Puisi Harijadi S. Hartowardojo

Puisi: Lakon Sedih di Malam Purnama (Karya Harijadi S. Hartowardojo)

Lakon Sedih di Malam Purnama Bulan bercumbu kelelawar Kelelawar mencumbu bulan Pungguk mengantuk di telaga kering di beringin tumbang Awan secercah l…

Puisi: Noli Me Tangere (Karya Harijadi S. Hartowardojo)

Noli Me Tangere (Kepada H.E. dan H.E.) Di pinggir kali pengembara berhenti Menatap anak bermain cecapung di air Demi kesal dengan kerikil di…

Puisi: Sebuah Benteng (Karya Harijadi S. Hartowardojo)

Sebuah Benteng Sebuah benteng telah tertimbun bukit pasir Sedang langit malam kelelawar terbang kehilangan sarang Anjing melolong meratapi bin…

Puisi: Puncak (Karya Harijadi S. Hartowardojo)

Puncak Sudah lalu remaja dalam asap api menyala rata Tidak ada lagi yang akan dipilih Yang tinggal suatu endapan dan ajakan turun tangan menguburkan …

Puisi: Perjalanan (Karya Harijadi S. Hartowardojo)

Perjalanan Motto: Sebagai darah dari jantung ia mengalir melalui urat nadi dan pembuluh-pembuluh darah ke seluruh tubuh, kemud…

Puisi: Pengembara (Karya Harijadi S. Hartowardojo)

Pengembara Pengembara bisu mendukung kasih cinta dalam dirinya ia lihat wujud cinta remang dan gerimis sediakala Cinta menghantu di hati…

Puisi: Bulan Diburu Matahari (Karya Harijadi S. Hartowardojo)

Bulan Diburu Matahari Tiga musim bulan menanti Dalam kabut redup Tak mungkin bersua matahari Bulan telah memanggil bintang Mustari Sesua…

Puisi: Tanda (Karya Harijadi S. Hartowardojo)

Tanda Rindu oleh keengganan tidur ia Oleh kelelapan ia hentikan segala kerusuhan Barangkali Tuhan bisa juga. Tapi bagaimana? Penyair…

Puisi: Prambanan (Karya Harijadi S. Hartowardojo)

Prambanan Di atas segala batu membeku napasku Di sini telah bertemu roh dan debu Gelisah gerutu menjadi satu Naga melingkar di kakiku J…

Puisi: Fragmen (Karya Harijadi S. Hartowardojo)

Fragmen Ada suara membenam ke dalam Tidak mau 'nggelegak seperti pusaran di laut dalam lahir hanya riak mencumbu lunas kapal yang lew…
© Sepenuhnya. All rights reserved.