Bila Kau Buka Mata
: Farrohah Ulfa
Bila kau buka mata
Aku ada di sampingmu berupa doa
Merawat segenap senyummu
Seutuh cinta
Paopale Daya, 5 Juli 2022
Analisis Puisi:
Puisi pendek “Bila Kau Buka Mata” karya Moh. Ghufron Cholid menghadirkan ungkapan kasih yang lembut dan spiritual. Dengan larik-larik sederhana, penyair menampilkan kehadiran cinta yang tidak selalu tampak secara fisik, tetapi nyata dalam doa dan perhatian. Puisi ini memadukan kedekatan emosional dengan nuansa religius yang halus.
Tema
Tema utama puisi ini adalah cinta yang setia dan spiritual, hadir melalui doa dan perhatian tulus. Cinta tidak digambarkan sebagai emosi yang meledak-ledak, melainkan sebagai kesetiaan yang merawat kebahagiaan orang yang dicintai.
Puisi ini bercerita tentang kehadiran seseorang di sisi orang yang dicintainya, meskipun tidak selalu dalam wujud fisik. Kehadiran itu menjelma doa yang menjaga senyum dan kebahagiaan sang kekasih. Cinta dipahami sebagai bentuk penjagaan yang lembut dan penuh ketulusan.
Makna Tersirat
Makna tersirat puisi ini antara lain:
- Cinta sejati bersifat spiritual – kehadiran tidak harus fisik; doa adalah bentuk kehadiran terdalam.
- Kasih sebagai perawatan – cinta digambarkan sebagai tindakan merawat senyum orang lain, bukan sekadar perasaan.
- Kesatuan batin – hubungan yang kuat membuat dua jiwa tetap dekat walau tidak selalu bersama secara nyata.
Puisi ini menyiratkan bahwa cinta paling murni adalah yang menjaga dan mendoakan tanpa syarat.
Suasana dalam Puisi
Suasana puisi terasa hangat, lembut, dan penuh ketenangan. Diksi seperti “doa”, “senyum”, dan “seutuh cinta” menghadirkan rasa damai serta kedekatan emosional yang halus.
Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi
Amanat puisi ini adalah bahwa cinta sejati hadir dalam perhatian, doa, dan usaha menjaga kebahagiaan orang yang dicintai. Kehadiran tidak selalu berarti fisik; ketulusan batin jauh lebih bermakna. Puisi ini mengajak pembaca memahami cinta sebagai tindakan memberi dan merawat.
Puisi “Bila Kau Buka Mata” menunjukkan ciri khas puisi Moh. Ghufron Cholid: sederhana, religius, dan penuh kehangatan batin. Dalam empat larik singkat, penyair menegaskan bahwa cinta sejati adalah kehadiran yang menjaga, meski tak selalu terlihat—hadir sebagai doa yang merawat senyum, seutuh cinta.
Karya: Moh. Ghufron Cholid
Biodata Moh. Ghufron Cholid:
- Moh. Ghufron Cholid lahir pada tanggal 7 Januari 1986 di Bangkalan. Karya-karyanya tersiar di Mingguan Malaysia, Mingguan Wanita Malaysia, Utusan Malaysia, Utusan Borneo, dan lain sebagainya.
