Puisi: Dayak! Dayak! Di Manakah Kamu? (Karya Korrie Layun Rampan)

Puisi “Dayak! Dayak! Di Manakah Kamu?” karya Korrie Layun Rampan bercerita tentang pencarian dan pengakuan eksistensi masyarakat Dayak. Ada dialog ...

Dayak! Dayak! Di Manakah Kamu?


+ Dayak, Dayak, di manakah kamu
Suaramu sunyi waktu
Di manakah kamu, saudaraku?
Masihkah di ranah nenek-moyang dahulu?

– Ini aku selalu di Indonesia Raya
Kau dengar suaraku ada di mana-mana
Kau lihat tarianku meliuk di manca Negara
Kau dengar nyanyiku bunyi hati Nusantara

+ Lagumu merdu seantero buana
Senyummu mengurai rindu dari dasar kalbu
Kata-katamu kearifan nenek moyang kita
Cinta yang bersuara dari dasar sukma

+ Dayak, Dayak, di manakah kamu?
Kini suaramu kudengar terbungkam persoalan
Di manakah kamu, saudaraku
Apakah masih di belantara waktu?

– Di sini aku di dataran kelimpungan
Terpinggirkan oleh jemari nasib dan kemalangan
Di sini aku dimarginalkan di hutan-hutan pedalaman
Menjadi kuli di tanah ulayat nenek moyang sendiri

– Kami tak minta berlebihan, tapi secukupnya saja
Kami hanya menuntut janji sederhana ditepati
Jangan lain di bibir lain di hati, hanya bermain kata-kata
Kami hanya minta hidup bahagia dan sejahtera!

+ Dayak, Dayak, di manakah kamu?
– Ini kami di dunia, di seantero Nusantara
+ Dayak, Dayak, di manakah kamu?
– Ini kami ada di mana-mana tapi tak ke mana-mana

+– Kami ada di mana-mana tapi kami tak ke mana-mana!
+– Kami ada di mana-mana tapi kami tak ke mana-mana!

Samarinda, 2012-2013

Sumber: Dayak! Dayak! Di manakah Kamu? (2014)

Analisis Puisi:

Puisi “Dayak! Dayak! Di Manakah Kamu?” karya Korrie Layun Rampan adalah seruan lantang sekaligus refleksi tentang kondisi masyarakat Dayak di Indonesia. Dengan dialog internal yang bergantian antara pertanyaan dan jawaban, puisi ini menampilkan perasaan rindu, kegeraman, dan kesadaran akan marginalisasi sosial. Puisi ini tidak hanya menyuarakan identitas, tetapi juga menyerukan hak dan keberadaan sebuah kelompok etnis yang sering terpinggirkan.

Tema

Tema utama puisi ini adalah identitas, keberadaan, dan marginalisasi masyarakat Dayak. Puisi ini juga menyinggung tentang kearifan budaya nenek moyang, hak hidup yang adil, dan konflik antara janji kemerdekaan atau kesejahteraan dengan realitas sosial.

Puisi ini bercerita tentang pencarian dan pengakuan eksistensi masyarakat Dayak. Ada dialog bergantian antara suara yang menanyakan keberadaan Dayak dengan jawaban yang menegaskan bahwa mereka ada di Nusantara, namun seringkali terpinggirkan di tanahnya sendiri. Mereka digambarkan bekerja sebagai kuli di tanah ulayat nenek moyang, menuntut janji sederhana agar hidup mereka dihargai dan bahagia.

Makna tersirat

Makna tersirat puisi ini menyoroti ketidakadilan sosial, perampasan hak atas tanah, dan keterpinggiran budaya asli. Masyarakat Dayak diibaratkan hadir “di mana-mana tapi tak ke mana-mana,” menandakan bahwa meskipun keberadaan mereka nyata, kebebasan dan pengakuan mereka terbatas. Puisi ini juga menyiratkan bahwa budaya, kearifan, dan seni Dayak tetap hidup meski menghadapi tekanan modernisasi dan marginalisasi.

Suasana dalam puisi

Suasana dalam puisi terasa getir, tegas, sekaligus rindu. Ada ketegangan antara panggilan identitas dan kenyataan sosial yang mengekang. Nada puisi bergantian antara sunyi, lirih, dan seruan lantang, sehingga pembaca merasakan kesedihan, keprihatinan, sekaligus semangat perlawanan.

Amanat / pesan yang disampaikan puisi

Amanat puisi ini adalah pentingnya pengakuan dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat, khususnya Dayak. Puisi ini menyerukan agar janji sosial, kesejahteraan, dan keadilan ditepati, serta mengingatkan bahwa budaya dan suara masyarakat adat tetap harus didengar, dilindungi, dan dihargai.

Puisi “Dayak! Dayak! Di Manakah Kamu?” adalah puisi yang kuat secara politis dan kultural. Korrie Layun Rampan berhasil menghadirkan suara masyarakat Dayak sebagai simbol perjuangan, keberadaan, dan kearifan budaya, sekaligus mengingatkan pembaca akan pentingnya keadilan sosial dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat di Indonesia.

Korrie Layun Rampan
Puisi: Dayak! Dayak! Di Manakah Kamu?
Karya: Korrie Layun Rampan

Biodata Korrie Layun Rampan:
  • Korrie Layun Rampan adalah seorang penulis (penyair, cerpenis, novelis, penerjemah), editor, dan kritikus sastra Indonesia berdarah Dayak Benuaq.
  • Korrie Layun Rampan lahir pada tanggal 17 Agustus 1953 di Samarinda, Kalimantan Timur.
  • Korrie Layun Rampan meninggal dunia pada tanggal 19 November 2015 di Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta Pusat.
© Sepenuhnya. All rights reserved.