Jas Anti Korupsi
jas
anti
korupsi dijahit dan ditambal
tepat di detik-detik proldamasi
harganya murah
berikut jimat
dan dompet
diobral cuma sesurga
kau boleh mencicilnya kalau bisa
seleher demi seleher
sampai
jantungmu kembung
di tanahkusir
1983
Sumber: Horison (Maret, 1984)
Analisis Puisi:
Puisi “Jas Anti Korupsi” karya F. Rahardi merupakan puisi pendek yang tajam, satiris, dan sarat kritik sosial. Dengan bentuk visual yang tidak lazim serta pilihan kata yang ekonomis, puisi ini menyinggung persoalan korupsi, moralitas, dan kemunafikan yang sering menyertai wacana kebangsaan. Kekuatan puisi ini justru terletak pada ironi: sesuatu yang seharusnya bernilai luhur direduksi menjadi komoditas murah dan simbolis.
Tema
Tema utama puisi ini adalah kritik terhadap kemunafikan moral dalam praktik antikorupsi. Puisi ini menyoroti bagaimana sikap anti korupsi kerap diperlakukan hanya sebagai atribut luar—seperti pakaian atau simbol—tanpa disertai integritas batin yang sungguh-sungguh.
Puisi ini bercerita tentang sebuah “jas anti korupsi” yang dijahit dan ditambal pada momen sakral proklamasi, namun justru diberi harga murah dan diobral bersama jimat serta dompet. Jas tersebut bahkan dapat “dicicil”, seolah-olah nilai moral dan kejujuran bisa diperoleh secara bertahap dan transaksional, hingga akhirnya berujung pada kematian (“tanahkusir”).
Makna Tersirat
Makna tersirat puisi ini mengarah pada sindiran keras terhadap praktik simbolik dalam pemberantasan korupsi. Anti korupsi diperlakukan seperti barang dagangan: bisa dibeli murah, dicicil, bahkan disertai jimat. Hal ini menyiratkan kritik bahwa semangat antikorupsi sering kali hanya menjadi slogan, bukan komitmen etis yang sungguh-sungguh hidup dalam hati dan tindakan.
Suasana dalam Puisi
Suasana dalam puisi ini cenderung sinis dan getir. Meskipun ditulis dengan gaya ringkas dan tampak ringan, terdapat nada ejekan yang dingin serta kesan muram ketika puisi berakhir pada gambaran kematian. Suasana ini memperkuat kesan bahwa persoalan korupsi bukanlah hal sepele, meskipun kerap diperlakukan demikian.
Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi
Amanat atau pesan yang disampaikan puisi ini adalah peringatan bahwa kejujuran dan sikap anti korupsi tidak bisa dibeli, diwariskan secara simbolik, atau dikenakan seperti jas. Nilai tersebut harus lahir dari kesadaran batin dan tanggung jawab moral, bukan sekadar pencitraan atau aksesori kekuasaan.
Puisi “Jas Anti Korupsi” karya F. Rahardi menunjukkan bagaimana puisi dapat menjadi alat kritik yang efektif melalui bahasa yang ringkas dan simbolik. Dengan memanfaatkan ironi dan satire, puisi ini membongkar kepalsuan moral yang sering menyertai wacana antikorupsi. Karya ini mengingatkan bahwa kejujuran bukanlah busana yang bisa dikenakan sesaat, melainkan sikap hidup yang harus dipertanggungjawabkan hingga akhir.
Karya: F. Rahardi
Biodata F. Rahardi:
- F. Rahardi (Floribertus Rahardi) lahir pada tanggal 10 Juni 1950 di Ambarawa, Jawa Tengah.
