2022

Puisi: Musim Penghujan (Karya Gunoto Saparie)

Musim Penghujan di tengah musim penghujan di larut malam gelap semesta apakah yang kucari selain cahaya apakah yang kudamba kecuali kesucian   sepi p…

Puisi: Menjelang Keberangkatan (Karya Melki Deni)

Menjelang Keberangkatan (1) Menjelang keberangkatan, aku ingin menanggalkan beberapa potongan kisah yang miskin kasih itu di gerbang bandara Soekarno…

Puisi: Tentang Renggang (Karya Khusnu Al Mufidah)

Tentang Renggang Merindukanmu menghadirkan luka yang kubalut tawa Menertawai kebodohan tentang harap Bahwa semua kembali semula Berbunga-bunga dan ba…

Puisi: Masa Depan Kehidupan (Karya Salsanisa Nurlita Putri)

Masa Depan Kehidupan Sejak awal lulus sekolah Sejak itulah kumulai memahami arti kehidupan Banyak kisah yang telah aku lewati Tentang perjuangan kehi…

Puisi: Di Rumah Sakit (Karya Gunoto Saparie)

Di Rumah Sakit di dalam kamar hanya putih waktu pun serasa berhenti selang infus menyadarkan hati jarum suntik menjejakkan perih  aroma obat menggena…

Puisi: Kota Tua (Karya Gunoto Saparie)

Kota Tua kota tua kota lama kota purba nyaris musna kenangan dan lumut impian sia-sia dipagut proyek pelestarian 2022 Analisis Puisi: Puisi "Kot…

Puisi: Jiwa Tiga Gunung (Karya Ahmadun Yosi Herfanda)

Jiwa Tiga Gunung Jiwa tiga gunung mengental di Ciliwung Mengendapkan lumpur di tujuh kanal Dalam bahasa hujan, J.P. Coen berkata, "Akan kutegakk…

Puisi: Sangatlah Sayang Tanah Air (Karya Jang Sukmanbrata)

Sangatlah Sayang Tanah Air Sangatlah megah musim mangga di pancaroba negeri tropika, panas - sejuk - hangat saling mendekap, hamil dalam keagungan se…

Puisi: Debur Lautan (Karya Gunoto Saparie)

Debur Lautan debur lautan adalah kegelisahan membekaskan jejak di pasir pantai hibuk suara kalbu di tengah hujan kepada siapa lagi tangan ini menggap…

Puisi: Perginya Pahlawanku (Karya Hanin Munzaroh)

Perginya Pahlawanku Dinginnya air membuatku menggigil Menggigit kuku jari-jari yang bengkak ini Suasana suram tak ada harapan Luka menyayat hati Teru…

Puisi: Ayat-Ayat (Karya Gunoto Saparie)

Ayat-Ayat dalam dingin angin subuh mengalun ayat-ayat allah pagi rebah di atap masjid dalam remang fajar aku bersujud dan berdoa dalam nestapa di ten…

Puisi: Buku Membebaskan Kita (Karya Melki Deni)

Buku Membebaskan Kita Sudah kuduga anak-anak yang mengerubungi perpustakaan itu tidak membaca atau meminjam buku. Seperti biasa, mereka menceritakan …

Puisi: Bara Pengancai (Karya Astri Wijaya Fitria)

Bara Pengancai Gelap malam larut dalam bisu Menggumpal halimun benci Mata beradu kelam Membakar habis ciut nyali Mengelabu lolongan dusta Mengguncang…

Puisi: Bangun Pagi (Karya Gunoto Saparie)

Bangun Pagi ketika bangun tidur pagi itu langit ternyata begitu biru lembut cahaya matahari menyerbu ruang dan hati nyanyian burung-burung yang berlo…
© Sepenuhnya. All rights reserved.