Puisi: Hujan Membawa Kita (Karya Yudhistira A.N.M. Massardi)

Puisi "Hujan Membawa Kita" karya Yudhistira A.N.M. Massardi menggambarkan kekuatan dan pengaruh hujan dalam membawa kita pada perjalanan yang ....
Hujan Membawa Kita

Kasihku,
Hujan membawa kita menyeberangi sungai-sungai
Membawa langit, gunung, pohon, lumpur dan puing
Membawa kabar dari ikan dan angin
Membawa nyanyian dari satwa dan bunga
Membawa bintang basah dan kupu-kupu tidur
Membawa kunang-kunang yang kehilangan bohlam

Kasihku,
Hujan membawa kita menyeberangi kota-kota dan benua
Membawa Bali, Tokyo, Paris, Monte Carlo
Membawa Kuta, Shinjuku, Champs Elyssee
Membawa bebek betutu, shoba dan fruit de mer
Membawa kijang dan merpati di taman-taman
Membawa para pengantin berfoto di kaki monumen

Kasihku,
Hujan membawa kita menyeberangi semua kenangan
Membawa para turis berciuman di bangku taman
Membawa surat-surat penuh kerinduan
Membawa album-album yang dibuka ribuan kali
Membawa anak-anak yang lama dinanti
Membawa kita ke laut cinta – jangan tolong,
biarkan
terbenam
selamanya!

Jakarta, 7 Februari 2003

Analisis Puisi:

Puisi "Hujan Membawa Kita" karya Yudhistira A.N.M. Massardi menggambarkan kekuatan dan pengaruh hujan dalam membawa kita pada perjalanan yang melampaui batas-batas fisik dan temporal.

Simbolisme Hujan: Hujan dalam puisi ini menjadi simbol perjalanan, transformasi, dan konektivitas antara berbagai aspek kehidupan. Hujan tidak hanya dipahami sebagai fenomena alam, tetapi juga sebagai pembawa pesan dan pengantar bagi segala sesuatu yang ada di dunia.

Perjalanan Fisik dan Mental: Puisi ini mencerminkan perjalanan fisik dan mental yang melampaui batas-batas geografis dan psikologis. Hujan menjadi medium yang membawa kita menyeberangi sungai, kota-kota, benua, serta semua kenangan baik dan buruk yang pernah kita alami.

Kemegahan Alam dan Kemanusiaan: Dalam penggambarannya, hujan membawa elemen-elemen alam seperti langit, gunung, dan pohon, tetapi juga menghadirkan elemen kemanusiaan seperti kenangan, kerinduan, dan cinta. Ini menunjukkan bahwa alam dan manusia saling terkait dan berbagi pengalaman yang sama di bawah ketentuan hujan.

Kehadiran Budaya dan Tradisi: Melalui penyebutan tempat-tempat seperti Bali, Tokyo, dan Paris, serta makanan-makanan khas seperti bebek betutu, shoba, dan fruit de mer, puisi ini mencerminkan keberagaman budaya dan tradisi yang dihadirkan oleh hujan. Hujan menjadi penghubung antara berbagai identitas budaya di seluruh dunia.

Kesimpulan Filosofis: Puisi ini diakhiri dengan permohonan untuk terbenam selamanya di laut cinta, menunjukkan keinginan untuk menyatu dengan esensi kehidupan dan cinta yang abadi. Ini menunjukkan bahwa hujan tidak hanya membawa kita pada perjalanan fisik, tetapi juga pada perjalanan spiritual dan filosofis yang mendalam.

Dengan demikian, puisi "Hujan Membawa Kita" adalah sebuah puisi yang mengajak pembaca untuk merenungkan perjalanan kehidupan, keberagaman budaya, dan hubungan yang kompleks antara manusia dan alam.

Yudhistira ANM Massardi
Puisi: Hujan Membawa Kita
Karya: Yudhistira A.N.M. Massardi

Biodata Yudhistira A.N.M. Massardi
  • Yudhistira A.N.M. Massardi (nama lengkap Yudhistira Andi Noegraha Moelyana Massardi) lahir pada tanggal 28 Februari 1954 di Karanganyar, Subang, Jawa Barat.
  • Yudhistira A.N.M. Massardi dikelompokkan sebagai Sastrawan Angkatan 1980-1990-an.
© Sepenuhnya. All rights reserved.