Puisi Korrie Layun Rampan

Puisi: Purukcahu (Karya Korrie Layun Rampan)

Purukcahu Rahmat dan bahagia Mengail belida Negeri para kekasih Di mana legenda Di langit perunggu Ada enggang – Unggom Tingang Di manakah Putir Bang…

Puisi: Tarakan (Karya Korrie Layun Rampan)

Tarakan Pulau kecil mendongak langit Dan mengaca taut yang tertawa Angin di bandar dan pawang Membaca mantera buaya Tambur perang di dadanya Mengetuk…

Puisi: Ziarah (Karya Korrie Layun Rampan)

Ziarah telah kutempuh ziarahku setiap waktu antara pulau kenangan dan jiwa yang bisu telah kubangun rumah di bibir gelombang dan dada kota kubangun j…

Puisi: Momento Mori (Karya Korrie Layun Rampan)

Momento Mori Irama nyanyian mengangkat sayap-sayap burung ke angkasa Ai, wanginya angin kemerdekaan, wanginya taman Kekasih Cinta mekar di padang-pad…

Puisi: Liang Saragi (Karya Korrie Layun Rampan)

Liang Saragi Hayaping Liang Saragi Membagi matahari Kehidupan terbagi-bagi Jaya bulan di langit tinggi Dua burung Dua-duanya terbang ke utara Memilih…

Puisi: Sendawar (Karya Korrie Layun Rampan)

Sendawar Kau tahu macan dahan Yang memetik babi Menjadi simbol Berapi-api? Apakah yang kurang dari kerja Apakah yang kurang dari belietn penyembuhan …

Puisi: Z (Karya Korrie Layun Rampan)

Z Siapakah yang pulang dengan langkah masai menyandang duka Adam yang pertama mengempang arus sungai, membadung nasibnya? Iakah itu pelancong tak ber…

Puisi: Dayak! Dayak! Di Manakah Kamu? (Karya Korrie Layun Rampan)

Dayak! Dayak! Di Manakah Kamu? + Dayak, Dayak, di manakah kamu Suaramu sunyi waktu Di manakah kamu, saudaraku? Masihkah di ranah nenek-moyang dahulu?…

Puisi: Pantun (Karya Korrie Layun Rampan)

Pantun Segamang-Mu kah lagu Tergantung di cakrawala merah Serawan-Mu kah ujung sedu Pecah di hati melayah Singgah di manakah Sukma Istirah menuju Kea…

Puisi: Gerimis Pagi Ini (Karya Korrie Layun Rampan)

Gerimis Pagi Ini Gerimis pagi ini Adalah gerimis tangis zaman Ketika sekawanan burung luka Mencakar tangkai jantung derita Gerimis pagi ini Adalah ge…

Puisi: Diri (Karya Korrie Layun Rampan)

Diri Apakah yang masih tertinggal dari percakapan Busa telah mengental di dasar gelas, pohon-pohon limbung Sementara kelasi menghabisi sisa maboknya …

Puisi: Cermin (Karya Korrie Layun Rampan)

Cermin Ada sejuta serigala Memburu di cermin wajah kita Lapar dan ganas Gagak-gagak menyanyi ke arah rimba Seperti menyayat-nyayat daging kita Mataha…

Puisi: Kuala Lumpur (Karya Korrie Layun Rampan)

Kuala Lumpur Suara seperti kehilangan suara Antara lidah melayu dan logat eropa Lift dan tandas Banjir ilusi: hujan kota menderas! Antara gedung dan …
© Sepenuhnya. All rights reserved.