Biarkan Layar Berkibar
biarkan layar berkibar bersama angin
melambai-lambai di langit lepas karena kemerdekaan
seperti perahu-perahu yang melesat di laut bebas
layarnya adalah mata hati menjelma menjadi kompas
keringatnya adalah kehidupan yang menetes di buritan
nasibnya menyatu bersama badai berkilatan
biarkan layar berkibar bersama air mata
seperti gelombang yang tergenggam di tangan kita
mengepalkan tangan matahari tanda keberangkatan
membawa mimpi anak-anak di langit kemerahan
biarkan layar berkibar di atas perahu-perahu
yang mengantarkan gelombang pada laut
karena serangkaian kata merdeka yang kita tahu
hanyalah sebatas damai dan maut
Parepare, 2003
Sumber: Hujan Meminang Badai (Akar Indonesia, 2007)
Analisis Puisi:
Puisi “Biarkan Layar Berkibar” menghadirkan gambaran perjalanan manusia melalui metafora pelayaran. Layar, angin, laut, dan perahu bukan sekadar elemen alam, melainkan simbol perjuangan, kebebasan, dan nasib. Dengan bahasa yang liris dan simbolik, puisi ini mengajak pembaca merenungkan makna kemerdekaan serta harga yang menyertainya.
Tema
Tema utama puisi ini adalah perjuangan dan kemerdekaan dalam kehidupan manusia. Di dalamnya juga tersirat tema keberanian menghadapi takdir, pengorbanan, dan perjalanan hidup yang tak terpisahkan dari risiko.
Puisi ini bercerita tentang perahu-perahu yang berlayar di laut bebas dengan layar yang berkibar, digerakkan oleh angin, air mata, dan harapan. Perjalanan itu membawa mimpi, keringat, serta nasib yang harus menyatu dengan badai. Layar menjadi simbol arah dan tekad, sementara laut dan gelombang menjadi ruang ujian bagi mereka yang berangkat.
Makna Tersirat
Makna tersirat puisi ini adalah kemerdekaan bukanlah kondisi yang sepenuhnya damai, melainkan perjalanan yang sarat risiko dan pertaruhan. Layar yang berkibar melambangkan kebebasan memilih arah, tetapi kebebasan itu selalu berdampingan dengan kemungkinan luka, kehilangan, bahkan maut. Kata “merdeka” dipertanyakan maknanya—ia tidak hanya berisi kedamaian, tetapi juga konsekuensi paling pahit.
Suasana dalam Puisi
Suasana dalam puisi ini terasa heroik sekaligus melankolis. Ada semangat keberangkatan dan kebebasan, namun juga terselip kesedihan, keharuan, dan kesadaran akan bahaya yang mengintai di balik pelayaran.
Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi
Amanat yang dapat ditangkap adalah ajakan untuk berani melangkah dan bertanggung jawab atas pilihan hidup, sembari menyadari bahwa kebebasan selalu menuntut pengorbanan. Kemerdekaan sejati bukan sekadar slogan, melainkan kesediaan menghadapi badai dan risiko di sepanjang perjalanan.
Puisi “Biarkan Layar Berkibar” karya Tri Astoto Kodarie adalah refleksi puitik tentang kemerdekaan sebagai perjalanan hidup. Puisi ini menegaskan bahwa kebebasan bukan hanya soal bergerak tanpa batas, melainkan tentang keberanian membawa mimpi, menerima risiko, dan menghadapi kemungkinan damai maupun maut dengan kesadaran penuh.
Puisi: Biarkan Layar Berkibar
Karya: Tri Astoto Kodarie
Biodata Tri Astoto Kodarie:
- Tri Astoto Kodarie lahir di Jakarta, pada tanggal 29 Maret 1961.
