Puisi: Gerimis Waktu (Karya Leon Agusta)

Puisi “Gerimis Waktu” karya Leon Agusta mengajak pembaca merenungkan: akankah keriangan masa lalu kembali, ataukah hanya tinggal bisikan lembut ...
Gerimis Waktu
: n.d.

Gerangan di manakah?
Langkahnya selalu seperti bergegas
Entah mendekat atau menjauh tak bisa beda
Antara mereka yang selalu berbagi keriangan

Benderang cahaya jadi simfoni
Mengembara mengiringi perjalanannya

Musim berganti datang dan pergi
Menyimpan pesan dalam gerimis waktu
Akankah keriangan sempat kembali
Untuk berbagi?

27/07/2009

Sumber: Gendang Pengembara (2012)

Analisis Puisi:

Puisi “Gerimis Waktu” karya Leon Agusta merupakan sajak reflektif yang menyoroti perjalanan waktu, perubahan musim, dan kerinduan akan kebersamaan yang mungkin telah berlalu. Dengan bahasa yang sederhana namun simbolik, penyair menghadirkan waktu sebagai sesuatu yang terus bergerak dan sulit digenggam.

Puisi ini memadukan unsur gerak, cahaya, dan musim untuk menyampaikan perenungan tentang keriangan yang mungkin tak lagi sama.

Tema

Tema utama puisi ini adalah perjalanan waktu dan perubahan dalam kehidupan. Selain itu, terdapat tema tentang kerinduan akan kebersamaan dan kegembiraan yang pernah ada.

Puisi ini bercerita tentang sosok atau sesuatu yang langkahnya selalu bergegas—yang dapat dimaknai sebagai waktu. Penyair mempertanyakan keberadaannya: apakah ia mendekat atau menjauh, karena sulit dibedakan arahnya.

Di tengah perjalanan itu, cahaya benderang menjadi simfoni yang mengiringi langkahnya. Musim pun silih berganti, datang dan pergi, menyimpan pesan dalam “gerimis waktu”. Pada akhirnya, muncul pertanyaan: apakah keriangan yang dahulu pernah dibagi bersama akan kembali?

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini terletak pada simbol waktu yang terus bergerak tanpa dapat dihentikan. “Langkahnya selalu seperti bergegas” menyiratkan cepatnya waktu berlalu.

“Gerimis waktu” melambangkan kenangan atau perasaan yang turun perlahan—tidak deras seperti hujan badai, tetapi cukup untuk membasahi hati. Musim yang berganti menunjukkan perubahan hidup yang tak terelakkan.

Pertanyaan di akhir puisi memperlihatkan kegamangan: apakah kebahagiaan masa lalu dapat terulang, ataukah hanya tinggal jejak dalam kenangan?

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini terasa reflektif dan sedikit melankolis. Ada nuansa rindu dan ketidakpastian, namun tidak terlalu berat. Gerimis menghadirkan suasana lembut dan sendu, sementara cahaya dan simfoni memberi sentuhan harapan.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat / pesan yang disampaikan puisi ini adalah agar manusia menyadari betapa cepatnya waktu berlalu dan menghargai setiap momen kebersamaan.

Puisi ini juga mengingatkan bahwa perubahan adalah bagian dari hidup, tetapi kenangan dan keriangan yang pernah ada tetap memiliki nilai yang berarti.

Puisi “Gerimis Waktu” karya Leon Agusta menghadirkan refleksi puitis tentang perjalanan waktu dan perubahan hidup. Dengan simbol gerimis dan musim, penyair menggambarkan bagaimana waktu terus melangkah tanpa henti, meninggalkan jejak kenangan.

Puisi ini mengajak pembaca merenungkan: akankah keriangan masa lalu kembali, ataukah hanya tinggal bisikan lembut dalam gerimis waktu?

Leon Agusta
Puisi: Gerimis Waktu
Karya: Leon Agusta

Biodata Leon Agusta:
  • Leon Agusta (Ridwan Ilyas Sutan Badaro) lahir pada tanggal 5 Agustus 1938 di Sigiran, Maninjau, Sumatra Barat.
  • Leon Agusta meninggal dunia pada tanggal 10 Desember 2015 (pada umur 77) di Padang, Sumatra Barat.
  • Leon Agusta adalah salah satu Sastrawan Angkatan 70-an.
© Sepenuhnya. All rights reserved.