Puisi: Gear (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Puisi “Gear” karya Lasinta Ari Nendra Wibawa mengajak pembaca untuk menghargai hal-hal kecil yang membuat hidup terus bergerak, sekaligus ...
Gear

Aku hanyalah pembawa pesan
dari mesin-mesin kendaraan
tempat menukar putaran bimbang 
menjadi gerak lurus beraturan
adalah bukti aku membenci kesesatan
dalam setiap kilometer perjalanan
tak perlu sekali-kali kau bandingkan
antara daya masukan dengan keluaran
tak ada ihwal yang aku sembunyikan
tak ada pula niat memeras bahan bakar
selain ritual gesekan, yang menjadi mahar
sewaktu aku dan pasangan memulai ikatan
di mana rantai menjadi penghulu pernikahan
maka, mulailah kami menebar bibit kemajuan
lewat roda yang semula malas menjadi berjalan
melipat jarak yang membentang menjadi berdekatan
dan aku cukup senang hati menerima bayaran
meski hanya berupa cairan pekat berlendir hitam
yang menyulap bising menjadi rasa tenteram
begitulah riwayat hidupku yang sederhana
bersama pasangan yang teramat setia
sampai keriput dan retak mulai melanda
karena karat-karat yang melekat
karena perawatan yang tak rutin kami dapat.

Surakarta, 4 Agustus 2012

Sumber: Merintis Gerimis (Dirgan Publishing, 2018)

Analisis Puisi:

Puisi “Gear” karya Lasinta Ari Nendra Wibawa menghadirkan perspektif yang tidak lazim dengan menjadikan sebuah komponen mekanik sebagai suara lirik. Melalui sudut pandang “aku” yang berperan sebagai roda gigi, penyair menyampaikan refleksi tentang kerja, kesetiaan, fungsi, dan kelelahan dalam kehidupan modern. Puisi ini memadukan bahasa teknis dengan perenungan eksistensial secara halus dan bernuansa satir.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kerja, fungsi, dan kesetiaan dalam sistem kehidupan. Gear menjadi simbol individu atau elemen kecil yang bekerja tanpa sorotan, tetapi memegang peranan penting dalam menjaga sistem tetap berjalan. Tema lain yang mengiringi adalah kejujuran dalam kerja, pengabdian tanpa pamrih, serta keausan akibat kurangnya perawatan.

Puisi ini bercerita tentang sebuah gear (roda gigi) yang mengisahkan riwayat hidup dan tugasnya. Ia mengubah “putaran bimbang” menjadi “gerak lurus beraturan”, menjadi perantara antara mesin dan roda agar kendaraan dapat bergerak.

Gear digambarkan bekerja setia bersama pasangannya—rantai—dalam ikatan yang diibaratkan sebagai pernikahan. Bersama-sama, mereka memungkinkan roda yang malas menjadi berjalan, jarak yang jauh menjadi dekat. Cerita ditutup dengan kondisi gear yang mulai keriput, retak, dan berkarat akibat usia dan perawatan yang tidak rutin.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah kritik halus terhadap cara manusia memperlakukan kerja dan pekerja. Gear dapat dimaknai sebagai simbol manusia yang bekerja jujur, tidak memeras, dan tidak menyembunyikan apa pun, tetapi sering kali luput dari perhatian dan perawatan.

Puisi ini juga menyiratkan bahwa kemajuan tidak pernah lahir dari satu elemen saja, melainkan dari kerja kolektif yang setia dan berkesinambungan, meski pada akhirnya kelelahan dan kerusakan tak terelakkan.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini cenderung tenang, reflektif, dan sedikit getir. Nada pengakuan yang jujur dan sederhana membangun kesan keikhlasan, sementara bagian akhir menghadirkan kesedihan sunyi akibat usia dan kelalaian.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat yang dapat ditangkap dari puisi ini adalah pentingnya menghargai proses, kerja setia, dan perawatan yang berkelanjutan. Penyair seolah mengingatkan bahwa apa pun—mesin, sistem, maupun manusia—akan rapuh jika terus dipaksa bekerja tanpa perhatian dan pemeliharaan.

Puisi ini juga menyampaikan pesan bahwa kerja yang jujur dan konsisten memiliki martabat tersendiri, meskipun tidak selalu mendapat imbalan yang gemerlap.

Puisi “Gear” karya Lasinta Ari Nendra Wibawa adalah puisi reflektif yang cerdas dan bersahaja. Dengan menjadikan roda gigi sebagai subjek lirik, penyair berhasil mengungkap realitas kerja, kesetiaan, dan kelelahan yang sering luput dari perhatian. Puisi ini mengajak pembaca untuk menghargai hal-hal kecil yang membuat hidup terus bergerak, sekaligus mengingatkan bahwa tanpa perawatan dan kepedulian, bahkan sistem yang paling setia pun akan perlahan aus dan retak.

"Puisi Lasinta Ari Nendra Wibawa"
Puisi: Gear
Karya: Lasinta Ari Nendra Wibawa
© Sepenuhnya. All rights reserved.