Puisi: Hancur di Jalanan (Karya Elfindha Yuliana R) Hancur di Jalanan Di sudut jembatan kota Kulihat insan yang sangat tua renta Mencari sesuap nasi tanpa kata Rupanya ia hanya bisa meminum air mata Re…
Puisi: Hujan Larut Malam (Karya Gunoto Saparie) Hujan Larut Malam ada suara hujan gelisah di pepohonan lagu sangsai yang menggema nyanyian kabut meliput cuaca ada hujan larut malam ketika langit ba…
Puisi: Siul Penggembala (Karya Gunoto Saparie) Siul Penggembala siul seorang bocah penggembala terdengar rawan sore itu terasa sendu terbawa udara ada rasa kingkin bikin galau sebentar lagi matah…
Puisi: Ketika Ramadan Berlalu (Karya Gunoto Saparie) Ketika Ramadan Berlalu ketika ramadan berlalu suka dan duka pun menyatu ketika takbir menggema syahdu terbukalah pintu-pintu maafmu dan angkasa gemet…
Puisi: Rasa Itu (Karya Minan Ainur Fatah) Rasa Itu Rasa itu datang lagi... Dulu pernah datang tanpa kuundang sekarang entah kenapa dia menyapaku lagi Tanpa mengucap salam dan tak kukirim unda…
Puisi: Coretan Senja (Karya Laeli Komariyah) Coretan Senja Senja... Senja tahu kapan datang dan pergi Tahu kapan pulang dan kembali Senja tak pernah janji kembali dengan warna yang sama Melainka…
Puisi: Ini Aku (Karya Diah Rini Trimulyani) Ini Aku Iya aku, dengan ketidaksempurnaanku Menghadap rintangan yang kulalui Dengan jerih payah untuk masa depanku Omongan cacian sudah kulewati saat…
Puisi: Dinding Kamar (Karya Gunoto Saparie) Dinding Kamar dinding kamar ini bercerita jerih payah perjuangan mencari makna bergulat dan bergumul di seluruh usia buku, kertas-kertas, mesin tik t…
Puisi: Rasa Kantuk (Karya Siti Nurjanah) Rasa Kantuk Kehadiranmu ketika aku merenung Memejamkan mata dan tertunduk Oh tak kuasa aku menahanmu Rasa kantuk Sungguh dirimu membuatku malu Air ma…
Puisi: Rindu (Karya Eko Febrianti Utami) Rindu Rindu... Datangmu memisahkan kita Membuat kita semakin tersiksa Namun keindahanmu begitu terasa Membuat senyuman tak mungkin binasa Rindu... Me…
Puisi: Fadihat (Karya M. T. Shah Jahan) Fadihat Seruling fajar Menyambutmu dengan nestapa. Matahari terbangun dari ranjang rembulan manis, Ia berkata: "Hidupmu, bukan sebatang sabun ya…
Puisi: Di Bandara Doha (Karya Melki Deni) Di Bandara Doha Di ruang tunggu bandara Doha, tidak ada lagi suku, ras atau agama, kecuali manusia yang berbahasa, dan cinta yang bergelora. Bahasa a…
Puisi: Selamat Malam, Malioboro (Karya Gunoto Saparie) Selamat Malam, Malioboro menyusuri trotoar malioboro sendirian pada malam basah karena hujan kutatap lampu-lampu dan deretan pertokoan kupandang seo…
Puisi: Jalsah Penyair (Karya Sultan Musa) Jalsah Penyair Suatu kali aku berawal dari kata-kata sajakmu, namun aku masih ragu laksana sungai begitu dalam Dan suatu kali aku berakhir Dari kata-…