Puisi: Fragmen (Karya Harijadi S. Hartowardojo)

Puisi "Fragmen" karya Harijadi S. Hartowardojo memperlihatkan kegelisahan, keraguan, dan refleksi atas kehidupan dan eksistensi manusia.
Fragmen

Ada suara membenam ke dalam
Tidak mau 'nggelegak
seperti pusaran di laut dalam
lahir hanya riak mencumbu lunas
kapal yang lewat agak terlambat
Hanya hujan dan angin sering berputing
seperti cerita kelasi di ibukota
menyuruk ke gubuk di tengah ladang:
Tidak tahan kegaduhan dan kehidupan dan kegagalan
bersatu dalam diri anak dara di tengah remang
Ia membujuk meminta cinta
serta lupa dari kelaluan sebentar
Di mana kelasi bisa bercinta sambil berlupa
peluh dingin sudah mengucur di tubuhnya
antara mimpi kemalaman disambar dewata
diri diayun diantara teli temali

Sekali kami  bertemu di ujung lenggang
Ia memanggilku antara kelam dan gerimis melayah lebar
Menayang dengan perahu motor lewat di Pasar Ikan
Menjelang teluk Jakarta
menyusuri layar
Menyusuri jala
Menyusuri nyanyi nelayan sayang kesepian

Apa yang ada diantara ia, aku dan perahu ini?
Deru mesin hampir mati!
Pelayaran akan terhenti dan terkatung hingga di sini
Ibukota sudah kehilangan tenaga
Mencipta kebenaran dan kelancungan merajalela

Aku! Aku hendak di bawa kemana?
dengan perahu-motor dan mesin hampir mati
nafas berlalu antara batuk-batuk tiada henti
Tangis bayi menyesali kelupaan dan hidup yang tersambut

Seperti guruku
Tidak mengerti beban membebani
Wajib mewajibi
Kemudian ia lari dari laut ke laut
Mimpi ke mimpi tak minta arti
Ia menyendiri, asing dan sepi.......

Sumber: Zenith (Juni, 1951)

Analisis Puisi:

Puisi "Fragmen" karya Harijadi S. Hartowardojo merupakan sebuah karya sastra yang memperlihatkan kegelisahan, keraguan, dan refleksi atas kehidupan dan eksistensi manusia.

Kesendirian dan Kegelisahan Manusia: Puisi ini menyajikan gambaran kesendirian dan kegelisahan manusia dalam menjalani kehidupan. Penyair menggunakan gambaran laut, hujan, dan angin sebagai simbol-simbol kehidupan yang penuh dengan gejolak dan tantangan. Keadaan ini merepresentasikan kondisi batin manusia yang terus mencari makna dan kebenaran dalam kehidupannya.

Kehilangan dan Pencarian Identitas: Ada perasaan kehilangan dan kebingungan dalam puisi ini. Penyair menggambarkan keadaan ibukota yang kehilangan arah dan kebenaran, serta manusia yang terombang-ambing dalam arus kehidupan modern. Pertanyaan "Apa yang ada diantara ia, aku dan perahu ini?" mencerminkan kebingungan akan identitas dan tujuan dalam kehidupan.

Pertanyaan Eksistensial dan Refleksi Diri: Puisi ini mengangkat pertanyaan-pertanyaan eksistensial tentang hidup dan kematian, serta perjalanan spiritual manusia. Ada refleksi atas arti hidup, keberadaan, dan hubungan manusia dengan alam dan kekuatan transendental. Penggunaan gambaran perahu motor yang hampir mati sebagai metafora kehidupan yang hampir berakhir menegaskan ketidakpastian akan masa depan.

Bahasa yang Simbolis dan Imajinatif: Penyair menggunakan bahasa yang simbolis dan imajinatif untuk menyampaikan pesan dalam puisi ini. Metafora laut, perahu motor, hujan, dan angin membentuk gambaran yang kaya akan makna dan emosi. Ini memungkinkan pembaca untuk merasakan kegelisahan dan kebingungan yang dialami oleh tokoh dalam puisi.

Kesendirian dan Keprihatinan Manusia: Puisi ini menciptakan suasana kesendirian dan keprihatinan akan nasib manusia dalam menghadapi kompleksitas kehidupan modern. Tokoh dalam puisi merenungkan kehidupannya dengan rasa ragu dan kegelisahan, mencari makna dalam pengalaman dan eksistensi dirinya.

Puisi "Fragmen" karya Harijadi S. Hartowardojo adalah sebuah karya sastra yang memperlihatkan kegelisahan, keraguan, dan refleksi atas kehidupan dan eksistensi manusia. Melalui gambaran alam, kehidupan sehari-hari, dan pertanyaan eksistensial, penyair mengajak pembaca untuk merenungkan makna hidup, kehilangan identitas, dan pertanyaan-pertanyaan yang mendasar tentang keberadaan manusia dalam dunia yang penuh dengan ketidakpastian.

Harijadi S. Hartowardojo
Puisi: Fragmen
Karya: Harijadi S. Hartowardojo

Biodata Harijadi S. Hartowardojo:
  • Harijadi S. Hartowardojo (nama lengkap: Harjadi Sulaiman Hartowardojo / EyD: Hariyadi Sulaiman Hartowardoyo) lahir pada tanggal 18 Maret 1930 di Desa Ngankruk Kidul, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah, Indonesia.
  • Harijadi S. Hartowardojo meninggal dunia pada tanggal 9 April 1984 di Jakarta, Indonesia (dimakamkan di Boyolali, Jawa Tengah, Indonesia).
  • Harijadi S. Hartowardojo adalah salah satu Sastrawan Angkatan 1950-an.
© Sepenuhnya. All rights reserved.