Puisi: Dunia Tak Begitu Buruk (Karya Ook Nugroho)

Puisi “Dunia Tak Begitu Buruk” karya Ook Nugroho bercerita tentang perjalanan batin seseorang dalam merebut makna dunia melalui kesadaran personal.
Dunia Tak Begitu Buruk

Dunia tak begitu buruk
dalam sebuah sajak. Tapi kau harus
bergulat lebih dulu, merebutnya.
Menyudahi sekat-sekat bahasa

yang menjebakmu dalam sempit
kamar-kamat tak berjendela.
Sesudah itu, sebuah jalan pulang berkelak-kelok
membawamu pada ambang yang bimbang,

hari tanpa almanak. Musti
kau putuskan sendiri kapan kau terlahir
kembali ke dunia. Namamu yang lama
telah terhapus di bawah musim

yang pelan mengembang dari balik
sepuluh jari-jemari anganmu hijau ungu
berganti-ganti. Yakinlah, tiada jadwal
resmi yang dulu merongrongmu,

menderamu dengan tanda-tanda
yang tak ada. Sebab kini kau hanya lengang ruang,
lapang seleganya, bukan lagi sesiapa apa.
Tanpa kiblat selain jagat.

2012

Sumber: Kompas (30 Desember 2012)

Analisis Puisi:

Puisi “Dunia Tak Begitu Buruk” karya Ook Nugroho tampil sebagai sajak reflektif yang mengajak pembaca berdamai dengan dunia—namun bukan melalui kepasrahan. Dunia dalam puisi ini tidak serta-merta ramah atau indah, melainkan sesuatu yang harus direbut, dipahami, dan dimaknai ulang melalui perjuangan batin. Bahasa yang digunakan cenderung filosofis, lembut, dan kontemplatif, seolah mengajak pembaca berjalan perlahan menembus lapisan-lapisan kesadaran diri.

Tema

Tema utama puisi ini adalah pembebasan diri dan kelahiran kembali secara eksistensial. Puisi ini juga memuat tema pencarian makna hidup, kebebasan identitas, serta usaha keluar dari belenggu bahasa, aturan, dan penamaan lama yang membatasi manusia.

Puisi ini bercerita tentang perjalanan batin seseorang dalam merebut makna dunia melalui kesadaran personal. Dunia “tak begitu buruk” bukan karena dunia berubah, melainkan karena subjek lirik berani bergulat, memutus sekat bahasa, dan meninggalkan ruang-ruang sempit yang sebelumnya mengurungnya. Perjalanan itu membawa pada ambang kebimbangan, tempat seseorang harus menentukan sendiri kapan ia “terlahir kembali” sebagai diri yang baru.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini menekankan bahwa makna hidup tidak diberikan secara resmi oleh sistem, waktu, atau tanda-tanda sosial, melainkan ditentukan secara personal. Penghapusan nama lama dan ketiadaan “jadwal resmi” menyiratkan pembebasan dari identitas lama yang dibentuk oleh ekspektasi luar. Dunia tidak buruk, selama manusia berani melepaskan diri dari kerangka semu yang selama ini merongrongnya.

Suasana dalam Puisi

Suasana puisi ini terasa hening, reflektif, dan perlahan optimistis. Meski diawali dengan perjuangan dan kebimbangan, puisi bergerak menuju kelapangan—sebuah ketenangan yang lahir dari penerimaan dan kebebasan batin.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Puisi ini menyampaikan amanat bahwa manusia perlu berani menentukan makna hidupnya sendiri, tanpa bergantung sepenuhnya pada bahasa, aturan, atau identitas yang diwariskan. Dengan kesadaran itu, dunia dapat dipandang lebih lapang dan tidak seburuk yang dibayangkan.

Puisi “Dunia Tak Begitu Buruk” karya Ook Nugroho adalah sajak perenungan yang menawarkan harapan tanpa janji palsu. Dunia memang tidak otomatis ramah, tetapi ia menjadi lebih lapang ketika manusia berani bergulat, melepaskan identitas lama, dan menentukan arah hidupnya sendiri. Sebuah puisi yang tenang, dalam, dan membuka ruang tafsir bagi pembaca untuk berdamai dengan jagat—tanpa kiblat selain kesadaran diri.

Ook Nugroho
Puisi: Dunia Tak Begitu Buruk
Karya: Ook Nugroho

Biodata Ook Nugroho:
  • Ook Nugroho lahir pada tanggal 7 April 1960 di Jakarta, Indonesia.
© Sepenuhnya. All rights reserved.