Puisi: Bonjol (Karya Slamet Sukirnanto)

Puisi “Bonjol” karya Slamet Sukirnanto bercerita tentang sebuah tempat bersejarah di Bonjol yang dikaitkan dengan perjuangan Tuanku Imam Bonjol.
Bonjol
Di sinilah Tuanku Imam Bonjol
bertahan!

Pohon anggrek
Di kaki bukit Tajadi
Jangan kau ungkit
Yang diam semadi
Merenungi jagad ini!

Bonjol, 5 Juni 1983

Sumber: Horison (Juli, 1987)

Analisis Puisi:

Puisi pendek berjudul “Bonjol” menghadirkan kesan historis dan spiritual yang kuat melalui citraan alam sederhana dan rujukan tokoh perjuangan. Dengan hanya beberapa larik, penyair mampu membangun ruang refleksi tentang keheningan, keteguhan, dan jejak sejarah yang tidak lekang oleh waktu.

Tema

Tema puisi ini adalah keteguhan spiritual dan jejak perjuangan sejarah. Rujukan pada sosok Tuanku Imam Bonjol menegaskan konteks perjuangan, sedangkan citra “diam semadi” mengarah pada dimensi kontemplatif dan religius.

Puisi ini bercerita tentang sebuah tempat bersejarah di Bonjol yang dikaitkan dengan perjuangan Tuanku Imam Bonjol. Penyair menggambarkan suasana kaki bukit yang sunyi, tempat alam (pohon anggrek) menjadi saksi diam keteguhan seorang tokoh. Larik “jangan kau ungkit” memberi kesan bahwa sejarah itu telah menyatu dengan keheningan alam dan tidak perlu diganggu oleh hiruk-pikuk masa kini.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini mengarah pada gagasan bahwa perjuangan sejati bersifat sunyi, kontemplatif, dan melampaui waktu. Sosok Imam Bonjol tidak hanya dipandang sebagai pejuang fisik, tetapi juga sebagai figur spiritual yang “semadi” merenungi jagad.

Selain itu, larik larangan “jangan kau ungkit” dapat dimaknai sebagai pesan agar generasi kini menghormati sejarah dengan sikap hening dan reflektif, bukan sekadar retorika atau glorifikasi kosong.

Suasana dalam Puisi

Suasana puisi cenderung hening, khidmat, dan kontemplatif. Keheningan alam di kaki bukit serta gambaran “diam semadi” menciptakan nuansa sakral, seolah tempat itu menjadi ruang meditasi sejarah.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat puisi ini dapat dipahami sebagai ajakan untuk:
  • Menghormati perjuangan tokoh sejarah dengan kesadaran batin.
  • Merenungkan makna perjuangan secara mendalam.
  • Serta menjaga kesunyian dan kesakralan nilai sejarah dari gangguan sikap remeh.
Puisi “Bonjol” karya Slamet Sukirnanto menunjukkan bahwa puisi pendek pun mampu memuat lapisan makna sejarah dan spiritual yang dalam. Melalui simbol alam dan tokoh perjuangan, penyair menghadirkan refleksi tentang keteguhan, kesunyian, dan penghormatan terhadap jejak sejarah yang menyatu dengan alam dan waktu.

Puisi Slamet Sukirnanto
Puisi: Bonjol
Karya: Slamet Sukirnanto

Biodata Slamet Sukirnanto:
  • Slamet Sukirnanto lahir pada tanggal 3 Maret 1941 di Solo.
  • Slamet Sukirnanto meninggal dunia pada tanggal 23 Agustus 2014 (pada umur 73 tahun).
  • Slamet Sukirnanto adalah salah satu Sastrawan Angkatan 66.
© Sepenuhnya. All rights reserved.