulan
Diberkahi nyanyian gadis-gadis penuh kemurnian
O, kebun batin!
Telah menyingkap tirai rahasianya
Matahari malam memancar

Dalam malam yang bulan
Dalam tubuhmu
Kini tak ada lagi kota yang menyileti jiwa
Tak ada si pencuri api bumi
Lalu jantung duniamu terbaring
Tak ada segala dan semuamu
Engkau telah terbaring di hati mutiara
Kemudian bangun sebagai
Manusia.

1989

Analisis Puisi:

Puisi “Alam Hati” karya Abdul Wachid B. S. adalah puisi panjang yang sarat dengan simbolisme, imaji alam, dan refleksi spiritual. Dengan bahasa yang kaya dan puitis, penyair mengeksplorasi pengalaman batin manusia, perjalanan spiritual, serta hubungan harmonis antara tubuh, jiwa, dan alam semesta.

Tema

Tema utama puisi ini adalah perjalanan batin, kesadaran spiritual, dan harmonisasi antara jiwa manusia dengan alam semesta. Selain itu, puisi ini menyinggung tema pencerahan, kemurnian, dan transformasi diri melalui pengalaman kontemplatif.

Puisi ini bercerita tentang pengalaman seseorang dalam menyelami alam hati dan jiwa manusia, yang digambarkan melalui metafora tubuh, alam, dan unsur kosmik seperti bulan dan matahari malam.

Beberapa peristiwa atau kondisi yang tergambar dalam puisi antara lain:
  • Tubuh manusia dan malam yang menjadi medium perenungan dan penghayatan cinta.
  • Alam dan pohon-pohon yang melambangkan kehidupan, pertumbuhan, dan kesuburan batin.
  • Transformasi batin menjadi “manusia” yang utuh setelah menyatu dengan alam hati, di mana segala gangguan duniawi lenyap, dan kebahagiaan serta kesadaran spiritual tercapai.
Dengan kata lain, puisi ini menggambarkan perjalanan menuju kesadaran diri dan pemurnian hati, melalui imersi dalam alam batin dan alam semesta.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah pembebasan diri dari keterikatan duniawi dan penemuan kedamaian batin. Frasa-frasa seperti “Tak ada si pencuri api bumi” dan “Engkau telah terbaring di hati mutiara” menyiratkan bahwa manusia yang berhasil menyelami alam hati akan terbebas dari gangguan lahiriah dan menemukan kebijaksanaan serta kedamaian.

Puisi ini juga menegaskan bahwa hubungan antara manusia dan alam adalah kunci pencerahan spiritual, di mana tubuh, jiwa, dan alam membentuk harmoni yang membawa manusia ke kesadaran penuh.

Suasana dalam Puisi

Suasana puisi ini magis, kontemplatif, dan penuh keindahan spiritual. Imaji malam, rembulan, pohon, dan taman batin menciptakan atmosfer yang mempesona, damai, dan menghanyutkan. Nada puisi tenang namun megah, memadukan sensasi mistis dengan kebahagiaan batin. Suasana ini mendorong pembaca untuk merenungkan hubungan diri dengan alam dan jiwa mereka sendiri.

Puisi “Alam Hati” karya Abdul Wachid B. S. adalah puisi yang kaya simbol, imaji, dan spiritualitas, menggambarkan perjalanan batin manusia dari keterikatan duniawi menuju pencerahan dan kebahagiaan batin. Dengan bahasa yang megah, metafora alam dan kosmis, serta suasana yang memukau, puisi ini mengajak pembaca untuk merenungkan dan menyelami kedalaman alam hati dan hubungan harmonis manusia dengan alam semesta.

Abdul Wachid B. S.
Puisi: Alam Hati
Karya: Abdul Wachid B. S.
© Sepenuhnya. All rights reserved.