Sumber: Horison (Juli, 1977)
Catatan:
Puisi Apa Ya Sebabnya, Apa kemudian hari dimasukkan ke dalam buku Silsilah Garong (1990).
Analisis Puisi:
Puisi "Apa Ya Sebabnya, Apa" merupakan salah satu karya F. Rahardi yang menampilkan kegelisahan manusia modern melalui pertanyaan-pertanyaan yang tampak sederhana, lugu, bahkan kadang jenaka. Namun di balik gaya tutur yang cair dan ironis, puisi ini menyimpan kritik sosial, absurditas birokrasi, serta kesepian eksistensial yang mendalam. Bertanya menjadi aktivitas utama penyair, tetapi jawaban yang diterima justru semakin memperlihatkan kekacauan makna hidup.
Tema
Tema utama puisi ini adalah kegelisahan eksistensial dan absurditas kehidupan sosial. Tema lain yang mengiringinya ialah kemandekan komunikasi, ketidakadilan sosial, serta kebingungan manusia dalam mencari makna dan kebenaran.
Puisi ini bercerita tentang seseorang yang terus-menerus bertanya tentang sebab-musabab berbagai hal—mulai dari bahasa, kekerasan, ketidakadilan, aturan sosial, hingga nasib diri setelah mati. Pertanyaan-pertanyaan itu diajukan kepada berbagai pihak: ahli, aparat, khalayak ramai, bahkan Tuhan. Namun hampir semua pertanyaan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, masuk akal, atau bermakna.
Makna tersirat
Makna tersirat puisi ini menunjukkan bahwa manusia hidup dalam sistem yang sering kali tidak mau atau tidak mampu menjelaskan dirinya sendiri. Jawaban yang diterima justru melahirkan kebingungan baru. Ketika pertanyaan rasional gagal dijawab secara rasional, tubuh dan insting mengambil alih—ditandai dengan tindakan-tindakan fisik yang absurd seperti bersetubuh, mencret, hingga muntah. Semua itu menyiratkan keterasingan manusia dari nalar, otoritas, dan bahkan dari dirinya sendiri.
Suasana dalam puisi
Suasana puisi cenderung gelisah, kacau, ironis, dan absurd. Pergeseran emosi dari dingin, ngantuk, takut, letih, hingga muak menciptakan atmosfer yang tidak stabil, mencerminkan batin penyair yang terus diguncang ketidakpastian.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Puisi ini menyampaikan pesan bahwa hidup bersama dalam sistem sosial sering kali tidak sesederhana aturan dan jawaban resmi. Pertanyaan manusia kerap diabaikan, disederhanakan, atau dijawab secara kosong. Puisi ini juga mengingatkan bahwa pencarian makna tanpa keberanian mendengar dan menjawab hanya akan melahirkan kesepian kolektif.
Puisi "Apa Ya Sebabnya, Apa" karya F. Rahardi menempatkan pertanyaan sebagai pusat pengalaman manusia. Namun alih-alih memperoleh pencerahan, pertanyaan-pertanyaan itu justru membuka jurang absurditas yang lebih luas. Dengan bahasa yang tampak main-main, puisi ini sebenarnya menyodorkan kritik tajam terhadap dunia yang ramai, penuh aturan, tetapi miskin makna dan empati. Pertanyaan terus diajukan, tetapi jawaban tak kunjung hadir—dan di situlah kesepian manusia menemukan bentuknya.
Karya: F. Rahardi
Biodata F. Rahardi:
- F. Rahardi (Floribertus Rahardi) lahir pada tanggal 10 Juni 1950 di Ambarawa, Jawa Tengah.
