Puisi: Tercenung di Rusuk Danu (Karya Binar Senja) Tercenung di Rusuk Danu Gemercik air jatuh dari bumantara Aku mencoba 'tuk puitiskan sebuah rasa Tetapi aku gagap harus memulainya dari mana Deng…
Puisi: Satu Ikan untuk 4 Piring (Karya Geovanny Calvin) Satu Ikan untuk 4 Piring Tergolek satu ikan yang baru digoreng tuntas Sudahi lelap meskipun pagi belum utuh Dengan mimpi yang seperempat tergantung E…
Puisi: Ketika Bersua (Karya Gunoto Saparie) Ketika Bersua ada rasa gemetar ketika kita bersua kerinduan memanggil-manggil saja sebaris puisi pun mendadak tercipta dalam degup cinta kasih paruh …
Puisi: Sebelum Rindu Tiba (Karya Jun Desember) Sebelum Rindu Tiba aku ingin tetap memiliki rindu sekalipun kita telah tinggal serumah; misalnya aku di ruang tamu, kau di dapur atau kau di halaman …
Puisi: Rindu Adalah (Karya Firman Fadilah) Rindu Adalah Rindu adalah sebongkah es yang menguap seolah terbang jauh, tetapi airnya jatuh dan deras menghujani Rindu adalah jangka yang tak kuasa …
Puisi: Hidup Bersama Si Hitam Manis (Karya Jang Sukmanbrata) Hidup Bersama Si Hitam Manis aku suka si hitam manis berpuluh tahun kuminum bagai kopi, cinta kasihnya mahar indah tradisionil bayanganmu adalah bulu…
Puisi: Anak Rantau (Karya Jami’atul Hidayah) Anak Rantau Sudah dua bulan 'ku di sini Dengan semua hal yang baru Teman baru, tempat baru Tak sanggup 'ku melewati hariku Ingin kuangkat kak…
Puisi: Asik Sendiri (Karya Hani Prasetianingtiyas) Asik Sendiri Kita merayakan tanya Sedang Tuhan asik sendiri Tuhan merayakan mati Sedang kita asik sendiri Purwokerto, 20 November 2022 Analisis Puis…
Puisi: Secangkir Kopi (Karya Aris Setiyanto) Secangkir Kopi secangkir kopi yang mengepul di mataku telah meledakkan jantungku aku semestinya tidur lelap tapi kematian tak berlangsung dengan muda…
Puisi: Rindu (Karya Ita Fatia) Rindu Lamunku tetap saja, tak seindah hari kemarin Biar saja halu melalu Tapi sebaiknya, jangan tentang keelokanmu yang menari di jantungku, Rasa in…
Puisi: Kenang (Karya Ita Fatia) Kenang Bermodal cinta yang amat dalam sebagai sebuah alasan, Kau kutinggalkan dan aku meninggalkan Berbeda bagian, namun sama yang dirasakan Saling m…
Puisi: Lukisan Perahu (Karya Mariati Atkah) Lukisan Perahu seseorang di buritan berdiri membelakangi linggi, digili-gili sunyi berulang kali langit hitam dikulum badai, sebentar lagi. sebentar …
Puisi: Langit dan Hujan (Karya Hanifah Khoerunnisa) Langit dan Hujan Langit biru yang berhiaskan awan-awan putih Menghadirkan keindahan yang tak pernah habis Dalam pagi menyapamu dengan birunya Dengan …
Puisi: Arah Pulang (Karya Laeli Nurfadilah) Arah Pulang Sudah terlalu jauh Kaki ini melangkah hilang arah Sampai tak kuasa lagi Menopangkan tubuh tuk terus melangkah Di situ aku terus mengingat…
Puisi: Sujudku (Karya Laeli Nurfadilah) Sujudku Untuk ke sekian kalinya Kurasa aku baru saja mendengar Detupan lirih detakan jantungku Pelan mengikuti hembusan nafasku Ketenangan seakan men…
Puisi: Jiwa yang Layu (Karya Laeli Nurfadilah) Jiwa yang Layu Sambutan hangat sang mentari Memberi beribu-ribu harap tanpa henti Atas kekecewaan yang berujung lara Menuai derita dan nestapa Segela…