Dayak! Dayak! Di Manakah Kamu?
Sumber: Dayak! Dayak! Di manakah Kamu? (2014)
Analisis Puisi:
Puisi “Dayak! Dayak! Di Manakah Kamu?” karya Korrie Layun Rampan adalah seruan lantang sekaligus refleksi tentang kondisi masyarakat Dayak di Indonesia. Dengan dialog internal yang bergantian antara pertanyaan dan jawaban, puisi ini menampilkan perasaan rindu, kegeraman, dan kesadaran akan marginalisasi sosial. Puisi ini tidak hanya menyuarakan identitas, tetapi juga menyerukan hak dan keberadaan sebuah kelompok etnis yang sering terpinggirkan.
Tema
Tema utama puisi ini adalah identitas, keberadaan, dan marginalisasi masyarakat Dayak. Puisi ini juga menyinggung tentang kearifan budaya nenek moyang, hak hidup yang adil, dan konflik antara janji kemerdekaan atau kesejahteraan dengan realitas sosial.
Puisi ini bercerita tentang pencarian dan pengakuan eksistensi masyarakat Dayak. Ada dialog bergantian antara suara yang menanyakan keberadaan Dayak dengan jawaban yang menegaskan bahwa mereka ada di Nusantara, namun seringkali terpinggirkan di tanahnya sendiri. Mereka digambarkan bekerja sebagai kuli di tanah ulayat nenek moyang, menuntut janji sederhana agar hidup mereka dihargai dan bahagia.
Makna tersirat
Makna tersirat puisi ini menyoroti ketidakadilan sosial, perampasan hak atas tanah, dan keterpinggiran budaya asli. Masyarakat Dayak diibaratkan hadir “di mana-mana tapi tak ke mana-mana,” menandakan bahwa meskipun keberadaan mereka nyata, kebebasan dan pengakuan mereka terbatas. Puisi ini juga menyiratkan bahwa budaya, kearifan, dan seni Dayak tetap hidup meski menghadapi tekanan modernisasi dan marginalisasi.
Suasana dalam puisi
Suasana dalam puisi terasa getir, tegas, sekaligus rindu. Ada ketegangan antara panggilan identitas dan kenyataan sosial yang mengekang. Nada puisi bergantian antara sunyi, lirih, dan seruan lantang, sehingga pembaca merasakan kesedihan, keprihatinan, sekaligus semangat perlawanan.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Amanat puisi ini adalah pentingnya pengakuan dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat, khususnya Dayak. Puisi ini menyerukan agar janji sosial, kesejahteraan, dan keadilan ditepati, serta mengingatkan bahwa budaya dan suara masyarakat adat tetap harus didengar, dilindungi, dan dihargai.
Puisi “Dayak! Dayak! Di Manakah Kamu?” adalah puisi yang kuat secara politis dan kultural. Korrie Layun Rampan berhasil menghadirkan suara masyarakat Dayak sebagai simbol perjuangan, keberadaan, dan kearifan budaya, sekaligus mengingatkan pembaca akan pentingnya keadilan sosial dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat di Indonesia.
Karya: Korrie Layun Rampan
Biodata Korrie Layun Rampan:
- Korrie Layun Rampan adalah seorang penulis (penyair, cerpenis, novelis, penerjemah), editor, dan kritikus sastra Indonesia berdarah Dayak Benuaq.
- Korrie Layun Rampan lahir pada tanggal 17 Agustus 1953 di Samarinda, Kalimantan Timur.
- Korrie Layun Rampan meninggal dunia pada tanggal 19 November 2015 di Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta Pusat.
