Puisi: Daun Mersawa (Karya Cecep Syamsul Hari)

Puisi “Daun Mersawa” karya Cecep Syamsul Hari mengajak pembaca untuk berhenti sejenak, menyimak keheningan, dan mendengarkan suara yang datang dari ..
Daun Mersawa

Di tepi pagi
Hujan beranjak pergi
Pohon bungor ditimang sepi

Ikan-ikan koi di sudut kolam
Seperti sekumpulan pertapa
Masih kudengar suara serangga

Kutemukan silam wajahmu
Pada sehelai daun mersawa
Jauh di dasar jiwa

Selangor, 2007

Sumber: Perahu Berlayar Sampai Bintang (2009)

Analisis Puisi:

Puisi “Daun Mersawa” karya Cecep Syamsul Hari merupakan puisi liris yang menampilkan keheningan pagi sebagai ruang perenungan batin. Dengan bahasa yang sederhana dan citraan alam yang lembut, puisi ini menghadirkan pengalaman ingatan dan perasaan yang muncul secara pelan, nyaris tak bersuara. Alam dalam puisi ini bukan sekadar latar, melainkan medium untuk menghadirkan kenangan yang terpendam jauh di dalam diri.

Tema

Tema utama puisi ini adalah ingatan dan kerinduan yang hadir melalui perjumpaan dengan alam. Alam menjadi cermin batin, tempat kenangan masa silam muncul kembali dalam bentuk yang samar namun menggetarkan.

Puisi ini bercerita tentang suasana pagi setelah hujan reda. Dalam keheningan itu, penyair mengamati pohon bungor, ikan-ikan koi di kolam, dan suara serangga. Di tengah ketenangan alam tersebut, tiba-tiba muncul ingatan tentang “wajahmu” yang ditemukan pada sehelai daun mersawa—sebuah perjumpaan batin antara masa kini dan masa silam.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah bahwa kenangan dan perasaan terdalam sering muncul justru dalam keadaan hening. Wajah yang dikenang tidak hadir secara nyata, melainkan menjelma melalui alam dan tersimpan “jauh di dasar jiwa”. Hal ini menyiratkan bahwa masa lalu tidak pernah benar-benar pergi, melainkan berdiam di ruang batin yang paling sunyi.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini terasa hening, tenang, dan melankolis. Tidak ada gejolak atau konflik terbuka. Semua bergerak pelan: hujan beranjak pergi, ikan diam seperti pertapa, dan kenangan muncul secara lirih. Suasana ini mendukung nuansa kontemplatif yang kuat.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat yang dapat ditangkap dari puisi ini adalah bahwa manusia perlu memberi ruang pada keheningan untuk mengenali perasaannya sendiri. Dalam diam dan kesederhanaan, seseorang dapat bertemu kembali dengan kenangan dan memahami makna keberadaan dirinya.

Puisi “Daun Mersawa” menunjukkan bagaimana bahasa yang sederhana dapat menyimpan kedalaman makna. Melalui citraan alam yang sunyi dan tenang, Cecep Syamsul Hari menghadirkan pengalaman batin tentang ingatan, kerinduan, dan perjumpaan dengan masa silam. Puisi ini mengajak pembaca untuk berhenti sejenak, menyimak keheningan, dan mendengarkan suara yang datang dari dasar jiwa.

Cecep Syamsul Hari
Puisi: Daun Mersawa
Karya: Cecep Syamsul Hari

Biodata Cecep Syamsul Hari:
  • Cecep Syamsul Hari lahir pada tanggal 1 Mei 1967 di Bandung.
© Sepenuhnya. All rights reserved.