Puisi: Pada Suatu Hari (Karya Wahyu Prasetya) Pada Suatu Hari Kita Hanya Mampu Bertanya-tanya padamukah desah ini terkenali pelukan pada tanah bekunya darah sajakmu yang bertanya tentang pijar le…
Puisi: Laut (Karya B. Y. Tand) Laut Dari pintu ke pintu matahari mengetuk langit mengulurkan kepalanya menyapa: Siapa? Pulanglah! Laut sudah letih dan sangat tua Tetapi biru matany…
Puisi: Seh Siti Jenar (Karya Adri Darmadji Woko) Seh Siti Jenar rupanya aku harus menjadi cacing kembali menggeliat-geliat di kota Jakarta lalu kudengar seorang wali berkata: "jangan ada orang …
Puisi: Telerisme (Karya F. Rahardi) Telerisme leherku leher botol ludahmu enam botol darahku benjol—benjol dunia akhirat direbus …
Puisi: Thermobabi (Karya F. Rahardi) Thermobabi nol derajat babi sekarat pantatnya digubal es enam derajat babi melompat pastor ditendang kuali dibera…
Puisi: Bahasa (Karya Pesu Aftarudin) Bahasa Ada bahasa menyembunyikan kata dan menidurkannya pada rumpun ilalang Siul asing terpelanting dari pohon lalu pecah jadi kalimat dalam daun-dau…
Puisi: Seperti Baru Kemarin (Karya Beni Setia) Seperti Baru Kemarin Seperti baru kemarin aku menjejakkan kakiku pada lumpur yang kini kekal di museum 5.00…
Puisi: Konser Kampung (Karya F. Rahardi) Konser Kampung biola kampung maukah kau kugergaji jadi dua? tanya kuda di atas piano biola diam piano dia…
Puisi: Jendela Tua (Karya Djamil Suherman) Jendela Tua Kepergiannya tanpa saksi Biar dinding setua ini Terlukis sebuah wajah Pucat tanpa nama Tanah kering sekeliling Daun dan bunga berguguran …
Puisi: Anak Bajang Menggiring Angin (Karya Sindhunata) Anak Bajang Menggiring Angin Anak bajang menggiring angin naik kuda sapi liar ke padang bunga menggembalakan kerbau raksasa lidi jantan sebatang disa…
Puisi: Nocturno (Karya Linus Suryadi AG) Nocturno (1) Malam beranjak dilepas lagu Tercium segrak aroma rindu Dentang-denting dentang jantung A…