2022

Puisi: Misalnya Kau Hawa (Karya Gunoto Saparie)

Misalnya Kau Hawa tak sengaja kusebut namamu saat kita bersua di sebuah taman namun apel tak mengenyangkanku dosa bisa merampas kebahagiaan misalnya …

Puisi: Apel (Karya Gunoto Saparie)

Apel tergenggam sebutir apel merah katamu: rabalah ranum kehangatannya menguar harum aroma nirwana ketika hasrat adam tak sudah-sudah 2022 Analisis P…

Puisi: Sahabat (Karya Laeli Nurfadilah)

Sahabat Sudah lama kita tak bertemu Sekedar bergurau berbagi rindu Kini kau sudah kembali Akan ada tawa yang menemani Sahabat kemarilah Sudah lama ka…

Puisi: Bagaimana (Karya Windiarti)

Bagaimana Selumbari masih bercengkerama Kemarin terasa indah bersama Semalam kau telah tiada Lalu muncul tanya Esok aku akan bagaimana 2022 Analisis …

Puisi: Kenangan (Karya Jun Desember)

Kenangan di luar rumah, kenangan adalah jalanan yang dipenuhi macet kendaraan, tak bergerak, debu dan asap membuat perih mata. di dalam rumah, kenang…

Puisi: Istiqomah (Karya Muhammad Yusuf Praja)

Istiqomah Letih namun harus tetap berjalan Resah gelisah namun harus tetap bertahan Ikhlas sabar demi sebuah tujuan Tetaplah dinikmati walau pahit di…

Puisi: Hibah (Karya Riyanto)

Hibah Hibah banyak ragamnya Hibah yang pasti-pasti saja Yang bisa tercatat senyatanya Yang akuntabel dan dapat dipercaya Hotel Grand Mercure Bandung …

Puisi: Berita (Karya Yanuar Abdillah Setiadi)

Berita "Rindu berkekuatan 9,0 Skala Richter mengguncang Pulau Kasih dan sekitarnya. Rindu menelan banyak korban cinta. Para warga dihimbau untuk…

Puisi: Kota Tua (Karya Gunoto Saparie)

Kota Tua kota tua kota lama kota purba nyaris musna kenangan dan lumut impian sia-sia dipagut proyek pelestarian 2022 Analisis Puisi: Puisi "Kot…

Puisi: Selamat Ulang Tahun Ibuku Tersayang (Karya Riyanto)

Selamat Ulang Tahun Ibuku Tersayang Ibu, engkau laksana mentari pagi Menyinari lorong-lorong jiwa yang sepi Membangkitkan sukma yang terbuai dan lala…

Puisi: Bangun Pagi (Karya Gunoto Saparie)

Bangun Pagi ketika bangun tidur pagi itu langit ternyata begitu biru lembut cahaya matahari menyerbu ruang dan hati nyanyian burung-burung yang berlo…

Puisi: Buku Membebaskan Kita (Karya Melki Deni)

Buku Membebaskan Kita Sudah kuduga anak-anak yang mengerubungi perpustakaan itu tidak membaca atau meminjam buku. Seperti biasa, mereka menceritakan …

Puisi: PN Cibinong Simpatik (Karya Riyanto)

PN Cibinong Simpatik Satukan langkah diri Satukan irama gerakan Bulatkan tekad diri Wujudkan cita dan harapan Melayani masyarakat setulus hati Dengan…

Puisi: Ayat-Ayat (Karya Gunoto Saparie)

Ayat-Ayat dalam dingin angin subuh mengalun ayat-ayat allah pagi rebah di atap masjid dalam remang fajar aku bersujud dan berdoa dalam nestapa di ten…

Puisi: Perginya Pahlawanku (Karya Hanin Munzaroh)

Perginya Pahlawanku Dinginnya air membuatku menggigil Menggigit kuku jari-jari yang bengkak ini Suasana suram tak ada harapan Luka menyayat hati Teru…
© Sepenuhnya. All rights reserved.