Puisi: Fragmen Riwayat Dua Anak Raja (Karya Zakaria M. Passe)

Puisi “Fragmen Riwayat Dua Anak Raja” karya Zakaria M. Passe mengingatkan bahwa keputusan yang diambil dalam mimpi dan hasrat dapat berujung pada ...
Fragmen Riwayat Dua Anak Raja

Mentari mendekap mulut senja
dua anak raja di pusat bumi
seorang jaka seorang putri
mempertaruhkan mahkotanya
dalam mimpi.

Di kala itu bulan menjadi lemah
bagai malam gelap
dan kutilang pun terbang, paruhnya patah
ketika laut ditelan pasir
lampias rindu berdosa.

Jumhur,
jumhur,
alam merah padam
murka pun sia-sia.

Sumber: Horison (Januari, 1977)

Analisis Puisi:

Puisi “Fragmen Riwayat Dua Anak Raja” karya Zakaria M. Passe menghadirkan kisah simbolik yang padat dan gelap tentang cinta, kekuasaan, dan kejatuhan. Dengan bahasa metaforis dan citraan kosmik, penyair menyusun fragmen-fragmen peristiwa yang terasa seperti legenda atau mitos, tetapi menyimpan refleksi mendalam tentang pilihan manusia dan konsekuensinya.

Tema

Tema utama puisi ini adalah pertaruhan cinta dan kekuasaan yang berujung pada kehancuran. Dua anak raja digambarkan berada dalam situasi genting, ketika perasaan, ambisi, dan mahkota—simbol kekuasaan—dipertaruhkan dalam mimpi yang rapuh.

Puisi ini bercerita tentang dua anak raja—seorang jaka dan seorang putri—yang berada di “pusat bumi”, sebuah ruang simbolik yang menandai pusat takdir. Mereka mempertaruhkan mahkota dalam mimpi, seakan keputusan besar diambil bukan dalam kejernihan, melainkan dalam ilusi dan hasrat. Setelah itu, alam digambarkan mengalami kekacauan: bulan melemah, burung terluka, laut dan pasir bertukar tempat. Semua menjadi tanda bahwa tindakan manusia berdampak pada tatanan semesta.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini menunjukkan bahwa kekuasaan dan cinta yang tidak dilandasi kebijaksanaan akan melahirkan kehancuran. “Lampias rindu berdosa” mengisyaratkan hasrat yang melampaui batas, sementara kehancuran alam menjadi metafora runtuhnya nilai moral dan keseimbangan hidup. Fragmen ini seolah menegaskan bahwa keputusan para penguasa—atau mereka yang merasa berkuasa—tak pernah berdampak personal semata, melainkan meluas ke kehidupan bersama.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini terasa muram, tragis, dan apokaliptik. Senja, bulan yang lemah, malam gelap, serta alam yang “merah padam” membangun nuansa kejatuhan dan kesia-siaan, seolah segala kemarahan dan perlawanan tidak lagi menemukan makna.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat yang dapat ditangkap dari puisi ini adalah peringatan agar manusia—terutama mereka yang memiliki kuasa—tidak mempertaruhkan nilai dan tanggung jawab demi hasrat pribadi. Kekuasaan tanpa kebijaksanaan hanya akan melahirkan kehancuran, dan kemarahan yang datang terlambat akan berakhir sia-sia.

Puisi “Fragmen Riwayat Dua Anak Raja” karya Zakaria M. Passe adalah fragmen tragedi tentang cinta, kuasa, dan kesalahan manusia. Dengan bahasa simbolik dan citraan kehancuran, puisi ini mengingatkan bahwa keputusan yang diambil dalam mimpi dan hasrat dapat berujung pada keruntuhan nilai, alam, dan kemanusiaan itu sendiri.

Puisi Zakaria M. Passe
Puisi: Fragmen Riwayat Dua Anak Raja
Karya: Zakaria M. Passe

Biodata Zakaria M. Passe:
  • Zakaria M. Passe lahir pada tanggal 1 Juni 1942 di Langsa, Aceh Timur.
  • Zakaria M. Passe meninggal dunia pada tanggal 8 November 1998 (pada usia 56 tahun) di Jakarta.
© Sepenuhnya. All rights reserved.