Puisi: Di Sebuah Panggung (Karya Gunoto Saparie) Di Sebuah Panggung menjelang tengah malam panggung teater itu pun sunyi sang aktor pun merasa sendiri ia merasa tua, sebentar lagi padam sandiwara te…
Puisi: Senjaku (Karya Laeli Nurfadilah) Senjaku Jangan salahkan aku Jika aku memilihmu sebagai senjaku Dimana aku hanya menatapmu Dalam pertemuan singkat pergantian waktu Kurasa kau juga ta…
Puisi: Rindu (Karya Jami’atul Hidayah) Rindu Aku hanya rindu Tak ingin kembali Aku hanya rindu tawamu Senyummu yang manis Leluconmu yang garing Dan motor kuningmu 2022 Analisis Puisi : Pui…
Puisi: Semesta (Karya Laeli Nurfadilah) Semesta Sang surya mulai tenggelam Kini bulan menggantikannya bersinar Semesta begitu sunyi malam ini Membuat suara di kepala Terdengar berisik amat …
Puisi: Kwatrin Akhir Tahun (Karya Gunoto Saparie) Kwatrin Akhir Tahun haruskah tersedu atau tersedan ketika akhir tahun hanya hampa? semua mengabut, mimpi dan cita-cita di cermin buram tiada lagi par…
Puisi: Malam (Karya Laeli Nurfadilah) Malam Aku malam Memberi begitu banyak perhatian Memberi mereka pelukan nyaman Memberi ruang untuk mereka bercerita Memberi ketenangan untuk mereka ya…
Puisi: Gugur (Karya Erni Sulistiawati) Gugur Kau hanya mencintai bunganya Namun sama sekali tak merawat akarnya Maka ketika musim gugur tiba Kau tidak tahu harus berbuat apa Kemudian pergi…
Puisi: Sayapku Terlalu Mungil (Karya Utia Yuni Azka R) Sayapku Terlalu Mungil Sayapku terlalu mungil untuk mengepak jauh ke langit hening yang asing sunyi yang tak terkira hinggap dari ranting ke ranting …
Puisi: Kamu (Karya Jami’atul Hidayah) Kamu Aku salah jika menilaimu baik Baik? Saya rasa tidak Kau baik tapi bukan kepadaku Entah apa yang membedakan Antara aku dan dia Yang sejatinya mas…
Puisi: Senyum Nenek (Karya Gunoto Saparie) Senyum Nenek senyummu kekal di hati lebih dari sekadar puisi restu tulus penuh kasih kesejukan telaga nan jernih kuingat selembar daun sirih dalam ku…
Puisi: Pertanyaan (Karya Gunoto Saparie) Pertanyaan ada pertanyaan sederhana buatmu namun justru tidak untuk kaujawab ketika hujan deras dan menderu mengapa mendadak rindu mengharu biru? 202…
Puisi: Mistik (Karya Gunoto Saparie) Mistik tenggelam aku dalam alunan kalammu hanyut aku dalam arus pusaran kuasamu tertawan aku dalam sihir pesonamu mabuk aku, mabuk aku, dalam keinda…
Puisi: Berguru kepada Hutan (Karya Aris Setiyanto) Berguru kepada Hutan manusia kembali ke pohon-pohon berguru kepada hutan agar kata-kata makin buas adanya. Temanggung, 5 Juli 2022 Analisis Puisi : P…
Puisi: Bila Kau Buka Mata (Karya Moh. Ghufron Cholid) Bila Kau Buka Mata : Farrohah Ulfa Bila kau buka mata Aku ada di sampingmu berupa doa Merawat segenap senyummu Seutuh cinta Paopale Daya, 5 Juli 2022…
Puisi: Yang Terlepas (Karya A. Munandar) Yang Terlepas "Aku mencoba menyelamatkan rindu tapi tak sanggup melunasi penyesalan" Siang malam diperas keadaan lagi-lagi terpaksa menahan…