Puisi: Apa Ya Sebabnya, Apa (Karya F. Rahardi)

Puisi "Apa Ya Sebabnya, Apa" karya F. Rahardi menyodorkan kritik tajam terhadap dunia yang ramai, penuh aturan, tetapi miskin makna dan empati.
Apa Ya Sebabnya, Apa

apa ya sebabnya
kata-kata itu kok penting
dikumpulkan dan dibundel jadi kamus
begitu aku bertanya pada yang ahli
tidak pernah dijawab
aku pun kemudian pulang dan dingin

apa to sebabnya
malang ayam kok dipukuli
apa to salahnya
sopir oplet kok dicacimaki
begitu tanyaku pada yang berwajib
aku dijawab
lalu pulang dan ngantuk

sebabnya apa to
he, sebabnya apa
aku kok selalu takut
was-was saja
akan ada kejadiankah
aku tidak bertanya pada siapa-siapa
dan bersetubuh

tuli semua
orang-orang ini
apakah rusak kupingnya
yang kiri
apakah terganggu
yang kanan
tidak bisa dipakai
aduh oom, aku cinta

yang bersangkutan harap hadir
yang berkepentingan supaya maklum
yang bertanggungjawab siapa sih
ada kejadian kok diam
apakah sulit berkata
atau sedih
begitu aku menuduh khalayak ramai
semua ramai dan semrawut

memang sulit hidup bersama
di asrama misalnya
tidur malam jam sepuluh
di penjara misalnya
mereka main bal
dan aku sebenarnya ingin sekali bertanya
atau ke surga atau ke neraka ya
aku ini kelak kalau mati
dijawab tegas
aku letih dan rematik
apa sebabnya, apa sebabnya
jawablah
mengapa matahari terlambat
mengapa kata-kata
kalau dibandel menjadi kamus
rahasia apa gerangan
yang tersimpan di sana
rahasia gaibkah
aku bertanya-tanya begitu pada diriku
tidak dijawab
aku mencret di sawah
dan tersenyum

apa ya sebabnya
apa to yang sebenarnya
telah terjadi pada diriku
selama ini
jawablah

sebabnya saja
aku ingin tahu
ini kok begini
ini kok begitu
sedang yang lain kok
tidak sama
begitu aku bertanya pada yang tahu
dijawab
tapi lucu dan tidak masuk akal
aku meringis

maka akhirnya aku bertanya
pada yang maha tahu
apa to sebabnya diriku ini
kok begini
dan tidak begitu
hanya sepi
maka aku pun kesepian
dan
muntah-muntah.

3 Februari 1975

Sumber: Horison (Juli, 1977)
Catatan:
Puisi Apa Ya Sebabnya, Apa kemudian hari dimasukkan ke dalam buku Silsilah Garong (1990).

Analisis Puisi:

Puisi "Apa Ya Sebabnya, Apa" merupakan salah satu karya F. Rahardi yang menampilkan kegelisahan manusia modern melalui pertanyaan-pertanyaan yang tampak sederhana, lugu, bahkan kadang jenaka. Namun di balik gaya tutur yang cair dan ironis, puisi ini menyimpan kritik sosial, absurditas birokrasi, serta kesepian eksistensial yang mendalam. Bertanya menjadi aktivitas utama penyair, tetapi jawaban yang diterima justru semakin memperlihatkan kekacauan makna hidup.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kegelisahan eksistensial dan absurditas kehidupan sosial. Tema lain yang mengiringinya ialah kemandekan komunikasi, ketidakadilan sosial, serta kebingungan manusia dalam mencari makna dan kebenaran.

Puisi ini bercerita tentang seseorang yang terus-menerus bertanya tentang sebab-musabab berbagai hal—mulai dari bahasa, kekerasan, ketidakadilan, aturan sosial, hingga nasib diri setelah mati. Pertanyaan-pertanyaan itu diajukan kepada berbagai pihak: ahli, aparat, khalayak ramai, bahkan Tuhan. Namun hampir semua pertanyaan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, masuk akal, atau bermakna.

Makna tersirat

Makna tersirat puisi ini menunjukkan bahwa manusia hidup dalam sistem yang sering kali tidak mau atau tidak mampu menjelaskan dirinya sendiri. Jawaban yang diterima justru melahirkan kebingungan baru. Ketika pertanyaan rasional gagal dijawab secara rasional, tubuh dan insting mengambil alih—ditandai dengan tindakan-tindakan fisik yang absurd seperti bersetubuh, mencret, hingga muntah. Semua itu menyiratkan keterasingan manusia dari nalar, otoritas, dan bahkan dari dirinya sendiri.

Suasana dalam puisi

Suasana puisi cenderung gelisah, kacau, ironis, dan absurd. Pergeseran emosi dari dingin, ngantuk, takut, letih, hingga muak menciptakan atmosfer yang tidak stabil, mencerminkan batin penyair yang terus diguncang ketidakpastian.

Amanat / pesan yang disampaikan puisi

Puisi ini menyampaikan pesan bahwa hidup bersama dalam sistem sosial sering kali tidak sesederhana aturan dan jawaban resmi. Pertanyaan manusia kerap diabaikan, disederhanakan, atau dijawab secara kosong. Puisi ini juga mengingatkan bahwa pencarian makna tanpa keberanian mendengar dan menjawab hanya akan melahirkan kesepian kolektif.

Puisi "Apa Ya Sebabnya, Apa" karya F. Rahardi menempatkan pertanyaan sebagai pusat pengalaman manusia. Namun alih-alih memperoleh pencerahan, pertanyaan-pertanyaan itu justru membuka jurang absurditas yang lebih luas. Dengan bahasa yang tampak main-main, puisi ini sebenarnya menyodorkan kritik tajam terhadap dunia yang ramai, penuh aturan, tetapi miskin makna dan empati. Pertanyaan terus diajukan, tetapi jawaban tak kunjung hadir—dan di situlah kesepian manusia menemukan bentuknya.

F. Rahardi
Puisi: Apa Ya Sebabnya, Apa
Karya: F. Rahardi

Biodata F. Rahardi:
  • F. Rahardi (Floribertus Rahardi) lahir pada tanggal 10 Juni 1950 di Ambarawa, Jawa Tengah.
© Sepenuhnya. All rights reserved.