Puisi: Jam-Jam Keabadian (Karya Hartojo Andangdjaja)

Puisi "Jam-Jam Keabadian" menggambarkan momen-momen keabadian, keindahan alam, dan refleksi tentang sejarah manusia. Puisi ini memiliki berbagai ....

Jam-Jam Keabadian

buat Tid

Seorang perempuan
ada bersamaku ketika berjalan
di malam berbulan

Bersama berjalan:
aku, perempuan dan bulan
dan searus percakapan

Bulan menerang, kabut-kabut pun menghilang
impian-impian bemerkahan mengembang
ketika langkah-langkah menapak di jalan
        berperak bulan
dan sepasang bayang-bayang bergerak melintasi
        jam-jam keabadian

Maka berita purba itu pun kembali dihidupkan
berita tentang sorga sebelum ditinggalkan
Eva dan Adam
berjuta tahun yang silam

Seorang perempuan
ada bersamaku ketika berjalan
di malam berbulan

Sumber: Kumpulan Puisi (2019)

Analisis Puisi:

Puisi "Jam-Jam Keabadian" adalah karya sastra yang menggambarkan momen-momen keabadian, keindahan alam, dan refleksi tentang sejarah manusia. Puisi ini memiliki berbagai elemen penting yang menggambarkan makna dan pesan penyair.

Penggunaan Motif Bulan: Bulan menjadi motif utama dalam puisi ini. Bulan digambarkan sebagai pengiring perempuan dan penyimbol keindahan malam. Penggunaan bulan memberikan nuansa romantisme dan keabadian pada puisi.

Hubungan dengan Alam: Puisi ini menciptakan hubungan erat antara manusia (perempuan) dan alam (bulan). Hubungan ini memberikan nuansa harmoni dan keindahan dalam perjalanan malam.

Perjalanan Bersama: Puisi ini menggambarkan perjalanan bersama perempuan di malam berbulan. Perjalanan ini menciptakan kesan kebersamaan dan rasa dekat antara penyair dan perempuan.

Ketika Langkah-Langkah Menapak di Jalan Berperak Bulan: Baris ini menggambarkan momen ketika perjalanan mencapai puncaknya, dan bulan menjadi sangat terang. Ini adalah saat keindahan alam mencapai puncaknya dan menggambarkan momen keabadian.

Refleksi Sejarah Manusia: Puisi ini menghidupkan kembali berita tentang Eva dan Adam, yang merupakan cerita klasik tentang manusia pertama. Ini menciptakan hubungan antara momen keabadian dalam puisi dengan cerita kejadian manusia pertama di surga.

Penutup yang Kuat: Puisi ini diakhiri dengan pernyataan bahwa seorang perempuan ada bersama penyair ketika berjalan di malam berbulan. Penutup ini menciptakan kesan penutup yang harmonis dan mengulangi tema kebersamaan dengan alam.

Puisi "Jam-Jam Keabadian" adalah karya yang meromantiskan alam dan menggambarkan momen keabadian dalam perjalanan malam bersama perempuan. Motif bulan, hubungan dengan alam, dan refleksi sejarah manusia adalah elemen-elemen penting dalam puisi ini yang menciptakan suasana indah dan mendalam.

Hartojo Andangdjaja
Puisi: Jam-Jam Keabadian
KaryaHartojo Andangdjaja

Biodata Hartojo Andangdjaja:
  • Hartojo Andangdjaja (Ejaan yang Disempurnakan: Hartoyo Andangjaya) lahir pada tanggal 4 Juli 1930 di Solo, Jawa Tengah.
  • Hartojo Andangdjaja meninggal dunia pada tanggal 30 Agustus 1990 (pada umur 60 tahun) di Solo, Jawa Tengah.
  • Hartojo Andangdjaja adalah salah satu Sastrawan Angkatan '66.
© Sepenuhnya. All rights reserved.